Hot News

Pacific Angel Kali ini di Yogyakarta : Kolaborasi Militer dan Sipil untuk Kesehatan Masyarakat

hot-news1-edit

Yogyakarta-PKMK. Sedang berlangsung kegiatan Pacific Angel 13-2 di Desa Madurejo, Prambanan sejak Senin (22/04/2013) hingga Minggu (28/04/2013). Pacific Angel 13-2 merupakan kegiatan latihan bersama antarmiliter (TNI dan USPACAF) dan sipil. Latihan ini merupakan kegiatan latihan rutin dengan tujuan meningkatkan koordinasi antara militer dan sipil khususnya dengan pemerintah daerah setempat dalam penanganan Humanitarian Assisstance and Disaster Relief (HADR). Kali ketiga ini militer bekerjasama dengan  universitas, rumah sakit, dan NGO yang ada di Yogyakarta. Ada UGM yang mengerahkan Fakultas Kedokteran (Kedokteran Umum, Kedokteran gigi,Keperawatan, dan Residen mata), Pokja Bencana, Rumah Sakit Akademik, dan Rumah Sakit Sardjito. Dari MDMC dengan menggait Universitas Muhamadiyah Yogyakarta dan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah. Serta YAKUM yang menggait universitas Kristen Duta Wacana, YEU, dan Rumah Sakit Batesda 2. Kegiatan untuk kesehatan masyarakat ini meliputi kegiatan pelayanan kesehatan, penyuluhan kesehatan, perbaikan rumah, dan latihan evakuasi di udara.

 

Kuliah Tamu dari Jerman Mengenai Climate Change

IlustrasiMinggu ini Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan FK UGM mengadakan kuliah tamu bagi mahasiswa dan cipitas FK UGM. Kuliah tamu ini khusus mendatangakan Prof. Dr. Rainer Sauerborn dari Institute of Public Health University of Heidelberg. Topik yang dibahas mengenai Climate Change and Human Health. Akan dilaksanakan pada Jumat, 12 April 2013. Pukul 10.00 – 11.30 WIB di ruang kuliah lantai dua gedung S3 FK UGM.

Climate Change selalu hangat menjadi topik diskusi. Apalagi berbicara mengenai dampak Climate Change terhadap kesehatan manusia. Banyak pakar mencoba menjelaskan sebenarnya hubungan antara Climate Change dengan kesehatan manusia serta tantangan dalam penanggulangannya. Diskusi ini harapannya menghasilkan pengetahuan dan kebijakan mengenai Climate Change.

 

Telemedicine Indonesia Terhambat Biaya Mahal

dr. Erik Tapan, MHA, pengamat informatika kedokteranJakarta, PKMK. Penerapan telemedicine di Indonesia terhambat oleh sejumlah faktor. Satu di antaranya adalah biaya penyelenggaran infrastruktur teknologi informasi yang masih mahal. dr. Erik Tapan, MHA, pengamat informatika kedokteran,  mengatakan hal tersebut di Jakarta hari ini.

   

Page 1 of 5

Arsip Kegiatan

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1898
mod_vvisit_counterMinggu ini59575
mod_vvisit_counterBulan ini202107
mod_vvisit_counterTotal kunjungan2598455

Today: May 25, 2013

Berita

Fans on Facebook