logo2

ugm-logo

Hujan Deras Picu Banjir Jabodetabek, Pakar BRIN Ungkap Penyebabnya

Jakarta, CNN Indonesia -- Banjir merendam sejumlah wilayah Jabodetabek, Selasa (4/3), imbas hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari sebelumnya. Lantas, apa penyebab hujan deras yang memicu banjir di sejumlah wilayah Jabodetabek itu?
Pakar Klimatologi BRIN Erma Yulihastin menyebut curah hujan ekstrem pada Selasa (4/3) dini hari disebabkan penjalaran konveksi dari Lampung.

"Hujan dinihari terjadi di Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, yang merupakan efek penjalaran konveksi dari Lampung. Peningkatan hujan di Sumatra berkaitan dengan pertumbuhan bibit vortek Samudra Hindia. Kondisi ini akan persisten hingga dasarian 1 Maret," katanya dalam sebuah unggahan di X, Selasa (4/3).

Erma mengaku telah memperingatkan potensi cuaca ekstrem selama 10 hari pertama Ramadan.

"Sudah saya ingatkan pada 28 Februari lalu mengenai waspadai cuaca ekstrem selama 10 hari pertama Ramadhan," katanya.

"Seluruh pihak agar waspada selama 10 hari di bulan Ramadhan terhadap banjir-banjir yang bisa terjadi imbas meluapnya DAS Ciliwung karena hujan persisten yang mengguyur di sepanjang aliran DAS, dari Bogor hingga Jakarta. Agar selalu siaga dengan potensi banjir besar di Jakarta," imbuhnya.
Banjir merendam wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada Selasa (4/3 imbas hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi yang terjadi selama beberapa waktu terakhir disebabkan oleh sejumlah faktor cuaca.

"Hal itu disebabkan, saat itu kami mendeteksi adanya gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, kemudian juga gelombang Kelvin, kemudian terjadi low pressure area, dan pertemuan beberapa belokan dan pertemuan angin dari berbagai arah," terang Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam wawancara dengan TVRI yang diunggah di Instagram BMKG, Selasa (4/3).

"Sehingga waktu itu, kami memprediksi potensi terjadi hujan lebat, sangat lebat, dapat berkembang menjadi ekstrem, terutama di sebagian besar Sumatera dan Jawa, serta Kalimantan bagian barat dan tengah, kemudian juga di Sulawesi bagian utara, Maluku utara serta kepulauan Papua yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi," tambahnya.

Dwikorita kemudian membandingkan banjir yang terjadi kali ini dengan banjir parah yang menerjang wilayah Jakarta pada 2020. Dwikorita menyebut ada perbedaan fenomena pada dua bencana banjir tersebut.

Pada 2020, kata Dwikorita, banjir disebabkan oleh fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan seruakan dingin atau cold surge dari dataran tinggi Asia.

"Karena saat itu, selain MJO, juga masuknya seruakan udara dingin dari dataran tinggi Asia, kalau kali ini memang ada pengaruh MJO, kemudian juga adanya pengaruh gelombang atmosfer, serta juga pengaruh kondisi lokal," jelasnya.

BMKG juga sudah mendeteksi kumpulan awan Cumulonimbus yang memenuhi Jawa Barat hingga Jakarta pada beberapa hari sebelumnya. Awan tersebut juga terlihat di wilayah Sumatera bagian selatan yang bergerak ke arah Jambi, Bengkulu, sampai Sumatera Barat.

Baca artikel CNN Indonesia "Hujan Deras Picu Banjir Jabodetabek, Pakar BRIN Ungkap Penyebabnya" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20250304125031-641-1204856/hujan-deras-picu-banjir-jabodetabek-pakar-brin-ungkap-penyebabnya

Curah Hujan Tinggi, Cianjur Utara Diterjang Bencana Hidrometeorologi

WILAYAH utara Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diterjang bencana hidrometeorologi bersamaan hujan deras dalam waktu lama, Minggu (2/3). Dampak bencana cukup menonjol terjadi di Kecamatan Sukaresmi dan Kecamatan Pacet.

Berdasarkan data, di Kecamatan Sukaresmi, bencana hidrometeorologi mengakibatkan Jembatan Cibogo di Kampung Cibogo RT 01/13 Desa Ciwalen roboh. Peristiwanya terjadi pada Minggu (2/3) sekitar pukul 22.00 WIB.

Camat Sukaresmi, Latip Ridwan, menuturkan intensitas curah hujan terpantau sejak Minggu (2/3) sekitar pukul 15.00 WIB. Hujan berlangsung cukup lama karena hingga malam tak berhenti.

"Tingginya curah hujan mengakibatkan debit air Sungai Ciwalen meluap. Kondisi itu mengakibatkan pondasi Jembatan Cibogo tergerus hingga akhirnya roboh," kata Latip, Senin (3/3).

Akibat robohnya Jembatan Cibogo, aktivitas di wilayah tersebut jadi terhambat. Akses mobilitas antara Kampung Ciwalen ke Kampung Cibogo, Cisentul, maupun Cinangka meliputi 2 RW  terdiri dari 8 RT jadi tersendat.

"Kami mengimbau kepada RT atau RW serta masyarakat agar tetap waspada. Di lokasi sudah kami pasang pembatas area sebelum dibuat alternatif penghubung untuk melintas. Kami juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi perbaikan secepatnya," pungkasnya.

Banjir bandang

Sementara di Kecamatan Pacet, pada waktu hampir bersamaan terjadi bencana banjir bandang di Kampung Ciguntur RT 03/06 dan RT 01/011 Desa Cipendawa, Minggu (2/3) sekitar pukul 20.00 WIB.

Banjir dipicu tingginya curah hujan sejak sore hingga petang. Akibat bencana itu, sebanyak 25 jiwa mengungsi

Mereka yang mengungsi merupakan warga Kampung Ciguntur RT 03/06 sebanyak 11 jiwa dan warga Kampung Ciguntur RT 01/011 sebanyak 14 jiwa.

Terdapat 10 rumah yang kondisinya rusak parah akibat terdampak banjir bandang. Saat ini warga sedang membersihkan sisa-sisa kotoran dan lumpur yang terbawa banjir bandang.

More Articles ...