
Lewoleba: Sembilan desa di wilayah Kecamatan Atadei dan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, berpotensi tersapu tsunami jika Gunung Hobal meletus.
Gunung Hobal berjarak hanya 2 km dari Gunung Ile Werung ke arah laut. Status Gunung Hobal yang naik ke level waspada sejak Senin (19/8) karena aktivitas sudah di atas normal, peningkatan aktivitas seismik akibat aktivitas magma, tektonik, dan hidrotermal.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat selama ini telah memperingati warga di sembilan desa tersebut akan potensi dan bahaya tsunami jika Gunung Hobal meletus.
Kedahsyatan letusan Gunung hobal pernah terjadi pada 1979 yang melenyapkan puncak kawah gunung tersebut. Namun Pemerintah Kabupaten Lembata mengimbau warga untuk tetap tenang dan berkoordinasi dengan BPBD Lembata.
Kesembilan desa berpotensi tersapu tsunami jika terjadi peningkatan eskalasi Gunung Hobal adalah Desa Dulir, Knotan, Kahatawa, Mulandoro, Leworaja, Atakera, Luki, Wulandoni, dan Lamalera.
“Memang selama ini kita sudah melakukan peringatan dini dengan memasang pemberitahuan berupa plakat yang bertuliskan 'daerah rawan tsunami' karena posisi Gunung Hobal di tengah laut dan letusannya sangat dahsyat. Pada letusan 1979, Gunung Hobal bahkan melenyapkan Desa Waiteba. Hingga saat ini Desa Waiteba dan puing-puing bangunan milik warga berada di dasar laut,” ujar pelaksana tugas Kepala BPBD Lembata Pit Bote.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lembata Andris mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim guna melakukan sosialisasi, penilaian bahaya, pengecekan sarana, pelaksanaan piket terbatas di desa, kecamatan, dan kabupaten, sementara warga diimbau tetap tenang dan wapada.