logo2

ugm-logo

Update Longsor Gowa: Total Korban yang Ditemukan 45 Orang

Hingga hari ke-5 bencana longsor dan banjir yang melanda Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (26/1/2019), tim SAR gabungan dibantu TNI, polisi, serta relawan berhasil menemukan 45 jenazah. Hari ini, tim SAR menemukan 12 jenazah. Sebanyak 12 jenazah itu merupakan korban longsor di Kecamatan Manuju dan Kecamatan Bungaya.

Adapun korban yang ditemukan di Dusun Pattiro, Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju yakni Daeng Mansyur (45), Sukma (45) dan bayinya, Ariska (2 bulan). Sementara itu, jenazah yang ditemukan di Desa Mangengempang, Kecamatan Bungaya yaitu Daeng Sija (68), Hamzah Daeng Gau (38), Erlangga (1), Daeng Mutung (36), Iksan (9), Nurminlanti Daeng Sibo (25), dan Amanda (13). Baca juga: Tembus Wilayah Terisolir Bencana Longsor Gowa, Para Relawan Ini Nekat Bertaruh Nyawa Satu korban lainnya bernama Ikbal (25) dan Daeng Cicik (50) ditemukan di Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya.

"Hari ini ada dua belas jenazah yang kami temukan dari tiga lokasi longsor dan total keseluruhan jenazah yang berhasil dievakuasi berjumlah 45 orang," kata Bupati Gowa Adnan Puricta Ichsan Yasin Limpo yang juga bertindak sebagai Ketua Tim Posko Induk Bencana Gowa.

Berikut nama-nama korban yang ditemukan dan dirilis Posko Induk Bencana Gowa pada pukul 18.00 Wita, Sabtu:

Hari pertama: 6 orang - Akram Al Yusran (3), warga Kelurahan Pangkabinang - Rizal Lisantrio (48), warga BTN Batara Mawang - Sarifuddin - Daeng Baji, warga Kecamatan Bungaya - Sri Hastuti, warga Kecamatan Malino - Lebang, warga Kecamatan Bungaya

Hari kedua: 6 orang - Nur Janna Djalil (70), warga Kompleks BTN Zigma - Sri Wahyuni (11), warga Kecamatan Manuju - Nurkifayah (20), warga Kecamatan Manuju - Daeng Sada (62), warga Kecamatan Manuju - Lina (30), warga Kecamatan Manuju - Ulfa (2), warga Kecamatan Manuju

Hari ketiga: 17 orang- Warga Kecamatan Bungaya 1. Hamzah Bin Nuru 2. Erlangga 3. Mutung Daeng Kasma 4. M.Iksan 5. Karimuddin 6. Bonto Bin Baso 7. Daeng Tola 8. Daeng Bola 9. Hamsir 10. Aldi 11. Daeng Jarung 12. H.Naha 13. Saeni 14. Tino Binti Leo -Warga Kecamatan Manuju 1. Rahmatia (45) 2. Asni (35) 3. Ana (11)

Hari keempat: 4 orang 1. Daeng Lobo (35 tahun), warga Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju 2. Maudu (65 tahun/L), warga Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya 3. Husni Daeng Tutu (41 tahun/L), warga Pasar Sapaya Kelurahan Sapaya 4. Nia Daniati (P) Pasar Sapaya, Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya

Hari kelima: 12 orang - Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju 1. Daeng Mansyur (45 tahun/L), warga Dusun Pattiro, Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju 2. Sukma (45 tahun/P) Dusun Pattiro, Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju 3. Ariska (bayi Sukma) Dusun Pattiro, Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju - Kecamatan Bungaya 1. Daeng Sija ( 68 tahun/L) Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya 2. Hamzah Daeng Gau (38 tahun/L)Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya 3. Erlangga (1 tahun/L) Desa Mangempa, Kecamatan Bungaya 4.Daeng Mutung (36 tahun/L) Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya 5.Ikhsan (9 tahun/L) Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya 6. Nurmiati Daeng Sibo (25 tahun/P) Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya 7. Amanda (13 tahun/P) Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya 8. Ikbal (25 tahun) 9. Daeng Cicik (50 tahun/P), Kel Sapaya Kecamatan Bungaya sumber: kompas

Smart City Dassault Systemes Tawarkan Solusi 3D Mitigasi Bencana

TEMPO.CO, Jakarta - Dassault Systèmes menawarkan solusi aplikasi tiga dimensi (3D) untuk konsep smart city (kota cerdas) yang menyertakan informasi terintegrasi tentang mitigasi bencana. Solusi tersebut dibuat dengan menggunakan platform 3DExperience milik perusahaan asal Prancis itu.

Baca: Bangun Smart City, Padang Pariaman Kembangkan Kawasan Tarok

"Tujuan dari penerapan konsep smart city adalah agar warga kota bisa mendapatkan informasi apa pun, termasuk soal mitigasi bencana," kata Adi Aviantoro, Country Business Leader, Indonesia Dassault Systèmes, Asia Pacific, di Jakarta, Rabu, 23 Januari 2019.

Di negara-negara lain yang tidak berada dalam daerah Cincin Api Pasifik, informasi tentang mitigasi bencana mungkin hanya sebagian kecil yang dimasukkan ke dalam perencanaan smart city. Tapi di Indonesia, kata Adi, sebaiknya juga menyertakan informasi tentang bencana-bencana lokal.

 

Dengan 3DExperience, aplikasi 3D dapat dibuat untuk mensimulasikan bencana yang mungkin terjadi di sebuah kota. Warga di kota tersebut dapat mengaksesnya melalui Internet sehingga dapat mempersiapkan diri apabila bencana benar-benar terjadi.

Simulasi dengan permodelan tiga dimensi akan memberi rasa aman kepada warga karena mereka bisa mendapatkan gambaran langsung peristiwanya.

Mitigasi di Indonesia menjadi sangat penting setelah beberapa bencana besar melanda sejumlah daerah tahun lalu. Terkait gempa bumi di Palu, misalnya, ternyata sebelumnya sudah ada ahli yang mengingatkan tentang kemungkinan terjadinya gempa besar di wilayah tersebut.

"Alangkah baiknya jika data-data historis tentang bencana semacam itu dijadikan masukan untuk membuat simulasi bencana," tambah Adi.

Solusi 3D untuk penerapan kota cerdas yang menyertakan informasi mitigasi bencana sudah ditawarkan ke sejumlah pemerintah daerah, terutama daerah-daerah yang rawan bencana. Pemerintah Kota Padang Pariaman, misalnya, sudah menjalin kerja sama dengan Dassault Systèmes untuk membangun kota cerdas.

Konsep smart city yang menyertakan mitigasi bencana juga sudah diperkenalkan perusahaan tersebut di ajang GovNext 2019 di Jakarta pada 22 Januari.

ANTARA

More Articles ...