logo

ugm-logo

Pengantar Minggu ini 10 - 17 Juni 2013

Indonesia Symposium on Disaster Risk Reduction and Reselience

apdr-2013
Banyaknya bencana yg terjadi di wilayah Asia Pacific mendorong jaringan APDR3 (Asia Pacific Disaster Risk Reduction) bersama pihak akademik, pemerintah, dan NGO untuk mengadakan diskusi dalam sebuah simposium. Tujuannya untuk mendekatkan keilmuan dengan pendekatan kemasyarakatan guna meningkatkan kapasitas lokal terkait pengurangan risiko bencana, khususnya wilayah Indonesia.

Simposium yg diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di USA, University of Hawaii Manoa, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Islam Indonesia ini berlangsung selama dua hari (13-14/6) di Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa.


Bencana Hidrometeorologi Melonjak Hingga Pertengahan Tahun

banjir-jkt-2013

Berdasarkan laporan BNPB melalui  beberapa media cetak nasional, diprediksikan akan terjadi peningkatan bencana hidrometeorologi hingga pertengahan tahun ini. Bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung seringkali terjadi di Indonesia, sekitar 95 persen dari bencana yang terjadi. Walhi juga menyatakan banjir masih mendominasi bencana hingga saat ini di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Dinyatakan pula bahwa selama lima bulan ini telah terjadi 776 kejadian bencana dengan banjir 212 kejadian, tanah longsor 138 kejadian, puting beliung 195 kejadian, dan lainnya. Bencana melanda hampir 3846 desa pada 1548 kecamatan di 311 kabupaten. Banjir dan tanah longsor diprediksi akan terus meningkat karena adanya anomali suhu muka air laut yang menghangat di peraian Indonesia yang menyebabkan uap air melimpah dan intensitas curah hujan tinggi di beberapa daerah. Sedangkan, di beberapa daerah lain bisa terjadi kekeringan panjang dan gelombang laut tinggi.

Dengan adanya sosialisasi seperti ini, harapannya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah bisa melakukan persiapan dan peningkatan kapasitas guna menghadapi bencana yang mungkin terjadi. Begitu juga dengan Dinas Kesehatan harus bersiap menghadapi kejadian-kejadian penyakit yang erat hubungannya dengan perubahan lingkungan dan  kejadian bencana, antara lain demam berdarah, diare, dan malaria.

Pengantar Minggu ini 3-10 Juni 2013

Approaches to Disaster Management - Examining the Implications of Hazards, Emergencies and Disasters

disaster-manag

Editor John Tiefenbacher, ISBN 978-953-51-1093-4, Hard cover 217 halaman, penerbit Intech, Cetakan April 2013

Banyaknya bencana yang terjadi di negara kita tidak lantas menjadi kita terlatih dalam penanganan bencana. Penanganan bencana masih selalu di lakukan setelah bencana terjadi. Menggunakan pendekatan manajemen bencana seharusnya, penanganan bencana dilakukan baik sebelum, saat, dan pasca bencana. Dalam buku yang berjudul sama ini mengangkat tentang Pendekatan Manajemen Bencana. Buku ini berisikan sepuluh laporan penelitian oleh para ahli bencana internasional.

Guna memudahkan pembaca, buku ini terbagi dalam tiga bidang umum bahaya dan penanggulangan bencana. Bagian pertama berisi tentang pandangan tentang faktor kerentanan dan pendekatan melakukan mitigasi. Bagian kedua berisi pendekatan upaya peningkatan penggunaan data dan manajemen informasi dalam upaya mempromosikan hasil prediksi bencana dan bahayanya. Bagian ketiga mengungkap tentang refleksi keterlibatan dan peran swasta dalam manajemen krisis dan pemulihan pasca bencana. Selengkapnya untuk membaca buku ini silahkan klik-disini