logo2

ugm-logo

Kekeringan Mengintai, Krisis Air Bersih Ancam Kesehatan Masyarakat Indonesia

Musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah Indonesia memicu kekeringan dan krisis air bersih di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Cilacap (Jawa Tengah), Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi (Jawa Barat). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa pemerintah daerah melalui BPBD telah menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Namun, keterbatasan akses terhadap air bersih berpotensi memicu krisis kesehatan, seperti meningkatnya risiko diare, penyakit kulit, serta menurunnya kualitas sanitasi dan higiene masyarakat apabila kondisi berlangsung dalam waktu lama. Dampak tersebut dapat semakin berat bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil yang membutuhkan akses air bersih untuk menjaga kesehatan sehari-hari. Penelitian internasional juga menunjukkan bahwa kekeringan berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit menular, gangguan kesehatan masyarakat, dan beban sistem pelayanan kesehatan akibat terbatasnya ketersediaan air. Oleh karena itu, penguatan mitigasi kekeringan, penyediaan air bersih, dan kesiapsiagaan sektor kesehatan menjadi langkah penting untuk mencegah berkembangnya bencana hidrometeorologi menjadi krisis kesehatan masyarakat.

Selengkapnya:

1.     Berita/website:

https://bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-bencana-di-tanah-air-tanggal-11-juni-2026     

2.     Jurnal:

https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3682759/