logo2

ugm-logo

Reportase Seminar ASM Penggunaan Logistik Medik pada Bencana

seminar pokja bencana

Selamat berjumpa kembali kepada seluruh pembaca setia website bencana kesehatan. Minggu ini kita masih diliputi dengan berita tentang kejadian banjir di nusantara. Peta rawan banjir dan tanah longsor di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar wilayahnya berada di titik rawan banjir dan tanah longsor. Pulau Jawa juga harus berbesar hati karena memiliki daerah dengan titik rawan banjir terbanyak di nusantara. Berdasarkan informasi yang dilaporkan oleh BNPB pada 9 Maret 2017, diketahui bahwa 3 bulan awal di tahun ini mencatat kejadian banjir sebanyak 765 kejadian. Indonesia juga tidak bisa bersantai diri, karena setelah melewati musim penghujan disertai cuaca ekstrim. Mei menjadi awal musim kemarau. Permasalahan baru juga muncul seiring dengan perubahan musim tersebut. Ancaman kebakaran hutan, kekeringan menjadi lembaran baru dalam cerita nusantara kita. Selanjutnya, peran apakah yang dapat kita berikan kepada negeri ini? Itu merupakan pertanyaan yang tepat bagi semua kalangan. Peran masyarakat awam, pemerintah sebagai pemangku kebijakan serta petugas kesehatan sebagai sentral pemberi layanan kesehatan di setiap fase kejadian menjadi harus didiskusikan. Minggu ini kami menghadirkan 4 informasi menarik untuk dibaca dan direnungkan bagi semua kalangan.

sesi2Informasi pertama tentang pelaksanaan seminar pengelolaan logistik medis pada 9 Maret 2017 lalu di KPTU UGM. Seminar Annual Scientific Meeting (ASM) ini menghadirkan 5 orang pembicara. Pada sesi pertama, fokus bahasannya terkait kebijakan logistik medis serta pembelajaran dari gempa Nepal. Pada sesi kedua; pembicara memaparkan tentang kasus infeksi serta pencegahan dan pengendalian natural disaster atau bencana alam. Hal menarik yang disampaikan pada sesi ini adalah kurang dari 24 hari pasca gempa, kasus tetanus tercatat sebanyak 50 kasus. Permasalahan dalam pendistribusian bantuan obat juga dipaparkan seperti bantuan obat tiba-tiba yang tidak diimbangi dengan kualitas obat yang tidak selalu bagus. Sedangkan pada gempa Pidie tidak ditemukan korban yang menderita tetanus sebelum maupun pada masa tanggap darurat. Reportase lengkapnya dapat disimak Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Webinar selanjutnya dilaksanakan pada 30 Maret 2017 sebagai tindak lanjut seminar tentang pengelolaan logistik medis pada tanggal 9 Maret 2017 lalu. Diskusi mendalam tentang kebijakan logistik medis serta hal-hal menarik terkait materi ini dibahas pada webinar ini. TOR selengkapnya simak Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

hospital safety indexPersiapan untuk menghadapi permasalahan-permasalahan saat ini dapat dilakukan dengan berbagai cara dan media. Salah satu media yang dapat digunakan adalah buku. Minggu ini kami mengulas tentang buku yang berjudul “Hospital Safety Index : Guide for Evaluators (2nd Edition)”. Buku ini memaparkan tentang penjelasan langkah-langkah bagaimana penggunaan checklist penilaian keamanan rumah sakit dan bagaimana evaluasi dapat digunakan untuk menilai keamanan struktural dan non struktural kapasitas manajemen bencana dari sebuah rumah sakit. Buku ini digunakan secara luas oleh berbagai lembaga di berbagai negara, sehingga dapat menjadi pilihan bacaan bagi para evaluator. Penjelasan lengkapnya dapat diperoleh melalui Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

FOTO kursus 1Rekan pembaca, cara kedua yang dapat digunakan adalah dengan mengikuti kursus Collaborating Centre for Oxford University and CHUK for Disaster and Medical Humanitarian Response (CCOUC) mengadakan kursus di musim panas tentang metodologi penelitian untuk kebencanaan dan respon medis. Kursus dilaksanakan selama 5 hari pada Juli 2017. Materi kursus yang diberikan berupa prinsip desain penelitian, metode penelitian kuantitatif dan kualitatif, perkembangan terbaru metodologi penelitian, topik terkini pada setting kebencanaan dan kemanusiaan serta implementasi dan aplikasi penelitian di setting praktik. Bagi pembaca yang tertarik di bidang kebencanaan dan kemanusiaan dapat mengikuti kegiatan ini. Terdapat beasiswa terbatas bagi peserta terbaik dengan pemberian biaya untuk kursus dan transportasi yang dikeluarkan. Penjelasan lengkap kegiatan tersebut dapat disimak melalui Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon