logo2

ugm-logo

Training RDP Dinkes Kota Jogja

 

PEMBENTUKAN SISTEM KEWASPADAAN DAN PENANGANAN TERPADU MASALAH KESEHATAN DALAM BENCANA DI KOTA YOGYAKARTA

 

LATAR BELAKANG

Bencana merupakan hasil interaksi antara suatu bahaya dengan penduduk atau masyarakat di suatu wilayah dengan akibat yang kompleks dan seringkali tidak terduga. Bencana seringkali menimbulkan masalah kesehatan y­ang cukup besar baik masalah kedaruratan medis saat terjadinya bencana maupun masalah kesehatan yang timbul sebagai akibat terjadinya bencana. Pada penanggulangan bencana, sektor kesehatan hanya merupakan satu diantara sektor-sektor lain yang harus ditangani, namun demikian sektor ini merupakan sektor yang vital karena menyangkut langsung hidup dan kehidupan manusia.

Bencana gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta beberapa tahun yang lalu merupakan contoh di antara sekian banyak episode bencana yang terjadi saat ini. Kejadian tersebut merupakan pelajaran berharga bagi kita semua karena bencana seperti itu sering tidak terduga dan kadang berakibat buruk karena ketidaksiapan dalam penanganan. Pada saat terjadi bencana gempa bumi di Jogjakarta sangat jelas terlihat bahwa sistem yang ada termasuk sistem bidang kesehatan belum sepenuhnya siap sehingga masih terjadi kesimpangsiuran dalam penanganan bencana. Sumber daya yang ada baik tenaga, logistik maupun dana belum dapat difungsikan atau dimanfaatkan dengan baik saat terjadinya bencana karena belum adanya sistem atau organisasi terpadu untuk menangani bencana.

Manajemen bencana dari sudut pandang kesehatan dapat dilihat sebagai sebuah sistem yang kompleks yang harus dipelajari untuk memberikan input sebagai dasar ilmiah untuk membuat keputusan dan tindakan. Dalam kondisi bencana sistem yang ada diantaranya sistem kesehatan di suatu daerah seringkali kolaps dan tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga diperlukan suatu sistem penanggulangan bencana yang terkoordinir yang dapat mensupport (mengambil alih wewenang) dalam penanganan bencana. Sistem penanggulangan bencana yang dibentuk diharapkan dapat berfungsi dalam penanganan sebelum, pada saat dan setelah terjadinya bencana dan dengan dibentuknya sistem penanggulangan bencana dapat mengakomodir semua sumber daya kesehatan yang ada dalam penanggulangan bencana.

Pembentukan sistem kewaspadaan dan penanganan terpadu (networking) masalah kesehatan dalam bencana merupakan pembentukan sistem atau suatu organisasi terpadu yang bertumpu pada masalah kesehatan dengan melakukan koordinasi lintas sektor. Dengan terbentuknya suatu sistem terpadu diharapkan tidak akan terjadi lagi kesimpangsiuran dalam penanganan masalah bencana terutama di sektor kesehatan.

TUJUAN

Terbentuknya suatu Sistem Kewaspadaan dan Penanganan Terpadu Masalah Kesehatan Dalam Bencana di Kota Jogjakarta yaitu terbentuknya suatu organisasi jejaring penanganan bencana sektor kesehatan di Kota Yogyakarta.


PESERTA

Workshop ini diikuti 30 peserta dari sektor kesehatan dan dari beberapa sektor terkait yang diharapkan memiliki kepedulian dengan masalah bencana.

  1. Pemerintah Kota Yogyakarta : BAPPEDA, Dinsosnakertrans, Linmas dan PBK (3)
  2. Dinas Kesehatan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (2)
  3. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta (5)
  4. Rumah Sakit di Kota Yogyakarta (5)
  5. Puskesmas di Kota Yogyakarta (4)
  6. Lembaga Sosial Masyarakat : PMI, YEU, MER-C (4)
  7. Pusat Studi Bencana Alam  (3)
  8. TNI , POLRI (2)
  9. BMKG (1)


PEMBICARA

  1. Kebijakan Penanggulanggan Bencana Kota Yogyakarta: dr. Choirul Anwar (Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta)
  2. Konsep Regional Disaster Plan : dr Hendro Wartatmo SpB KBD
  3. Pembentukan organisasi Penanganan  bencana bidang kesehatan dr. Hendro Wartatmo SpB KBD
  4. Logistik dan transportasi:  Dr. Sulanto Saleh Danu, Sp FK
  5. Unit Operasional:  Dr Bella Donna dan dr. Edi Wibowo
  6. Sistem Informasi dan survailance: Sucipto SKM
  7. Aspek Legalitas Penanggulangan Bencana: Drs. Sudarsono, M


Agenda Kegiatan

PROSES KEGIATAN

Adapun Hasil dari kegiatan “Workshop-Pembentukan Sistem Kewaspadaan dan Penanganan Terpadu Masalah Kesehatan dalam Bencana di Kota Yogyakarta” adalah sebagai berikut:

Waktu dan Tempat

Waktu   : 15 - 16 Desember 2009

Tempat : FK UGM

 

Pelaksanaan Kegiatan:

Pertemuan ini dilaksanakan selama 2 hari, peserta berjumlah 30 orang yang berasal dari berbagai lintas sektor yang ada di wilayah kota seperti dari TNI, Kepolisian, Linmas, PMI, YEU, MERC, Puskesmas, Rumah Sakit, dan Dinas Kesehatan kota. Pertemuan ini menghasilkan Struktur Organisasi Tim Penanggulangan Bencana Dinas Kesehatan Kota dan Lintas Sektoral yang terpadu

Rangkaian Kegiatan

Hari Pertama: Selasa, 15 Desember 2009

Pertemuan dilaksanakan selama dua hari yang diawali oleh pembukaan dr. Choirul Anwar, M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Peserta yang hadir berjumlah 30 orang yang berasal dari berbagai lintas sektor yang ada di wilayah kota, seperti dari TNI, Kepolisian, Linmas, PMI, YEU, MERC, Puskesmas, Rumah Sakit, dan Dinas Kesehatan Kota.

Setelah pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi oleh narasumber:

Materi I

Materi pada sesi pertama disampaikan oleh dr. Choirul Anwar, M.Kes (Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta) mengenai Kebijakan Penanggulangan Bencana Bidang Kesehatan. Beliau menjelaskan tentang konsep dasar bencana, konsep Governance dalam pengendalian bencana, Penanggulangan kesehatan akibat bencana, kegiatan yang dilakukan baik pada saat pra bencana, saat bencana maupun Pasca bencana. Selain itu, juga dijelaskan tentang system informasi penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI No.64/Menkes/SK/II/2006.

Materi II

Materi kedua dengan topic Konsep Regional Disaster Plan disampaikan oleh dr. Hendro Wartatmo, SpB.KBD. beliau menjelaskan tentang Konsep dari Regional Disaster Plan baik dari aspek latar belakang pelaksanaan kegiatan maupun tujuan yang diharapkan. Selain itu, beliau juga memaparkan tentang kegiatan yang dilaksanakan dalam regional disaster plans.

Materi III

Materi ketiga, disampaikan oleh Drs. Sudarsono, MM dengan Topik Aspek Legalitas Penanggulangan Bencana. Pada sesi ini, pembicara memaparkan kebencanaan dilihat dari aspek legalitas penanggulangan bencana.

Materi IV

Materi terakhir disampaikan oleh dr. Hendro Wartatmo, SpB.KBD. mengenai Pembentukan Organisasi Penanggulangan Bencana di Bidang Kesehatan.


Setelah pemaparan materi oleh Narasumber, peserta dibagi dalam 4 kelompok untuk membahas dan membuat struktur tim penanggulangan bencana. Berikut adalah kelompok dan topic yang dibahas oleh peserta kegiatan:
Kelompok 1: Tim Koordinasi
Kelompok 2: Tim Operasional
Kelompok 3: Tim Logistik
Kelompok 4: Tim Perencanaan

Hari Kedua: Rabu, 16 Desember 2009

Hari kedua para peserta melanjutkan diskusi mengenai topic yang sudah didapatkan pada hari pertama. Setelah diskusi peserta dikelompok, hasil yang didapatkan oleh masing-masing kelompok kemudian dipresentasikan dan dibahas oleh peserta. Dari presentasi masing-masing kelompok maka terbentuklah Struktur Organisasi Tim Penanggulangan Bencana Dinas Kesehatan Kota dan Lintas Sektoral yang terpadu.

Pertemuan ini kemudian ditutup oleh masukan dari sub bagian Yanmed dan dari PMPK menutup rangkaian acara secara keseluruhan

Dokumentasi Kegiatan

Berikut ini adalah galeri foto kegiatan yang telah dilaksanakan:

{gallery}rdp_jogja{/gallery}

-Materi Kegiatan Workshop-