logo

ugm-logo

Agenda Mendatang

  • agenda2018
  • hdp

Sesi I

Pembahasan Skenario
Dr. Hendro Wartatmo

Kegiatan hari kedua dimulai dengan pembahasan scenario yang diberikan oleh Dr. Hendro Wartatmo, SpB.KBD, dengan judul “Kecelakaan Bus”. Didalam scenario diceritakan “Kalau misalnya sekali waktu operator dari rumah sakit ini mendapat telpon bahwa ada kecelakan di jalan tol, terjadi tabrakan antara 2 bus yang sedang melintas dijalan itu. Setelah mendengar kejadian tersebut, apa yang harus dilakukan operator ini dan mau apa?. Kalau didalam HDP di atur oleh siapa?. Setelah operator tersebut mendengar kabar seperti itu, berarti korban kecelakaan tersebut akan masuk ke rumah sakit, di rumah sakit ada atau tidak yang bertanggung jawab apabila terjadi diluar jam kerja dan yang akan menghubungi ketua HDPnya.?

Berdasarkan scenario tersebut, dilakukan diskusi dengan peserta mengenai apa saja yang harus dilakukan dan langkah-langkah yang ditempuh untuk menindak lanjuti kabar yang didapatkan oleh operator tersebut. Harus dipastikan apakah memang benar terjadi tabrakan atau tidak karena hal ini akan menentukan langkah pihak rumah sakit dan tim penanggulangan bencana. Pada sesi ini juga dijelaskan mengenai revisi kelengkapan HDP yang sudah dimiliki oleh RSUD Tugurejo, dan komponen mana yang harus diperbaiki serta harus ditambahkan oleh RSUD Tugurejo agar HDP yang sudah dipunyai menjadi lebih operasional.

 

Sesi II

Lanjutan Pembahasan Skenario
Dr. Agus Barmawi, SpB.KBD

Kemudian dilanjutkan oleh Dr. Agus Barmawi, SpB.KBD beliau menjelaskan bawa untuk HDP itu pasti tidak akan benar dan tidak ada yang langsung bisa membuat HDP itu dengan benar, karena harus selalu menyesuaikan dengan keadaan. Khususnya kita harus mengetahui hazard mapping yang mungkin terjadi. Tidak pernah terjadi yang namanya bencana itu menyesuaikan dengan HDP dari yang telah dibuat oleh rumah sakit. Seperti yang kita ketahui bahwa bencana itu bukan milik siapa-siapa, namun yang terjadi adalah bahwa bencana itu akan menjadi tanggungjawab kita bersama. Pada saat ada bencana, memang perlu adanya Aktivasi yang harus jelas. Misalnya pada waktu merapi, aktivasi sudah di aktifkan sendiri, begitu sudah terjadi letusan yang berdampak pada adanya korban jiwa. Ternyata sekarang ada media masa yang membantu siap siaga yang mengaktifkan. Pada sesi ini beliau juga menambahkan penjelasan mengenai pentingnya kelengkapan komponen HDP yang harus dimiliki oleh pihak rumah sakit.

 

Sesi III

Dr. Hendro Wartatmo, SpB.KBD
Simulasi Denah Evakuasi RS

Pada sesi ini, dilakukan pembahasan mengenai Denah Evakuasi yang sudah dimiliki oleh RSUD Tugurejo, beberapa hal yang dibahas dan perlu dipikirkan tim rumah sakit terhadap denah yang ada, antara lain mengenai akses untuk keluar lewat jalan belakang, pengaturan tempat parker dan lalu lintas dari ambulans, ruang triage dan juga ruang untuk wartawan atau media, akses untuk keamanan pasien, jalur keluar masuk pasien di rumah sakit, penyeragaman sign jalur evakuasi agar mudah terbaca baik siang maupun malam, mapping dari wilayah rumah sakit agar kalau terjadi bencana maka akan mudah untuk menyebarkan pasien.

Sesi IV

Penyampaian Hasil Resume dari Tim Rumah sakit
Hasil resume dari Peserta In House Training untuk Revisi Draft Hospital Disaster Plan yang dimiliki oleh RSUD Tugurejo Semarang:

1.  Bagian Perencanaan dan keuangan

  1. Kebijakan dan mapping baik internal maupun eksternal rumah sakit
  2. Struktur organisasi pelaksana penanggulangan bencana
  3. Networking (jaringan) dengan lintas sektoral
  4. Membuat SOP (5W + 1H)
  5. Protap aktivasi untuk menggerakkan semua SDM yang ada, serta Protap Aktivasi apabila bencana terjadi saat di luar jam kerja
  6. Memfasilitasi seluruh kebutuhan dalam upaya penanggulangan bencana
  7. Cheklist untuk hospital disaster plan
  8. Monitoring dan evaluasi.

2. Bagian operasional

  1. Protap

Misalnya protap triage (dengan memasukkan penjelasan untuk penanganan jumlah korban dengan jumlah SDM yang harus tersedia), aktivasi, rekam medis, pencatatan pasien, keamanan UGD, Peminjaman alat kesehatan keruangan lain, instalasi rawat inap, instalasi rawat jalan, dekontaminasi area, pemanggilan tim, pengiriman pasien dengan semua networking, ambulans, dan tim eksternal untuk UGD dan rumah sakit serta perumusan protap bersama.

  1. Fasilitas: area dekontaminasi, ruang infeksi, alur jalur pasien dari dating sampai ke perawatan dan keluar, Area untuk korban gelang hijau dan keluarga
  2. Form untuk kelengkapan penanggulangan bencana
  3. Atribut untuk triage (gelang triage)

3.  Bagian Logistik

  1. Kebijakan belum ada dari direktur
  2. Struktur kendalanya mengenai SDM
  3. Protap sudah ada sebagian misal pemakaian alat kesehatan, sanitasi, ambulans, pengiriman makanan dan gizi, protap manajemen bantuan, protap untuk pengklaim obat untuk penggantian, protap mengelola pemberian, protap untuk penerimaan obat
  4. Belum ada uraian tugas setelah terbentuk struktur organisasi
  5. Membuat kartu kendali
  6. Fasilitas untuk bencana belum ada, masih menggunakan fasilitas yang ada, khususnya ruangan juga masih terbatas
  7. Obat-obatan (penunjang medis dan non medis)
  8. Membuat laporan dari struktur organisasi yang ditugaskan.

4.Sistem koordinasi

  1. Untuk protap masuk bagian mana, pemulangan pasien, sistem aktivasi, penetapan ruangan, fasilitas, debriefing
  2. Uraian tugas untuk tim koordinasi
  3. Adanya tim kecil yang bekerja untuk merumuskan HDP.

Penutupan

Sesi terakhir adalah penutupan rangkaian kegiatan Workshop In House Training RSUD Tugurejo Semarang. Pada kesempatan ini disampaikan kata sambutan dari Tim Divisi Manajemen Bencana PMPK FK UGM yang disampaikan oleh dr. Hendro Wartatmo, SpB.KBD sedangkan tim RSUD Tugurejo diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan, dr. Noorjanah Pujiastuti, SpS.

Dalam kata sambutan yang disampaikan oleh dr.Hendro Wartatmo, SpB.KBD beliau berharap agar HDP yang dimiliki oleh rumah sakit tidak hanya untuk keperluan akreditasi rumah sakit, namun HDP yang dibuat bersifat operasional. Sementara itu, dr. Noorjanah Pujiastuti, SpS menyampaikan harapan yang senada, beliau menginginkan agar kegiatan yang telah dilaksanakan bermanfaat bagi rumah sakit dan bisa menghasilkan HDP yang operasional dan bisa di evaluasi, meskipun membuat perencanaan penanggulangan bencana, namun semoga tidak terjadi bencana di rumah sakit.


Gallery Hari ke-2

{gallery}2012/3/tugurejo2{/gallery}