logo2

ugm-logo

Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau: Lindungi Kesehatan Diri dan Keluarga

siap siagaAktivitas Gunung Anak Krakatau kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman erupsi dan sebaran abu vulkanik. Peningkatan aktivitas vulkanik dapat berdampak pada kualitas udara serta kesehatan masyarakat, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit. Abu vulkanik juga berpotensi mencemari sumber air dan pangan serta meningkatkan risiko kecelakaan akibat jarak pandang yang menurun dan jalan yang licin. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi resmi, dan menerapkan langkah perlindungan diri serta keluarga. Kesiapsiagaan yang baik menjadi bagian penting dalam mempercepat respons dan mencegah dampak kesehatan yang lebih besar. Waspada, lindungi diri dan keluarga, serta bersama menjaga kesehatan masyarakat di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Selengkapnya:

Surat Edaran Nomor KL.01.02/A/17765/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau:

Anak Krakatau Kembali Mengingatkan: Indonesia Hidup di Atas Ring of Fire

Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengingatkan bahwa Indonesia hidup di tengah ancaman bencana geologi, dengan erupsi menerus yang berlangsung sekitar 25 jam pada 4–6 September 2026 dan status gunung api masih berada pada Level III (Siaga). Dampak erupsi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas vulkanik, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, transportasi, keselamatan, dan aktivitas sosial-ekonomi. Sebagai negara yang berada di kawasan Ring of Fire dengan banyak gunung api aktif, Indonesia perlu memandang erupsi sebagai ancaman yang membutuhkan kesiapan sistem secara menyeluruh. Bagi sektor kesehatan, abu vulkanik, pengungsian, gangguan layanan, kebutuhan obat dan logistik, surveilans penyakit, kesehatan mental, serta perlindungan kelompok rentan dapat muncul secara bersamaan. Karena itu, manajemen krisis kesehatan dan Health Emergency Operation Center (HEOC) menjadi penting untuk memastikan informasi kebencanaan dapat diterjemahkan menjadi keputusan dan koordinasi operasional yang cepat. Indonesia mungkin tidak dapat menghentikan gunung api untuk erupsi, tetapi Indonesia dapat memastikan sistem kesehatannya tidak ikut “erupsi” ketika krisis datang.

Selengkapnya:

1.     Berita:

2.     Jurnal: https://doi.org/10.3389/fpubh.2025.1658384 

 

More Articles ...