logo2

ugm-logo

Kesenjangan Pengetahuan serta Implementasi dalam Pengurangan Risiko Bencana dan Perencanaan Tata Ruang

Paper ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterlibatan berbagai aktor dalam penyusunan rencana tata ruang Kota Palu sebelum kejadian multi-bahaya 2018. Selain itu, mengevaluasi sejauh mana pengurangan risiko bencana (PRB) diarusutamakan dalam rencana tata ruang. Studi ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan perencanaan berbasis risiko dan analisis pemangku kepentingan. Temuan Penting agar PRB diarusutamakan dalam perencanaan tata ruang mulai dari persiapan hingga pelaksanaannya. Bencana dapat terjadi ketika terdapat kesenjangan pengetahuan dalam proses perencanaan. Hal ini mengakibatkan pembangunan di daerah rawan bencana bahkan di daerah berisiko tinggi. Oleh karena itu, pengarusutamaan PRB ke dalam perencanaan tata ruang memerlukan pedoman nasional yang menawarkan kepada perencana di tingkat lokal panduan yang jelas dan rinci tentang apa yang harus mereka persiapkan, pertimbangkan dan lakukan dalam proses perencanaan tata ruang berbasis risiko. Implikasi praktis Perencanaan tata ruang yang tidak mengarusutamakan PRB dapat menyebabkan konsekuensi bencana berupa korban dan kerugian ketika multi-bahaya terjadi.  Studi ini memberikan temuan berbasis bukti tentang pentingnya pengarusutamaan PRB ke dalam perencanaan tata ruang, terutama di daerah rawan multi-bahaya, yang dapat dioptimalkan melalui risiko -pendekatan perencanaan berbasis. Artikel ini dipublikasikan pada 2021 di jurnal Science Gate.

Selengkapnya