logo2

ugm-logo

Banjir Kalimantan Selatan

Pengantar

Mengawali 2021, provinsi yang terkenal dengan sebutan Kota Seribu Sungai ini sedang menghadapi curah hujan yang lebat. Puncaknya, Senin, 11 Januari 2020 intensitas hujan sangat tinggi yang menyebabkan banjir di 13 kabupaten/kota dengan ketinggian 30 cm hingga lebih dari 200 cm. Pada 14 Januari 2021 oleh Gubernur telah ditetapkan tanggap darurat bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan gelombang pasang di Provinsi Kalimantan Selatan. Diperkirakan penduduk terdampak lebih dari 22 ribu KK atau lebih dari 94 ribu jiwa dan penduduk mengungsi mencapai 34 ribu jiwa. Menurut masyarakat, banjir kali ini adalah yang terbesar dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. Silakan menyimak informasi yang kami kumpulkan dari berbagai sumber dari Banjir Kalimantan Selatan.

Laporan Kegiatan

Laporan Kegiatan, Rabu 20 Januari 2021

Respon Bencana Banjir Kalimantan Selatan
Pendampingan Aktivasi Klaster Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan

Pokja Bencana FK - KMK UGM
20 – 22 Januari 2021

Reportase oleh Happy R P dan Madelina A
Sumber dari tim lapangan

20 jan kalsel

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Pertemuan untuk aktivasi Klaster Kesehatan”

Pokja Bencana FK - KMK UGM diminta oleh Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes untuk membantu aktivasi klaster kesehatan. Ibu Madelina Ariani saalah satu anggota Pokja Bencana FK - KMK UGM yang sedang tinggal di Banjarmasin merespon baik Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes. Namun hari ini belum bisa menuju klaster kesehatan karena jalan menuju kesana masih tergenang banjir. Pertemuan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan direncanakan esok sore 21 Januari untuk sounding aktivasi klaster kesehatan.

Kamis, 21 Januari 2021

20 jan kalsel 1

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Pusat Krisis Kemenkes berdama dengan Pokja Bencana FK-KMK UGM diskusi dengan Dinas Kesehatan tentang rencana aktivasi klaster kesehatan”

Pukul 15.00 WITA Madelina Ariani mewakili Pokja Bencana FK - KMK UGM menuju Dinas Kesehatan Provinsi Kalaimantan Selatan. Disana bertemu dengan bidang surveilans, bidang pengendalian penyakit dan sekretaris dinas. Madelina menjelaskan bahwa sudah saatnya dinas kesehatan mengaktifkan klaster kesehatan karena Banjir Kalimantan Selatan sudah diputuskan sebagai tanggap darurat bencana. Klaster kesehatan ini dikoordinir langsung oleh dinas kesehatan provinsi. Seluruh pelayanan kesehatan yang dilakukan akan berpusat di klaster kesehatan. Klaster kesehatan ini akan memudahkan koordinasi selama penanganan banjir, mulai dari penerimaan relawan sampai dengan sistem pelaporan. Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, sekretaris dinas segera mengundang bidang - bidang terkait untuk melakukan pertemuan esok dengan agenda aktivasi klaster kesehatan.

Jumat, 22 Januari 2021

Pukul 09.00 – 12.00 WITA dilakukan pertemuan aktivasi klaster kesehatan di aula Dinas Kesehatan. Peserta yang mengikuti pertemuan ini adalah semua kepala bidang dan kepala seksi. Pertemuan dimulai dengan arahan dari sekretaris dinas menjelaskan tujuan pertemuan untuk segera mengaktifkan klaster kesehatan. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan bagaimana aktivasi klaster kesehatan, apa - apa saja yang harus disiapkan dan siapa saja yang bertugas. Madelina Ariani memberikan contoh bagaimana aktivasi klaster kesehatan Gempa Sulteng dan Gempa Sulbar. Kemudian dalam rapat, berdiskusi membentuk pengorganisasian klaster kesehatan. Struktur organisasi yang dibentuk ini mengacu pada sistem komando. Setelah struktur organisasi terbentuk, peserta menyusun alur data informasi dan penyiapan klaster kesehatan.

20 jan kalsel 2

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “Penyusunan Pengorganisasian Klaster Kesehatan”

Pukul 13.00 – 15.00 WITA Sub Klaster Pelayanan Kesehatan membuat peta respon. Rencana selanjutnya penyusunan peta respon ini akan diajarkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Kemudian merapikan data yang dimiliki sekarang. Madelina Ariani juga menunjukkan beberapa formulir yang dibutuhkan saat penanganan bencana.

Pukul 15.00-17.00 WITA memberikan penjelasan kepada tim data dan informasi dan surveilans untuk laporan harian. Kegiatan hari ini ditutup dengan persiapan pertemuan zoom meeting esok yang difasilitasi oleh Pusat Krisis Kemenkes untuk pendampingan aktivasi klaster kesehatan di 11 kabupaten/kota yang terdampak. Pada pertemuan esok provinsi akan menyampaikan pengorganisasiannya, alur data, dan peta respon kepada Pusat Krisis Kemenkes.

20 jan kalsel 3

Dok. Pokja Bencana FK-KMK UGM “ Penjelasan kepada tim data dan informasi dan surveilans untuk laporan harian”