logo2

ugm-logo

Health Education in Disaster Risk Reduction

Artikel ini membahas penyakit menular pasca bencana dengan review delapan bencana besar yang pernah terjadi di Indonesia. Ketika di pengungsian, berbagai penyakit muncul akibat kacaunya situasi dan kurangnya sarana yang memadai. Penyakit yang paling banyak muncul adalah penyakit yang ditularkan dari air dan udara; diantaranya diare, hepatitis A dan E, campak, malaria, tetanus, dan DBD. Penyakit menular tersebut harus diwaspadai dan dipantau ketika bencana terjadi. Salah satu solusi yang dijelaskan dalam artikel ini adalah penting untuk melakukan integrasi pendidikan kesehatan terkait bencana baik di sekolah dan lingkungan masyarakat. Misalnya menyusun perencanaan mengurangi risiko bencana berbasis masyarakat termasuk penyebaran informasi dan membentuk komunitas atau desa tangguh bencana. Selengkapnya Klik Disini

Artikel selanjutnya berkaitan dengan artikel di atas dan masih dengan wilayah Indonesia. Artikel ini membahas penguatan komunitas tangguh bencana, faktor kontribusi dari kolaborasi antara sekolah dan komunitas di area terdampak tsunami Aceh. Peneliti beranggapan bahwa saat ini sekolah memiliki peluang besar untuk membangun kemitraan dengan otoritas pendidikan, komite sekolah, orang tua/ keluarga, komunitas dan pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan ketahanan terhadap bencana. Keefektifan kolaborasi sekolah dan komunitas ini adalah adanya kepemimpinan, kepercayaan, fasilitas dan struktur, sumber dana, pengembangan kapasitas, kesadaran semua pihak, peraturan dan kebijakan yang didapatkan dari pemerintah, masyarakat dan lembaga swasta. Selengkapnya Klik Disini

Edisi kali ini juga kami menyuguhkan laporan dari Sigi, dimana pendampingan Caritas dan PKMK pada dinas kesehatan kabupaten Sigi berjalan baik dan bermanfaat. Dalam perjalanan pendampingannya, ditemukan sejumlah potensi bencana di Sigi. Harapannya, dinas kesehatan disaster plan yang tengah disusun dapat menjawab kebutuhan penanganan bencana di lapangan. Selengkapnya  Klik Disini