Bencana, perubahan iklim, dan kedaruratan kesehatan kini menjadi ancaman lintas negara yang tidak dapat ditangani secara sendiri-sendiri. Dalam Pertemuan ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM) ke-48, Indonesia menegaskan pentingnya membangun resiliensi berkelanjutan melalui penguatan kesiapsiagaan masyarakat, sistem peringatan dini, serta kolaborasi regional dalam menghadapi risiko bencana yang semakin kompleks. Pendekatan ini menjadi penting karena setiap bencana berpotensi memicu krisis kesehatan, mulai dari meningkatnya korban jiwa dan cedera hingga terganggunya layanan kesehatan, munculnya penyakit menular, dan dampak psikososial pada masyarakat terdampak. Oleh karena itu, penguatan sistem kesehatan yang tangguh, koordinasi lintas sektor, dan kerja sama antarnegara menjadi bagian penting dalam manajemen bencana kesehatan di kawasan ASEAN. Bukti ilmiah juga menunjukkan bahwa tata kelola yang terintegrasi dan kolaborasi multipihak merupakan fondasi utama dalam meningkatkan ketahanan sistem kesehatan terhadap berbagai ancaman bencana dan krisis di masa depan.
Selengkapnya:
2. Jurnal: https://doi.org/10.15171/

