hutri-69-baru

Draft SOP Rawat Inap

KOMITE TANGGAP BENCANA
No. Dokumen 17/5/2010
, Tanggal Terbit 17/Mei/2010

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR MOBILISASI PASIEN BENCANA
PENGERTIAN:  Mengatur mobilsasi pasien saat terjadi lonjakan karena bencana.
TUJUAN: Supaya pasien dapat tempat perawatan yang layak dan dapat perawatan yang baik.
KEBIJAKAN
1.SK Direktur RSUD Sidoarjo nomor 92 thn 2003
2.Penempatan pasien di masing masing ruang yang bisa untuk penempatan lonjakan pasien
3.Bila penempatan pasien tidak muat, bisa di tambah di bagian salasar ruangan
PROSEDUR
1.Pasien dari IGD yang memerlukan perawatan rawat inap
2.Bisa masuk ke ruang mawar putih klas III
3.Bisa masuk ke ruang mawar kuning klas III
4.Bisa masuk ke ruang teratai kelas II
5.Bisa masuk ke ruang tulip kelas I
6.Mendapatkan perawatan yang layak dan profesional sesuai standart perawatan
UNIT TERKAIT   
1.IGD
2.Ruang Mawar kuning
3.Ruang teratai
4.Ruang tulip
5.Ruang pink
6.Ruang mawar putih/mawar merah

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR PENAMBAHAN TEMPAT TIDUR
PENGERTIAN:Adanya penambahan Tempat Tidur (TT) di ruang yang semula ruangan berisi 3 TT, bisa ditambah 1-2 TT, juga untuk ruangan yg berisi 4 TT bisa ditambah dengan 1-2 TT, selain itu, penambahan TT juga dapat dilakukan di selasar rawat inap sesuai kondisi ruangan.
TUJUAN : Untuk menampung jumlah lonjakan pasien saat terjadi bencana.
KEBIJAKAN     
1.SK Direktur rsud sidoarjo nomor 92 thn 2003
2.Penambahan tempat tidur di masing masing ruang sesuai kebutuhan dan lokasi ruang
3.Koordinasi dengan bagian perencanaan dalam hal sarana dan prasarana.
PROSEDUR
1.Pasien berasal dari IGD saat terjadi bencana dan diindikasikan untuk MRS.
2.Penyediaan TT di masing-masing ruangan.
3.Penambahan tempat tidur di masing masing ruang
UNIT TERKAIT    
1.IGD
2.IPS / IPL
3.Manajemen (Bagian Perencanaan)

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR ADMINISTRASI PASIEN BENCANA

PENGERTIAN:Perawatan pasien bencana secara administrasi harus ditulis sesuai prosedur dan dipermudah birokrasinya.
TUJUAN:Tidak menyulitkan korban dan lebih efektif serta untuk kelancaran pasien.
KEBIJAKAN    
1.SK DIREKTUR RSD Sidoarjo nomor 92 thn2003
2.Dilakukan oleh petugas administrasi  di masing-masing ruangan.
PROSEDUR   
1.Semua proses dalam hal administrasi dari awal sampai akhir dilakukan oleh petugas administrasi di setiap ruangan.
2.Pengkajian data medis pasien dilengkapi oleh petugas di masing-masing ruangan.
UNIT  TERKAIT   
1.Petugas administrasi
2.Bagian keuangan
3.Pihak manajemen
4.Bagian verifikator
5.Bagian IT
6.Bagian Rekam Medis

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR PERENCANAAN PASIEN PULANG

PENGERTIAN: Pasien telah dinyatakan pulang oleh tim medis yang merawat sesuai indikasi.
TUJUAN :Mobilisasi pasien bencana di rawat inaP
KEBIJAKAN    
1.SK Direktur
2.Sesuai indikasi medis
PROSEDUR
1.Pasien telah dinyatakan untuk bisa pulang / KRS
2.Melengkapi status dan diagnosis sesuai ICD.
3.Memberikan discharge planning pasien KRS
4.Melakukan koordinasi dengan pihak manajemen (HUMAS) dalam hal pemulangan pasien.
UNIT TERKAIT   
1.Semua ruangan di RSUD Sidoarjo
2.Tim medis
3.HUMAS

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR PEMERIKSAAN LABORAT BAGI PASIEN BENCANA

PENGERTIAN : Pasien korban bencana yang memerlukan pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi medis.
TUJUAN : Untuk menegakkan diagnosis pasien
KEBIJAKAN    
1.SK Direktur RSUD Sidoarjo
2.Pemeriksaan laborat sesuai indikasi medis pasien
PROSEDUR
1.Melakukan pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi medis.
2.Bahan pemeriksaan diambil oleh petugas laboratorium.
3.Blanko permintaan pemeriksaan laboratorium ditandatangani oleh dokter yang menangani pasien.
UNIT TERKAIT   
1.Unit laboratorium
2.Unit ruangan

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR PEMERIKSAAN RADIOLOGI

PENGERTIAN: Pasien korban bencana yang memerlukan pemeriksaan radiologi sesuai indikasi medis
TUJUAN     Untuk menegakkan diagnosis pasien
KEBIJAKAN    
1.SK Direktur RSUD Sidoarjo
2.Pemeriksaan radiologi sesuai indikasi medis pasien
PROSEDUR
1.Melakukan pemeriksaan radiologi sesuai indikasi medis.
2.Pasien diantar oleh petugas ruangan untuk dilakukan pemeriksaan radiologi.
3.Blanko permintaan pemeriksaan radiologi ditandatangani oleh dokter yang menangani pasien.
UNIT TERKAIT   
1. Unit Radiologi
2. Unit ruangan

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR TINDAKAN OPERATIF PASCA BENCANA BAGI PASIEN BENCANA

PENGERTIAN: Tindakan operatif bagi pasien post plating  saat bencana yang perlu dilakukan aff plate.
TUJUAN : Mencegah terjadinya komplikasi pada pasien bencana.
KEBIJAKAN    
1.SK Direktur RSUD Sidoarjo
2.Aff plate gratis bagi pasien bencana
PROSEDUR
1.Melakukaan pendataan / kroscek pada pasien yang akan dilakukan aff plate
2.Persiapan pasien yang akan dilakukan aff plate
3.Dilakukan pemerikasaan laborat lengkap
4.Dilakukan pemeriksaan radiologi
5.Dilakukan konsul anestesi
6.Dilakukan aff plate
UNIT TERKAIT   
1.Poli Orthopedi
2.Ruangan
3.Anestesi
4.OK

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR MOBILISASI PASIEN BENCANA

PENGERTIAN:Pencatatan dan pelaporan dokumentasi medis pasien harus terisi dengan lengkap dan akurat.
TUJUAN :Sebagai bukti, tanggung jawab dan tanggung gugat.
KEBIJAKAN     
1.SK Direktur RSUD Sidoarjo
2.Kelengkapan dan keakuratan dokumentasi medis pasien bencana.
PROSEDUR    
1.Melakukan dan mencatat semua tindakan medis yang dilakukan pada pasien bencana.
2.Mengecek kelengkapan status pasien bencana.
3.Melaporkan dokumentasi medis yang sudah lengkap
4.Membuat ekspedisi laporan dalam hal pengiriman dokumen.
UNIT TERKAIT    
1.Ruangan
2.Bagian Rekam Medis

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR PENGATURAN DAFTAR DINAS PETUGAS RUANGAN

PENGERTIAN: Pengaturan daftar dinas petugas ruangan saat terjadi bencana.
TUJUAN     Memperlancar pelayanan sehingga bisa memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien bencana
KEBIJAKAN
1.SK Direktur
2.Kepala Ruangan
PROSEDUR
1.Menghubungi semua petugas ruangan yang libur jaga pada saat terjadi bencana.
2.Kepala ruangan membuat daftar dinas jaga pagi, sore, malam.
3.Melibatkan petugas kesehatan dari instansi kesehatan di sekitar RSD Sidoarjo (Puskesmas di Kabupaten Sidoarjo, RSI Siti Hajar, RS Delta Surya, RS Bhayangkara, RS Mitra Keluarga).
4.Meminta bantuan ke isntitusi pendidikan kesehatan (Akper Sidoarjo, DM UWKS, PPDS UNAIR).
5.Melibatkan bantuan petugas kesehatan dari luar daerah / Sukarelawan.
UNIT TERKAIT   
1.RSD Sidoarjo
2.Instansi Kesehatan (Puskesmas, RSI Siti Hajar, RS Delta Surya, RS Bhayangkara, RS Mitra Keluarga).
3.Instansi pendidikan kesehatan (Akper Sidoarjo, DM UWKS, PPDS UNAIR).
4.Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR PERMINTAAN DARAH BAGI KORBAN BENCANA

PENGERTIAN:Pemenuhan permintaan darah bagi pasien bencana yang memerlukan tranfusi darah sesuai dengan indikasi medis.
TUJUAN : Memenuhi kebutuhan pasien bencana yang membutuhkan tranfusi darah.
KEBIJAKAN     
1.SK Direktur RSD Sidoarjo
2. Ketua PMI Sidoarjo
3.Pemenuhan Kebutuhan darah secara gratis pada pasien bencana.
PROSEDUR
1.Mengisi formulir permintaan darah dan ditandatangani oleh dokter yang menangani pasien.
2.Mengambil sampel darah pasien.
3.Mengantar sampel darah pasien yang bersangkutan oleh petugas ruangan.
4.Mengambil darah yang diperlukan bagi pasien yang dilakukan oleh petugas ruangan dengan menggunakan box darah.
5.Melakukan tranfusi darah pada pasien.
UNIT TERKAIT    
1.Ruangan
2.Bank Darah RSD Sidoarjo
3.PMI Sidoarjo

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR INVENTARIS PERALATAN PERTOLONGAN
PENGERTIAN: Penginventarisasian semua peralatan yang digunakan saat perawatan pasien bencana
TUJUAN     Menghindari terjadinya kehilangan peralatan medis yang digunakan untuk perawatan pasien bencana di masing-masing ruangan.
KEBIJAKAN : Kepala ruangan tentang inventarisasi
PROSEDUR   
1.Pencatatan semua peralatan medis yang diperlukan saat terjadinya bencana.
2.Membuat bon pemiinjaman / pengembalian peralatan medis yang diperlukan.
UNIT TERKAIT   
1.Semua ruangan di RSD Sidoarjo
2.IPS / IPL

STANDART OPERASIONAL PROSEDUR PEMAKAIAN O2 BAGI KORBAN BENCANA

PENGERTIAN: Pemenuhan kebutuhan oksigen bagi pasien bencana yang memerlukan.
TUJUAN : Terpenuhinya kebutuhan oksigen bagi pasien bencana
KEBIJAKAN     
1.Pasien bencana yang membutuhkan oksigen ditempatkan di ruangan yang telah tersedia oxygent central.
2.Pasien yang tidak memerlukan oksigen ditempat di tempat yang tidak tersedia oxygent central.
PROSEDUR
1.Mengidentifikasi pasien bencana yang memerlukan oksigen.
2.Mobilisasi pasien di ruangan yang tersedia oxygen central.
3.Memberikan oksigen sesuai dengan kebutuhan.
4.Melakukan koordinasi dengan pihak farmasi.
UNIT TERKAIT
1.Ruangan
2.Bagian Farmasi
3.IPS