logo

ugm-logo

Agenda Mendatang

  • agenda2018
  • hdp

Pengantar Website Bencana

peta banjir longsor indonesia

Bencana atau kejadian yang disebabkan oleh hidrometeorologi hazard belakangan ini semakin meningkat. Bencana atau kejadian ini disebabkan oleh berbagai parameter seperti curah hujan, kelembaban, temperatur, angin. Beberapa kejadian yang disebabkan oleh hazard ini antara lain angin puting beliung, banjir, kekeringan, gelombang panas, badai, dan sebagainya. Pada dekade ini, terdapat perubahan iklim atau climate change yang ekstrim di berbagai belahan dunia. Akan tetapi, hal tersebut dapat dikatakan hanya sebagai pemicu atau faktor pencetus berbagai kejadian yang disebutkan sebelumnya. Faktor utama kejadian terebut adalah rusaknya lingkungan yang masif. Lingkungan tidak dapat menampung dan mendukung perubahan-perubahan yang ada. Bertemunya kedua faktor ini menyebakan berbagai dampak pada masyarakat. Indonesia sebagai salah satu wilayah yang rentan terhadap bencana mengalami dampak yang besar berkaitan dengan hal ini. kemampuan beradaptasi terhadap perubahan ini penting untuk menciptakan resiliansi komunitas. Berdasarkan permasalahan tersebut, kami menyajikan beberapa informasi terkait dengan climate change dan adaptasinya yaitu :

Simposium Internasional terkait Perubahan Iklim dan Kesehatan di Kawasan Asia-Pasifik

simposium perubahan iklimSimposium Internasional ini diselenggarakan oleh Departemen Kebijakan Kesehatan dan Manajemen, School of Public Health, Sun Yat-sen University, serta didukung oleh Guangdong Provincial Association for Science and Technology dan APN. Kegiatan ini dilaksanakan pada 9-12 Desember 2017 lalu di Guangzhou, Cina. Kegiatan ini dihadiri oleh ahli internasional yang berasal dari Bangladesh, Jepang, Republic of Korea, Nepal, Filipina, Amerika Serikat dan Vietnam. kegiatan berlangsung selama 4 hari dan terdiri dari 3 topik yaitu topik perubahan lingkungan, heat stress, kesehatan dan produktivitas; perubahan lingkungan, polusi udara dan kelompok rentan; serta promosi tentang kesadaran dan penguatan resiliansi kesehatan untuk perubahan iklim. Terdapat banyak informasi baru terkait dengan topik-topik yang dibahas pada setiap topiknya.

Informasi selengkapnya Klik Disini

Extreme Temperature : Pengkajian Efek Kesehatan dan Pengembangan Strategi Adaptasinya di Kawasan Asia-Pasifik

extreme temperatureSalah satu project yang didukung oleh Asia-Pasific Network (APN) untuk Global Change Research adalah terkait temperatur yang ekstrim. Judul project ini “Assessing the health effects of extreme temperatures and the development of adaptation strategies to climate change in the Asia-Pacific region”. Temperatur yang ekstrim merupakan sumber paling signifikan terkait dengan masalah kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan cuaca. Terdapat 3 tujuan utama pelaksanaan project ini yaitu menganalisis total beban kematian yang disebabkan oleh suhu lingkungan yang tidak optimal di Cina, Vietnam, Thailand dan Bangladesh; memeriksa apakah resiko kesehatan terkait suhu bervariasi sesuai dengan karakteristik individu dan masyarakat; serta merumuskan strategi adaptasi lokal dalam menghadapi efek kesehatan yang terkait dengan termperatur dan mengurangi kerentanan. Project ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam membuat strategi dalam memproteksi kesehatan saat ini dan generasi selanjutnya di kawasan Asia-Pasifik.

Informasi selengkapnya Klik Disini

Climate Change Adaptation Toolkit Untuk Memperbaiki Resiliansi Komunitas

simposium perubahan iklimPerubahan pola musim, kejadian cuaca ekstrim yang semakin banyak dan mencairnya glacier di dataran tinggi Himalaya - Tibet yang terus menerus memiliki implikasi jangka panjang untuk kualitas air, energi, dan keamanan pangan atau makanan pada negara yang berkaitan langsung dengan dataran tinggi ini. Glacier merupakan bongkahan es di puncak gunung dan tidak mencair selama musim panas. Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan iklim diperlukan untuk tetap bertahan. Terdapat toolkit yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Toolkit yang dikembangkan ini dinamakan IAP toolkit (the ICLEI ACCRN PRocess). Toolkit ini memiliki 6 fase yang terdiri dari tools yang dapat digunakan oleh pemerintah lokal untuk mengevaluasi resiko iklim dari berbagai sistem terkait dengan kerentanannya. Berdasarkan hal tersebut dapat diformulasikan dan diimplementasikan berbagai intervensi untuk merespon kelemahan dari sistem yang telah teridentifikasi. Secara keseluruhan fase-fase tersebut adalah fase engagement atau fokus pada mendapatkan dukungan secara politik dari pihak yang memiliki otoritas dan kelompok komunitas, penelitian terkait dengan perubahan iklim dan pengkajian dampak, pengkajian kerentanan, strategi resiliansi, implementasi serta monitoring dan review. Setiap fase ini harus dilalui untuk memperoleh strategi yang tepat dalam menciptakan resiliansi komunitas. 

Informasi selengkapnya Klik Disini

 

 

 

 

Paket Pelatihan dan seminar/workshop

Berikut pelatihan dan pendampingan yang kami selenggarakan sepanjang tahun:

  1. Sosialisasi Penyusunan Perencanaan Penanggulangan Bencana Di Rumah Sakit (HDP)
    Dalam pelatihan ini akan dibahas overview penyusunan perencanaan penanggulangan bencana di rumah sakit secara umum. Selengkapnya Klik Disini
  2. Workshop Penyusunan Perencanaan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit.
    Kegiatan workshop penanggulangan bencana di rumah sakit akan dilaksanakan selama 2 hari tatap muka dengan pemberian materi penyusunan penanggulangan bencana di Rumah Sakit (HDP) serta pelatihan tentang pembuatan draft awal dokumen HDP rumah sakit. Selengkapnya Klik Disini
  3. In House Training (IHT) Penyusunan Perencanaan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (HDP)
    Paket In House Training Penyusunan Perencanaan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit akan dilaksanakan sebisa mungkin dalam kurun waktu maksimal 3 bulan. Selengkapnya Klik Disini
  4. Simulasi Penanggulangan Bencana Di Rumah Sakit
    Simulasi penanggulangan bencana bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi bencana sekaligus untuk menguji dokumen perencanaan penanggulangan bencana (HDP) yang sudah disusun rumah sakit. Selengkapnya Klik Disini
  5. Sosialisasi HDP oleh Dinas Kesehatan
    Sesuai dengan Permenkes 64 Tahun 2013 maka salah satu tugas Dinas Kesehatan dalam fase pra bencana adalah menyelenggarakan sosialisasi kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya dalam menghadapi bencana, dalam hal ini bentuknya bisa berupa HDP untuk Rumah Sakit atau PHCDP untuk Puskesmas. Selengkapnya Klik Disini
  6. Pelatihan Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana di Puskesmas (Primary Health Care Disaster Plan (PHCDP))
    Tidak hanya rumah sakit, puskesmas sebagai ujung tombak layanan kesehatan di daerah juga harus disiapkan dalam menghadapi bencana. Termasuk juga dalam akreditasi puskesmas saat ini. Selengkapnya Klik Disini
  7. Pengembangan Kurikulum Manajemen Bencana Kesehatan di Perguruan Tinggi Kesehatan
    Mahasiswa kesehatan (calon tenaga kesehatan) harus disiapkan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan. Bagaimana kurikulum untuk manajemen bencana kesehatan dikembangkan dan diajarkan? SelengkapnyaKlik Disini
  8. Blended Learning Bagian Operasional dalam Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit
    Bagian operasional di rumah sakit untuk penanggulangan bencana merupakan bagian yang paling padat SDM dan tugasnya. Bagaimana perencanaan dalam HDP dan mekanisme pelaksanaannya dibahas dalam paket pelatihan ini. Selengkapnya Klik Disini
  9. Seminar dan Workshop
    Kami juga kerap melaksanakan workshop dan seminar. Daftar seminar 2016 dan 2017, Klik Disini

Website Manajemen

mrsmpk
mjkmpkk

Pengembangan website-website manajemen dilandasi dengan logika berfikir bahwa kebijakan yang baik dapat gagal dalam pelaksanaannya karena buruknya manajemen organisasi dan program. Selengkapnya

Website Isu Prioritas

bencanakiadeskes
mutupel dokter-ruralm aids2
Website-website isu prioritas dikembangkan agar berbagai tujuan utama sistem pembangunan kesehatan Indonesia dapat dicapai dengan lebih cepat. Selengkapnya

Website Terkait

altwhodepkesaltaltaltidrccawbibkkbn