logo

ugm-logo

Agenda Mendatang

  • agenda2018
  • hdp

Hospital Disaster Plan Hari Kedua

  1. Epidemiology of Natural Disaster
    Oleh : dr. Sudibyakto

         
          Deskripsi singkat
:

Membicarakan tentang definisi bencana, bencana alam dan bencana akibat ulah manusia. Perubahan paradigma dalam manajemen bencana di dunia dan perkembangannya di Indonesia. Analisis potensi bencana alam di Indonesia seperti Gempa bumi, Tsunami, Banjir, Tanah Longsor, Erupsi Gunung Api, Kekeringan dan Kebakaran, dan Kegagalan Teknologi (Technological Failure). Tingkat kerawanan bencana dan bagaimana melakukan asesmen (assessment) serta analisis potensi risiko yang akan terjadi dan teknik/metode bagaimana mengembangkan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya mengurangi risiko. Berbagai upaya mitigasi risiko bencana, baik secara struktural maupun non-struktural dan berbagai kasus pengurangan risiko bencana termasuk garis besar penyusunan “disaster management plan” juga dibahas dalam sesi ini.

Materi presentasi

  1. Structural Component
    Oleh : Prof. Dr.Ir. Iman Satyarno., M.E

         
          Deskripsi singkat: 
  

Kejadian gempa di Indonesia beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa sebagian dari rumah sakit yang ada tenyata tidak aman terhadap gempa. Hal ini terbukti dengan adanya rumah sakit yang rusak atau bahkan roboh saat terkena sehingga tidak dapat menangani pasien. Padahal rumah sakit tergolong bangunan vital yang harus tetap dapat beroperasi dan melayani pasien setelah terjadinya gempa. Kerusakan atau robohnya rumah sakit dapat menambah jumlah korban karena pasien akibat gempa yang datang tidak dapat tertangani. Untuk itu para manajemen dan dokter rumah sakit seharusnya bisa mendeteksi kerentanan yang ada dan juga mengerti langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk mengurangi tingkat kerentanan bangunan rumah sakit baik sebelum terjadi gempa maupun setelah terjadi gempa

Materi presentasi

  1. Principal of Hospital Disaster Plan
    Oleh : dr. Hendro Wartatmo., SpB., KBD

         
          Deskripsi singkat:

Bagaimana membuat Hospital Disaster Plan dan mengapa harus ada Hospital Disaster Plan?. Dalam SK Menkes tentang penguatan rumah sakit dilakukan melalui 4 cara yaitu meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, meningkatkan sarana dan prasarana, meningkatkan manajemen dan melakukan pelatihan. Pada waktu bencana, rumah sakit memiliki kebutuhan yang melampaui batas kemampuan sehingga terjadi kekacauan. Kekacauan ini dapat dihindari oleh rumah sakit jika RS tersebut sudah memilki persiapan dengan baik yaitu memiliki Hospital Disaster Plan. Hospital Disaster Plan berbeda untuk setiap rumah sakit karena tiap rumah sakit mempunyai tipe bahaya yang berbeda. Adapun langkah-langkah menyusun Hospital Disaster Plan adalah adanya kebijakan, membentuk komite gawat darurat bencana, membuat struktur organisasi komite gawat darurat bencana, membuat protap, form dan fasilitas-fasilitas, mensosialisasikan program tersebut, melakukan pelatihan dan simulasi.

Materi presentasi

  1. Mental Health
    Oleh : Dr. Rahmat Hidayat., M.Psi

         
          Deskripsi singkat:

Bencana dampat menimbulkan dampak pada kondisi fisik, emosi, dan pikiran seseorang yang dapat berlanjut ke arah gangguan-gangguan mental dan perilaku. Selain itu, bencana pada umumnya berpengaruh negatif terhadap perasaan aman dan terlindung, yang dapat menurunkan kinerja dan keberfungsian seseorang. Hal ini, dialami baik oleh masyarakat luas yang terpapar bencana, maupun oleh staf medis, paramedis, teknis dan administratif rumah sakit. Penanganan kesehatan mental primer pada umumnya bukan merupakan bagian dari emergency response dari rumah sakit. Namun penurunan keberfungsian staf yang berdampak pada kemampun kerja dalam situasi emergency harus menjadi perhatian setiap rumah sakit. Karena itu dukungan psikososial bagi staf rumah sakit perlu menjadi bagian dalam Hospital Disaster Plan (HDP).

Materi presentasi

  1. Management Deceased :
    Oleh : dr. I. B. GD. Surya Putra P, Sp.F

         

          Deskripsi singkat:

Bahwa pada saat bencana banyaknya korban tidak dapat diprediksi, baik korban hidup maupun korban meninggal. Korban meninggal akibat bencana kemudian di rujuk ke rumah sakit. Untuk korban meninggal pada prinsipnya dilakukan identifikasi atau mengenal jati diri. Sehingga korban meninggal tersebut dapat diketahui kejelasan jati dirinya dan dapat diserahkan kepada keluarganya sehingga nanti dapat dimakamkan. Korban meninggal banyak yang harus ditangani, akan tetapi kapasitas kamar mayat dirumah sakit terkadang belum memenuhi kapasitas. Dalam penatalaksanaan korban meninggal yang paling penting adalah ketepatan bukan kecepatan.

Materi presentasi

  1. SIM in Disaster
    Oleh : dr. Lucky Tjahjono., M.Kes

         
          Deskripsi Singkat:

Penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana harus dilakukan secara cepat, tepat dan hal tersebut akan terjadi apabila didukung oleh informasi kejadian bencana dan akibat yang ditimbulkannya secara cepat, tepat dan akurat.

Materi presentasi

  1. Conceptual Framework in Disaster Management.
    Oleh : dr. Lucky Tjahjono., M.Kes

         
          Deskripsi Singkat:

Krisis kesehatan yang timbul akibat bencana memerlukan penanganan yang terkoordinasi dari berbagai pihak baik lintas program maupun lintas sektor yang terkait dalam penanganan krisis kesehatan di Rumah Sakit akibat bencana. Dengan terintegrasi dan terkoordinasinya penanganan krisis kesehatan mulai dari upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat sampai pemulihan krisis kesehatan di Rumah Sakit akibat bencana oleh berbagai pihak yang terlibat, diharapkan dampak yang timbul akibat bencana dapat ditekan seminimal mungkin.

Materi presentasi

  1. Activasi and Deactivation
    Oleh : dr. Lucky Tjahjono., M.Kes

         
          Deskripsi Singkat:

Aktifasi Hospital Disaster Plan adalah suatu proses ekskalasi struktur organisasi rumah sakit dalam keadaan normal menjadi struktur dalam keadaan bencana. Deaktifasi Hosdip adalah suatu proses normalisasi dari struktur organisasi dalam keadaan bencana kembali menjadi struktur normal. Keduanya dilakukan berdasarkan parameter yang telah disepakati.

Materi presentasi