Reportase
Webinar “Resiliensi Fasilitas Kesehatan : Membangun Kesiapsiagaan Operasional dalam Menghadapi Krisis Kesehatan”
Seri 1 : Topik “Mitigasi, Risiko dan Alur Pelayanan Darurat”
Selasa, 12 Mei 2026
PKMK-Yogyakarta. Pemerintah terus menunjukkan komitmen jangka panjang dalam memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan menghadapi berbagai situasi darurat. Langkah ini ditegaskan kembali melalui terbitnya Permenkes Nomor 1 Tahun 2026 yang mengatur tentang Kejadian Luar Biasa (KLB), Wabah, dan Krisis Kesehatan. Regulasi tersebut secara eksplisit mengamanatkan perwujudan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Aman Bencana sebagai standar mutlak dalam pelayanan publik. Kemudian, dalam rangka membangun ketangguhan tersebut, diperlukan rangkaian upaya terintegrasi yang mencakup mitigasi, analisis risiko, pengaturan layanan darurat, pembentukan sistem komando, penguatan kapasitas SDM, hingga evaluasi sistem

Dok. PKMK “Pembukaan Webinar Resiliensi Fasilitas Kesehatan : Membangun Kesiapsiagaan Operasional dalam Menghadapi Krisis Kesehatan” Seri 1 oleh dr. Muhammad Alif Seswandhana.
Pada kesempatan ini, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM melaksanakan Webinar “Resiliensi Fasilitas Kesehatan : Membangun Kesiapsiagaan Operasional dalam Menghadapi Krisis Kesehatan” Seri 1 : Topik “Mitigasi, Risiko dan Alur Pelayanan Darurat” yang dilaksanakan secara daring. Webinar ini diikuti oleh 26 peserta melalui Zoom yang berasal dari akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan pada Selasa (12/5/2026). Webinar dibuka oleh dr. Muhammad Alif Seswandhana selaku moderator pada webinar kali ini. dr. Alif menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi para peserta pada seminar kali ini serta memperkenalkan narasumber yang akan memberikan materi pada webinar series yang pertama ini.

Dok. PKMK “Critical Incident Management : Konsep Terintegrasi Prehospital-Hospital dalam Krisis Kesehatan” oleh dr. Ali Haedar, Sp.EM, KPEC, Ph.D, FAHA, FICEP.
Materi pertama disampaikan oleh dr. Ali Haedar, Sp.EM, KPEC, Ph.D, FAHA, FICEP, mengenai “Critical Incident Management : Konsep Terintegrasi Prehospital-Hospital dalam Krisis Kesehatan”. Pada kesempatan ini, dr. Haedar menjelaskan tentang dasar-dasar manajemen korban massal dan respons terintegrasi atau yang lebih dikenal dengan Mass Casualty Incident (MCI) yaitu insiden yang menghasilkan jumlah korban yang melampaui kemampuan layanan darurat lokal untuk merespon dengan cara normal. Dalam penanganan kasus seperti ini diperlukan adanya sistem serta manajemen yang baik mulai dari komando terpadu, rantai penyelamatan terstruktur, serta respons multi-sektoral. Kemudian dr. Haedar menambahkan mengenai kerangka enam langkah (six-step response) dimulai dari mengambil alih komando, penilaian ancaman dan risiko, penetapan perimeter, membuat pos komando sentral, hingga manajemen sumber daya dilakukan untuk mencegah individualisme dan menghentikan perpanjangan waktu korban massal. Terakhir disampaikan oleh dr. Haedar bahwa paradigma penanganan korban massal bergeser pada kelangsungan hidup populasi terbanyak, triase dilakukan terus-menerus salah satunya sebagai filter pelindung rumah sakit, dan sistem yang operasional serta dilaksanakan dengan disiplin akan menghindari terjadinya korban sekunder dari kolapsnya rumah sakit.

Dok. PKMK “Analisis Risiko Terhadap Gangguan Pelayanan Kesehatan” oleh Madelina Ariani, SKM, MPH.
Materi kedua disampaikan oleh Madelina Ariani, SKM, MPH mengenai “Analisis Risiko Terhadap Gangguan Pelayanan Kesehatan”. Pada kesempatan kali ini Madel menjelaskan analisis risiko yang terdiri dari empat komponen yaitu risiko, hazard, kerentanan, dan kapasitas serta bagaimana kita dapat menentukan dan menghitung risiko dari wilayah atau satuan kerja masing-masing. Kemudian Madel juga menjelaskan mengenai profil risiko bencana di Indonesia baik itu bencana alam maupun non alam sehingga diperlukan adanya disaster plan. Dalam menyusun disaster plan terdapat tiga proses utama yaitu membentuk tim, melakukan analisis risiko baik untuk bencana internal maupun eksternal, dan yang terakhir adalah menyusun disaster plan yang memuat pengorganisasian hingga SOP dan rencana operasi. Terakhir disampaikan juga mengenai instrumen yang dapat digunakan untuk melakukan analisis risiko bencana yang ada di wilayah atau satuan masing-masing.

Materi ketiga disampaikan oleh Sutono, SKp., MKep., M.Sc. mengenai “Manajemen Ambulans dalam Kondisi Bencana”. Bapak Tono menyampaikan bahwa ambulans merupakan bagian dari layanan kegawatdaruratan sehari-hari atau SPGDT, seperti tergabung ke dalam PSC 119 serta ambulans rumah sakit. Ambulans juga dapat dieskalasi apabila terjadi bencana dimana jumlah korban melebihi kapasitas normal hingga sistem kesehatan lokal terganggu. Manajemen ambulans pada saat bencana memiliki tujuan antara lain untuk menyelamatkan korban secepat mungkin, menjamin distribusi korban secara merata ke fasilitas kesehatan, menjaga kontinuitas pelayanan medis selama respons bencana, serta untuk mendukung sistem komando serta koordinasi lapangan. Bapak Tono juga menambahkan tahapan manajemen ambulans pada saat bencana yaitu tahap prepraredness dimana dilakukan pelatihan dan simulasi, kemudian tahap respons dimana dilakukan dispatch ambulans serta evakuasi dan distribusi, dan tahap recovery dimana dilakukan evaluasi dan debriefing. Prinsip penting dalam manajemen ambulans saat bencana adalah safety first, satu sistem komando, manajemen sumber daya, dan integrasi komunikasi.

Dok. PKMK “Sesi diskusi dan tanya jawab”.
Setelah sesi penyampaian materi, acara selanjutnya yaitu sesi diskusi. Pada sesi ini peserta tampak antusias dan aktif ketika sesi diskusi berlangsung. Beberapa peserta yang merupakan praktisi baik di lingkungan rumah sakit maupun akademisi menyampaikan pertanyaan dan diskusi mengenai kesiapan institusi dalam menghadapi bencana sesuai dengan topik yang dibahas oleh narasumber. Kegiatan ditutup dengan dilakukan foto bersama dengan para peserta.
Reporter: dr. Muhammad Alif Seswandhana (Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, PKMK UGM)
SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera,
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

