logo

ugm-logo

Baznas & BNPB Kampanyekan Pencegahan Bencana

Bisnis.com, JAKARTA-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menghimpun dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) untuk penanggulangan bencana.

Direktur Baznas Tanggap Bencana (BTB), Ahmad Fikri, mengatakan kegiatan penghimpunan ZIS itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana pada 26 April.

“Melalui kegiatan tersebut Baznas dan BNPB mengampanyekan kepada masyarakat tentang urgensi mengubah paradigma bencana dari respon menjadi pencegahan,” katanya, Minggu (15/4/2018).

Dia menyampaikan hal itu dalam talk show bertajuk Siap siaga dengan berbagi di area Car Free Day Jl MH Thamrin Jakarta, Minggu pagi ini, bersama Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Bernardus Wisnu Widjaja.

Menurutnya, Baznas Tanggap Bencana (BTB) memiliki banyak program, diantaranya Sekolah Sungai, Sekolah Aman Bencana, Kampung Tanggap Bencana, dan BTB Goes to School.

Selain itu, lanjutnya, melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan BNPB, BTB ikut membantu pengungsi Rohingya di Myanmar dan Bangladesh, serta krisis Asmat Papua, pengungsi Gunung Agung Bali, banjir di DKI Jakarta, dan bencana tanah longsor di sejumlah daerah di Tanah Air.

Dia menjelaskan selama 2016 terdapat 2.342 kejadian bencana, meningkat 35% dibandingkan tahun sebelumnya. Dan angka peristiwa kejadian bencana pada 2016 merupakan yang tertinggi sejak 2002.

Kejadian bencana tersebut, lanjutnya, mengakibatkan banyaknya jumlah warga yang terdampak bencana, seperti yang tercatat selama 2017 mencapai 3,2 juta warga mengungsi dan sekaligus menyebabkan jumlah warga miskin meningkat.

“Sekitar 80% dari warga yang terdampak bencana alam ini akhirnya berstatus menjadi miskin lagi. Meski sebelumnya mereka sudah masuk kategori sejahtera," ujarnya. 

Fikri mengungkapkan bahwa Baznas bekomitmen ikut mendorong realisasi Tujuan-Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yakni nol kemiskinan melalui pengurangan risiko bencana.

Adapun salah satu dari upaya merealisasikan SDGs nol kemiskinan itu, menurutnya, adalah dengan mengkampanyekan paradigma kesiapsiagaan bencana pada masyarakat.

“Sehingga jumlah warga terdampak akan berkurang karena mereka telah sadar dan siap siaga ketika bencana terjadi," tegasnya.