Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Guncangan hebat ini berdampak luas pada 7 kabupaten di Pulau Flores, yaitu Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Ende, dan Sikka. Bencana ini merusak ribuan infrastruktur permukiman warga, fasilitas umum, hingga fasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan data pemantauan awal, puluhan korban jiwa dilaporkan meninggal dunia, ratusan orang luka-luka, dan puluhan ribu warga terpaksa mengungsi ke titik-titik aman, sementara proses pencarian, evakuasi, dan pendataan korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.
Dampak bencana terhadap sektor kesehatan terasa sangat berat. Sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan belasan Puskesmas di kabupaten terdampak mengalami kerusakan struktur bangunan skala sedang hingga berat, menyebabkan sebagian area perawatan dan ruang penanganan darurat tidak aman untuk digunakan. Pelayanan medis terpaksa dipindahkan ke tenda-tenda darurat di halaman fasilitas kesehatan demi keselamatan pasien.
Dinas Kesehatan Provinsi NTT bersama Dinas Kesehatan Kabupaten terdampak telah mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk mengkoordinasikan Klaster Kesehatan yang terintegrasi dalam satu sistem komando penanganan darurat. Sebagai bentuk komitmen dan solidaritas, Pokja Bencana FK-KMK UGM bekerja sama dengan Academic Health System (AHS) UGM dan Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK serta bermitra dengan kapasitas lokal di NTT untuk menerjunkan dukungan medis (medical support) dan dukungan manajemen (management support).
Melalui laman ini, kami hadir untuk membagikan pembaruan informasi secara berkala mengenai situasi penanganan krisis kesehatan, laporan kegiatan tim lapangan, dokumen kebijakan penanganan bencana, hingga infografis pemantauan situasi. Harapannya, informasi ini bermanfaat sebagai referensi berbasis bukti bagi pengambil kebijakan serta bahan pembelajaran untuk penguatan manajemen krisis kesehatan dan ketahanan sistem kesehatan di masa depan.
Laporan Harian
Persiapan
Laporan Harian
Persiapan Keberangkatan Tim EMT-AHS UGM
“Pokja Bencana FK-KMK UGM”
15-18 Agustus 2026
Sabtu (15/8/2026)
Rapat Pokja Bencana FK-KMK UGM melalui Zoom Meeting
Pemantauan Situasi dan Persiapan Awal Tim
Pada Sabtu (15/8/2026), Tim AHS-UGM yang dikoordinasikan oleh Pokja Bencana FK-KMK UGM melakukan pemantauan dan penelaahan data terkini terkait situasi gempa di NTT, khususnya kondisi wilayah terdampak dan kebutuhan pelayanan kesehatan. Situasi masih dinamis sehingga tim menunggu pembaruan informasi dalam 1–2 hari berikutnya sebelum menentukan bentuk dan skala respons.
Secara paralel, tim melakukan persiapan awal untuk kemungkinan mobilisasi, termasuk mempertimbangkan akses menuju lokasi, kebutuhan tenaga kesehatan, serta dukungan yang dapat diberikan. Bapak Gde dan Ibu Happy juga berkoordinasi dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan setempat, dan pihak terkait untuk memperoleh informasi mengenai kondisi korban, fasilitas pelayanan kesehatan, kebutuhan tenaga kesehatan, dan respons yang telah berjalan.
Hasil pemantauan dan koordinasi menjadi dasar dalam mempersiapkan personel, logistik, dan kebutuhan operasional serta menentukan langkah respons selanjutnya sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan di lapangan.
Rencana Tindak Lanjut
-
Mempersiapkan tim asesmen untuk mobilisasi ke lokasi terdampak.
-
Melakukan asesmen situasi dan kebutuhan kesehatan di lapangan.
-
Menilai kondisi dan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan serta kebutuhan tenaga kesehatan.
-
Melaporkan hasil asesmen kepada Pokja Bencana FK-KMK UGM.
-
Menentukan kebutuhan dan bentuk dukungan lanjutan berdasarkan hasil asesmen.
-
Melanjutkan pemantauan situasi dan koordinasi lintas pihak selama 1–2 hari berikutnya.
-
Memastikan kesiapan personel, logistik, dan operasional untuk mobilisasi.
Reporter : Vina Yulia Anhar
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Minggu (16/8/2026)
Rapat Pokja Bencana FK-KMK UGM melalui Zoom Meeting

Dok. Tim AHS-UGM “Instruksi dan Persiapan Tim Keberangkatan Awal”
Instruksi dan Persiapan Tim Medis
Berdasarkan koordinasi dr. Yudha Mathan Sakti dengan Kementerian Kesehatan, RSUP Dr. Sardjito diinstruksikan segera mengirimkan tim medis untuk mendukung penanganan korban gempa di Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT, khususnya kebutuhan tindakan operatif.
Komposisi Tim
Tim direncanakan berangkat pada 17 Agustus 2026 dengan 7 personel, terdiri dari 2 dokter orthopaedi, 1 dokter anestesi, 1 dokter bedah, dan 3 perawat, dengan penempatan di RSUD Bajawa.Tim terdiri atas Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT, Subsp.O.T.B.(K); dr. Sharfan Anzhari, Sp.OT; dr. Nashiruddin, Sp.An-TI; dr. Ratna Sari Kalembu, Sp.B; Lutfi Tomi Ambora, A.Md.Kep; Sigit Prabowo, S.Kep., Ners; dan Nur Ahmad.
Dukungan Manajemen
Selain tim medis, direncanakan keberangkatan Happy R. Pangaribuan, MPH untuk mendukung koordinasi dan pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Kabupaten Bajawa.
Mobilisasi dan Logistik
Persiapan keberangkatan dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan akses penerbangan menuju Bajawa. Rute yang diupayakan adalah Yogyakarta–Surabaya melalui jalur darat, kemudian dilanjutkan perjalanan udara menuju Bajawa. Tim RSUP Dr. Sardjito juga menyiapkan kebutuhan operasional dan logistik medis, khususnya perlengkapan untuk tindakan operasi.

Dok. Tim AHS-UGM “Penjelasan Titik HEOC dan Faskes di Wilayah Setempat”
Rencana Tindak Lanjut
-
Mobilisasi 7 personel tim medis menuju Bajawa pada 17 Agustus 2026.
-
Melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan RSUD Bajawa setibanya di lokasi.
-
Melakukan asesmen kondisi pasien dan kebutuhan pelayanan.
-
Melaksanakan tindakan operatif sesuai indikasi dan prioritas medis.
-
Melakukan pendampingan dan koordinasi HEOC Dinas Kesehatan Kabupaten Bajawa.
-
Melaporkan perkembangan dan kebutuhan lanjutan kepada Pokja Bencana FK-KMK UGM.
Reporter : Vina Yulia Anhar
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Senin (17/8/2026)
Rapat Pokja Bencana FK-KMK UGM melalui Zoom Meeting
Finalisasi Keberangkatan dan Mobilisasi Tim

Dok. Tim AHS-UGM “Persiapan Keberangkatan Tim RSUP Dr. Sardjito ke Kabupaten Bajawa”
Terdapat kendala ketersediaan tiket menuju Bajawa sehingga tim melakukan koordinasi dan pencarian alternatif rute untuk mempercepat keberangkatan. Mengingat kebutuhan tindakan operasi, tim medis RSUP Dr. Sardjito menjadi prioritas untuk segera diberangkatkan. Setelah dilakukan berbagai upaya, seluruh 7 personel tim medis dapat diberangkatkan segera pada Senin (17/8/2026) dengan rute Yogyakarta–Surabaya melalui jalur darat, dilanjutkan Surabaya–Makassar–Labuan Bajo–Bajawa melalui jalur udara, dengan perkiraan tiba di Bajawa pada Selasa (18/82026).
Tim juga menyiapkan perlengkapan medis dan kebutuhan operasional untuk mendukung pelayanan dan tindakan operasi di lokasi. Sementara itu, Happy R. Pangaribuan, MPH bersama dengan Gde Yulian, M.Epid dan Vina Yulia, MPH direncanakan berangkat menyusul untuk mendukung koordinasi dan pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Kabupaten Bajawa. Tim AHS-UGM melalui Pokja Bencana FK-KMK UGM terus memantau proses mobilisasi dan perkembangan situasi lapangan.
Rencana Tindak Lanjut
-
Melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan RSUD Bajawa setibanya tim di lokasi.
-
Melakukan asesmen kondisi pasien dan kebutuhan pelayanan kesehatan.
-
Segera melaksanakan tindakan operasi sesuai indikasi dan prioritas medis.
-
Melakukan pendampingan dan koordinasi HEOC oleh Ibu Happy R. Pangaribuan, MPH.
-
Memantau perkembangan kondisi lapangan dan kebutuhan dukungan lanjutan.
-
Melaporkan perkembangan respons kepada Pokja Bencana FK-KMK UGM.
Reporter : Vina Yulia Anhar
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Selasa (18/8/2026)
Rapat Pokja Bencana FK-KMK UGM melalui Zoom Meeting

Dok.AHS-UGM “Koordinasi Mobilisasi Tim Manajemen”
Permintaan Dukungan dan Penugasan Tim
Pada Selasa (18/8/2026), Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kementerian Kesehatan RI menyampaikan permintaan dukungan kepada Tim UGM untuk mendampingi Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam proses aktivasi dan pendampingan Health Emergency Operations Center (HEOC) sebagai bagian dari penguatan koordinasi respons kesehatan terhadap bencana gempa NTT.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, Tim UGM menyiapkan 3 personel untuk diberangkatkan dan melaksanakan pendampingan, yaitu Happy R. Pangaribuan, MPH; Gde Yulian Yogadhita; M.Epid dan Vina Yulia Anhar, MPH. Ketiga personel akan bertugas pada 19–28 Agustus 2026 untuk mendukung proses aktivasi HEOC, koordinasi respons kesehatan, serta penguatan manajemen informasi dan koordinasi penanganan bencana di tingkat Provinsi NTT.
Rencana Tindak Lanjut
-
Melakukan mobilisasi 3 personel Tim UGM menuju Provinsi NTT.
-
Mendampingi Dinas Kesehatan Provinsi NTT dalam aktivasi HEOC.
-
Mendukung koordinasi dan manajemen respons kesehatan selama masa tanggap darurat.
-
Melaksanakan penugasan selama 19–28 Agustus 2026 dan melaporkan perkembangan pelaksanaan tugas kepada Pokja Bencana FK-KMK UGM.
Reporter : Vina Yulia Anhar
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Laporan Tim 1
Laporan Harian
EMT type 1 mobile dan tim pendamping HEOC Dinkes Provinsi NTT
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RSA UGM”
Rabu (19/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh
EMT type 1 mobile dan tim pendamping HEOC Dinkes Provinsi NTT
Ketua Tim : Happy R Pangaribuan, MPH

Dok. Tim AHS UGM “Pelepasan keberangkatan tim ke NTT”
Pemberangkatan tim :
Tim yang berangkat sebanyak 5 orang yaitu gabungan tim medis dari RSA UGM (3 orang) dan Pokja Bencana FK-KMK UGM (2 orang). Tim terdiri dari 1 dokter umum, 2 perawat, 2 ahli manajemen bencana kesehatan. Tim ditugaskan untuk periode 19 -28 Agustus 2026.
| No | Nama | Profesi/Jabatan | Asal Instansi |
| 1 | Happy R Pangaribuan, MPH | Koordinator Lapangan - FK-KMK UGM | FK-KMK UGM |
| 2 | Vina yulia Anhar, MPH | Ahli Manajemen | FK-KMK UGM |
| 3 | dr. Rizki Fitria Febrianti | RSA UGM | Dokter Umum |
| 4 | Andhika Robbi Nugraha, S. Kep, Ns | RSA UGM | Perawat |
| 5 | Agus Damar Septiaji., S.Tr.Kep., Ners | RSA UGM | Perawat |

Dok. Tim AHS UGM “Serah Terima Bantuan Donasi Logistik”
Pukul 11.30 WIB dilakukan acara pelepasan tim oleh Dekan FK-KMK UGM di kampus FK-KMK UGM. Acara pelepasan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinkes DIY, Ketua Pokja Bencana FK-KMK dan Asisten Wakil Dekan. Dalam acara pelepasan tersebut, Dinkes DIY juga melakukan simbol serah terima bantuan logistik dari Pemda DIY untuk NTT berupa logistik medik. Bantuan obat tersebut dibawa oleh tim yang berangkat dan akan diserahkan kepada Dinkes Provinsi NTT.
Misi pengiriman tim ini adalh untuk membantu Dinkes Provinsi NTT dalam mengoperasikan HEOC dan juga melakukan assessment awal terkait kebutuhan pelayanan kesehatan di lokasi terdampak. Pengiriman 2 orang tim manajemen juga atas arahan atau permintaan Kementerian Kesehatan untuk ditempatkan di Dinkes Provinsi NTT.

Dok. Tim AHS UGM “Tim diantar ke Bandara YIA oleh Dewi Catur, SE selaku Humas Pokja Bencana FK-KMK UGM”
Penerbangan menuju Kupang dari bandara YIA Kulonprogo pukul 20.00 WIB, transit bandara Soekarno Hatta, selanjutnya berangkat esok 20 agustus pukul 02.05 WIB ke Kupang.
Rencana Tindak Lanjut :
- Tim melanjutkan perjalanan ke Kupang pukul 02.05 WIB
- Melaporkan kedatangan tim ke Dinkes Provinsi NTT
- Melakukan konsolidasi dengan Dinkes Provinsi NTT
- Membantu operasi HEOC Dinkes Provinsi NTT
- Mencari informasi armada transportasi menuju Kab. Ngada Bajawa
Reporter : Happy R Pangaribuan
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Kamis (20/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh EMT type 1 mobile dan tim pendamping HEOC Dinkes Provinsi NTT.
Ketua Tim : Happy R Pangaribuan, MPH

Dok. Tim AHS UGM “Koordinasi dengan TNI AL untuk Keberangkatan Tim Medis ke Riung, Kabupaten Ngada”
Mobilisasi dan Persiapan Dukungan Pelayanan Kesehatan
Pada Kamis (20/8/2026), Tim AHS-UGM tiba di Bandara Kupang pada pukul 06.40 WITA. Selanjutnya, pada pukul 08.13 WITA, tim melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT untuk menyampaikan rencana aktivitas tim yang meliputi pendampingan aktivasi HEOC dan dukungan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak. Pada kesempatan tersebut, tim juga menyerahkan bantuan logistik obat dari Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) kepada Gedung Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi NTT untuk mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan dalam penanganan bencana.
Sesuai arahan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, sebanyak 3 personel tim medis, terdiri dari 1 dokter umum dan 2 perawat, ditugaskan untuk mendukung pelayanan kesehatan di wilayah Riung, Kabupaten Ngada. Tim kemudian menuju Pelabuhan TNI AL dan tiba pada pukul 08.57 WITA untuk melanjutkan perjalanan menuju wilayah penugasan.
Pada pukul 09.00 WITA, ketiga personel tim medis bersama TNI AL berangkat menuju Riung menggunakan KRI HIU 643. Perjalanan selanjutnya menuju lokasi penugasan akan dilanjutkan menggunakan kapal nelayan yang dikoordinasikan bersama tim Bank Indonesia. Tim diperkirakan tiba di lokasi pada 21 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00–11.00 WITA. Setibanya di wilayah Riung, tim direncanakan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada untuk memperoleh informasi situasi terkini serta menentukan penempatan dan pembagian tugas pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan di lapangan.
Pendampingan Aktivasi HEOC

Dok. Tim AHS UGM “Pendampingan Penyusunan Peta Respon di Dinas Kesehatan Provinsi NTT”
Sementara itu, 2 personel tim manajemen melaksanakan pendampingan aktivasi HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Kegiatan diawali dengan penyusunan peta respons sebagai bagian dari pemetaan situasi dan kebutuhan respons kesehatan di wilayah terdampak. Pada pukul 11.30 WITA, tim manajemen bersama Dinas Kesehatan Provinsi NTT mengikuti rapat daring dengan Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kementerian Kesehatan RI untuk melakukan koordinasi terkait situasi bencana dan pelaksanaan respons kesehatan. Setelah rapat, kegiatan pendampingan HEOC dilanjutkan bersama tim Dinas Kesehatan Provinsi NTT hingga pukul 16.12 WITA, dengan fokus pada penguatan koordinasi, pemetaan respons, serta dukungan terhadap pelaksanaan fungsi HEOC.
Rencana Tindak Lanjut
- Melanjutkan perjalanan tim medis menuju Riung, Kabupaten Ngada, dan tiba sesuai estimasi pada 21 Agustus 2026.
- Melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada setibanya di lokasi.
- Menentukan penempatan dan pembagian tugas tim medis sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan.
- Melaksanakan dukungan pelayanan kesehatan sesuai hasil asesmen dan arahan Dinas Kesehatan setempat.
- Melanjutkan pendampingan aktivasi dan operasional HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT.
- Melanjutkan penyusunan dan pemutakhiran peta respons serta informasi situasi kesehatan.
- Melakukan koordinasi dan pelaporan perkembangan kepada Puskris Kemenkes RI dan Pokja Bencana FK-KMK UGM.
Reporter : Vina Yulia Anhar
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Jum'at (21/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh EMT type 1 mobile dan tim pendamping HEOC Dinkes Provinsi NTT.
Ketua Tim : Happy R Pangaribuan, MPH

Dok. Tim AHS UGM “Rapat Koordinasi HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT”
Dukungan Pelayanan Kesehatan di Riung
Pada Jumat (21/082026), tim medis melanjutkan perjalanan menuju Riung, Kabupaten Ngada menggunakan kapal nelayan dan tiba di Dermaga Riung pada pukul 11.37 WITA. Selanjutnya, koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada dilakukan melalui komunikasi telepon yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Koordinasi dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi mobilisasi tim, mengingat jarak dari Dermaga Riung menuju Puskesmas Riung lebih dekat dibandingkan apabila tim harus menuju Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada terlebih dahulu.
Tim medis selanjutnya telah mendapatkan penginapan dan driver untuk mendukung mobilisasi selama pelaksanaan tugas. Jarak penginapan menuju lokasi kegiatan sekitar 70 km. Pengaturan tempat tinggal dan transportasi dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan serta kelancaran mobilisasi tim selama penugasan. Pelayanan kesehatan oleh tim medis AHS-UGM direncanakan mulai dilaksanakan pada 22 Agustus 2026. Pada 21 Agustus 2026, pelayanan kesehatan di wilayah tersebut telah dilakukan oleh Tim UNDANA selama satu hari sehingga tim AHS-UGM akan melanjutkan dukungan pelayanan pada hari berikutnya.
Pendampingan HEOC dan Pemutakhiran Peta Respon

Dok. Tim AHS UGM “Tim manajemen update data relawan (kiri) dan mendampingi kelengkapan laporan harian sub klaster keswa (kanan)”
Pada Jumat (21/8/2026), pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT dimulai pada pukul 08.40 WITA. Tim manajemen bersama Dinas Kesehatan Provinsi NTT melanjutkan pendampingan melalui kegiatan pemutakhiran data dan peta respons. Pada bidang logistik, dilakukan rekapitulasi data kebutuhan logistik yang telah diterima dari pihak eksternal sebagai bahan pemantauan ketersediaan dan kebutuhan dukungan selanjutnya.
Pada Sub Klaster Kesehatan Jiwa, tim mendampingi penyusunan peta respon yang mencakup data kelompok risiko terdampak, psikolog yang bertugas, serta rencana kegiatan intervensi lapangan. Sementara itu, pada bidang Datin dan Sub Klaster Pelayanan Medis, dilakukan pemetaan serta sinkronisasi data relawan yang terdaftar melalui Dashboard Kemenkes dengan data relawan yang mendaftar melalui HEOC Provinsi NTT. Tim juga melakukan koordinasi dengan Staf Khusus Kementerian Kesehatan terkait pemutakhiran data relawan.
Pada hari yang sama, telah dilaksanakan rapat koordinasi Tim HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT sebagai bagian dari penguatan koordinasi dan pengaturan mekanisme kerja HEOC. Pendampingan HEOC pada hari pertama selesai pada pukul 15.58 WITA. Selanjutnya, pelayanan HEOC direncanakan dilaksanakan setiap hari dengan sistem shift untuk memastikan keberlanjutan fungsi koordinasi respons kesehatan.
Kegiatan hari ini ditutup dengan rapat koordinasi Tim AHS UGM pukul 19.30 WIB, dimana masing-masing tim di lapangan melaporkan update kegiatan dan rencana tindak lanjut. Tim yang melaporkan dari manajemen, tim medis di Riung dan dr Yudha sebagai tim AHS yang bergabung dengan EMT RS Sardjito melakukan pelayanan di RSUD Bajawa.
Rencana Tindak Lanjut
- Tim Medis melaksanakan pelayanan kesehatan di Riung pada 22 Agustus 2026 sesuai hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada dan Puskesmas Riung.
- Tim manajemen melanjutkan pemutakhiran data dan peta respons HEOC Dinkes Prov NTT.
- Tim manajemen melanjutkan mendampingi HEOC Dinkes Prov NTT untuk membangun sistem koordinasi antar sub klaster kesehatan dan kelengkapan laporan sub klaster kesehatan.
- Tii manajemen melanjutkan sinkronisasi dan validasi data relawan.
Reporter : Vina Yulia Anhar, MPH
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Sabtu (22/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh EMT type 1 mobile dan tim pendamping HEOC Dinkes Provinsi NTT.
Ketua Tim : Happy R Pangaribuan, MPH
Pelayanan Kesehatan

Dok. Tim AHS UGM “Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Riung”
Pada Sabtu (22/8/2026), tim medis EMT AHS UGM melaksanakan pelayanan kesehatan di Desa Damu, wilayah kerja Puskesmas Riung dimulai pukul 08.30 WITA. Pelayanan dilaksanakan melalui Pos Kesehatan Damu dengan total 73 pasien rawat jalan. Dari total pasien yang mendapatkan pelayanan, terdapat 5 pasien berusia <5 tahun, terdiri dari 3 laki-laki dan 2 perempuan, serta 68 pasien berusia >5 tahun, terdiri dari 13 laki-laki dan 55 perempuan. Tim bertugas didampingi oleh Puskesmas Riung.
Selama pelaksanaan pelayanan, tidak terdapat kasus yang memerlukan perawatan bedah dan trauma maupun rujukan. Selain itu, tidak ditemukan kasus penyakit menular maupun penyakit kronis dalam pelayanan yang dilaporkan pada hari ini.
Pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT
Tim manajemen melanjutkan kegiatan pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT dimulai pada pukul 09.00 WITA, dengan fokus pada pendataan dan monitoring laporan harian dari sub klaster kesehatan dan bidang logistik. Kegiatan juga mencakup pembaruan data relawan dan peta respons sebagai bagian dari pemutakhiran situasi dan kebutuhan respons kesehatan.

Dok. Tim AHS UGM “Pelaksanaan Kegiatan Pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT”
Selain itu, tim melakukan koordinasi terkait penempatan relawan untuk mendukung kebutuhan pelayanan dan respons kesehatan di wilayah terdampak sesuai kebutuhan lapangan.
Rencana Tindak Lanjut
- Tim manajemen melanjutkan pendampingan operasional HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT.
- Melanjutkan pemutakhiran data relawan, peta respons, serta laporan sub klaster kesehatan dan logistik.
- Melanjutkan koordinasi terkait penempatan dan kebutuhan relawan.
- Tim medis melanjutkan pelayanan kesehatan ke desa-desa terdampak lainnya di wilayah kerja Puskesmas Riung sesuai kebutuhan lapangan.
Reporter : Vina Yulia Anhar, MPH
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Minggu (23/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh EMT type 1 mobile dan tim pendamping HEOC Dinkes Provinsi NTT.
Ketua Tim : Happy R Pangaribuan, MPH
Pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT

Dok. Tim AHS UGM “Tim manajemen update data relawan (kiri) dan mendampingi kelengkapan laporan harian subklaster surveilans (kanan)”
Pada Minggu (23/8/2026), tim manajemen EMT AHS UGM melaksanakan pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT mulai pukul 10.15 WITA hingga 18.30 WITA. Kegiatan difokuskan pada pemutakhiran data, analisis situasi, serta pendampingan sub klaster dalam mendukung pelaksanaan respons kesehatan. Tim melakukan pemutakhiran peta respons dan data SITREP, serta menganalisis ketersediaan EMT pada masing-masing kabupaten sebagai bahan pemetaan dukungan tenaga kesehatan.
Pendampingan juga dilakukan pada Sub Klaster Kesehatan Jiwa untuk menganalisis data kesehatan jiwa dari kabupaten yang telah menyampaikan laporan. Pada Sub Klaster Promosi Kesehatan, tim mendampingi pemutakhiran data kontak dan laporan masing-masing kabupaten. Sementara itu, pada Subklaster P2 dan Surveilans, dilakukan pemutakhiran data per kabupaten, termasuk data penyakit terbanyak dan informasi kesehatan lainnya. Tim juga melakukan pendampingan dalam pemutakhiran data pasien serta koordinasi dengan HEOC Sikka terkait perkembangan situasi dan kebutuhan respons kesehatan.
Pelayanan Kesehatan Tim Medis
Pada Minggu (23/8/2026), Tim 1 EMT AHS UGM melaksanakan pelayanan kesehatan di Desa Goloite, wilayah kerja Puskesmas Riung. Pelayanan dilaksanakan melalui Pos Kesehatan Damu dengan total 70 pasien rawat jalan yang mendapatkan konsultasi dan pelayanan kesehatan. Selama pelaksanaan pelayanan, tidak terdapat pasien yang memerlukan perawatan bedah dan trauma maupun rujukan. Selain itu, tidak terdapat laporan kasus penyakit menular maupun penyakit kronis pada pelayanan hari tersebut.Tim ke lapangan didampingi oleh Puskesmas Riung.

Dok. Tim AHS UGM “Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Kesehatan di di Desa Goloite, wilayah kerja Puskesmas Riung”
Selain itu, tim melakukan koordinasi dalam pengaturan dan penempatan relawan sesuai kebutuhan pelayanan serta prioritas respons kesehatan di wilayah terdampak.
Rencana Tindak Lanjut
- Melanjutkan pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan pemutakhiran data situasi secara berkala.
- Melanjutkan pemutakhiran peta respons, SITREP, data EMT, data pasien, dan data sub klaster.
- Melanjutkan koordinasi dengan HEOC kabupaten.
- Tim medis melanjutkan pelayanan kesehatan ke desa terdampak lainnya di wilayah kerja Puskesmas Riung, termasuk Ite Jaya dan wilayah sekitar Puskesmas Riung.
Reporter : Vina Yulia Anhar, MPH
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Senin (24/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Asesmen dan Pendampingan HEOC Dinkes Provinsi NTT Batch 1.
Ketua Tim : Happy R Pangaribuan, MPH
Pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT

Dok. Tim AHS UGM “Tim mendampingi kelengkapan laporan harian subklaster (kiri) dan melakukan sinkronisasi data relawan, pasien serta kondisi faskes (kanan)”
Pada tanggal 24 Agustus 2026, tim manajemen EMT AHS UGM melaksanakan pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT mulai pukul 08.20-18.40 WITA. Kegiatan meliputi pemutakhiran peta respons berdasarkan data terbaru terkait wilayah terdampak, lokasi pelayanan kesehatan, serta distribusi tim/EMT dan penyesuaian informasi sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan.
Tim juga melakukan pemutakhiran dan sinkronisasi data relawan antara Dashboard Kemenkes dengan data Dinkes Provinsi NTT/HEOC, termasuk verifikasi jumlah, profesi, asal tim, dan lokasi penugasan. Selain itu, dilakukan pemutakhiran SITREP berdasarkan laporan masing-masing subklaster, meliputi perkembangan kegiatan, capaian pelayanan, kebutuhan, kendala, dan rencana tindak lanjut.

Dok. Tim AHS UGM “Tim Manajemen AHS UGM serta Dinkes Provinsi NTT berkoordinasi dengan tim TCK Kemenkes RI”
Tim turut melakukan koordinasi dengan Tim TCK Kemenkes RI yang berkunjung ke HEOC Dinkes Provinsi NTT untuk membahas kebutuhan respons serta penempatan/penugasan personel TCK sesuai prioritas dan kebutuhan masing-masing subklaster.
Pelayanan Kesehatan Tim Medis
Pada tanggal 24 Agustus 2026, Tim 1 EMT AHS UGM melaksanakan pelayanan kesehatan di Desa Kotabaru dan Desa Golo Sentolo, Kecamatan Riung, dengan pendampingan Bidan Amhy dan Ns. Dewi. Total pelayanan sebanyak 63 pasien, terdiri dari 32 pasien di Pos Kesehatan Kotabaru dan 31 pasien di Pos Kesehatan Golo Sentolo. Pelayanan dilakukan secara jemput bola ke wilayah yang relatif jauh untuk menjangkau masyarakat yang masih membutuhkan pelayanan kesehatan.

Dok. Tim AHS UGM “Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Kesehatan di Desa Kotabaru dan Desa Golo Sentolo, wilayah kerja Puskesmas Riung”
Berdasarkan hasil pelayanan, kasus yang banyak ditemukan adalah dispepsia dan hipertensi, sementara pada anak didominasi ISPA. Mulai ditemukan kasus pneumonia dan TB paru, serta keluhan pascabencana seperti masih merasa bergoyang. Tidak terdapat kasus yang memerlukan perawatan bedah/trauma maupun rujukan selama pelayanan. Sebagian masyarakat masih enggan datang ke Puskesmas karena trauma pascagempa sehingga diperlukan pendekatan door to door dan dukungan psikologis.
Kehadiran EMT dirasakan membantu pelayanan Puskesmas yang hanya memiliki 1 dokter umum untuk menangani rawat inap, rawat jalan, dan home visit. Stok beberapa obat dan perbekalan seperti obat hipertensi, multivitamin, Micromist/nebulizer, dan selang suction anak masih tersedia namun mulai menipis dan akan dikoordinasikan dengan Dinkes. Bangunan Puskesmas mengalami keretakan dan kemiringan, sehingga pelayanan masih dilakukan menggunakan tenda di luar gedung. Saat ini pasien dengan keluhan langsung pascabencana mulai berkurang dan pelayanan lebih banyak menangani penyakit umum/PTM, sementara gempa susulan masih terjadi pada pagi dan siang hari. Selain itu, tim berkoordinasi dalam penempatan relawan berdasarkan kebutuhan pelayanan dan prioritas respons kesehatan di wilayah terdampak.
Rencana Tindak Lanjut
- Melanjutkan pendampingan HEOC Dinkes Provinsi NTT.
- Melanjutkan updating peta respons, data relawan, dan SITREP.
- Menindaklanjuti koordinasi dan penempatan Tim TCK Kemenkes sesuai kebutuhan.
- Melanjutkan pemantauan kebutuhan respons kesehatan di tingkat kabupaten dan provinsi.
- Tim medis melanjutkan pelayanan kesehatan ke desa terdampak lainnya di wilayah kerja Puskesmas Riung, selanjutnya direncanakan ke Desa Latung Atas.
Reporter : Vina Yulia Anhar, MPH
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Selasa (25/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Asesmen dan Pendampingan HEOC Dinkes Provinsi NTT Batch 1.
Ketua Tim : Happy R Pangaribuan, MPH
Pendampingan HEOC Dinkes Provinsi NTT

Dok. Tim AHS UGM “Pemutakhiran data relawan (kiri) dan penyusunan peta respon sub klaster kesehatan jiwa (kanan)”
Pada tanggal 25 Agustus 2026, tim manajemen EMT AHS UGM melaksanakan pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT mulai pukul 09.00-20.32 WITA. Kegiatan diawali dengan pemutakhiran data dari seluruh sub klaster dan melakukan follow-up terhadap sub klaster yang belum melakukan pembaruan data. Data yang masuk juga dilakukan pengecekan untuk memastikan kesesuaiannya dengan kondisi dan perkembangan terkini di lapangan.
Urgensi dari masifnya pengumpulan informasi dari pusat langsung ke faskes terdampak adalah untuk mengisi informasi di dashboard berikut milik Kemenkes: https://pusatkrisis.kemkes.go.id/gempa-ntt . Dalam dashboard ini ditampilkan triage korban bencana yang sudah ditangani oleh faskes setempat, kondisi bangunan dan lokasi sebaran relawan kesehatan.

Detail Kejadian Gempa Bumi NTT | Dashboard EOC Kemenkes
Tim melanjutkan pemutakhiran data dan peta respons kesehatan, meliputi sebaran relawan di Puskesmas dan rumah sakit, informasi kasus kesehatan jiwa, serta pemetaan relawan yang dapat mendukung kegiatan trauma healing dan dukungan psikososial. Selain itu, dilakukan pemutakhiran SITREP berdasarkan laporan masing-masing sub klaster dengan memastikan informasi yang digunakan telah terverifikasi dan menggambarkan situasi terkini. Pemutakhiran database relawan juga dilakukan, serta kebutuhan penempatan relawan sesuai kebutuhan fasilitas dan kegiatan respons.
Dalam rangka penguatan operasional HEOC, diinformasikan bahwa dua personel Puskris Kementerian Kesehatan akan tiba di NTT pada Rabu (26/8//2026) dan akan ditempatkan di Dinkes Provinsi NTT. Persiapan dilakukan terkait penempatan, pembagian tugas, akses data, serta integrasi dengan tim manajemen dan sub klaster.
Pelayanan Kesehatan Tim Medis
Tim 1 EMT AHS UGM melaksanakan pelayanan kesehatan di Desa Benteng Tengah dan Desa Nangamese Bawah, Kecamatan Riung, dengan pendampingan Bidan Rita, Ns. Reni, dan Ns. Ilene. Total pelayanan sebanyak 71 pasien, terdiri dari 38 pasien di Pos Kesehatan Benteng Tengah dan 33 pasien di Pos Kesehatan Nangamese Bawah. Mayoritas keluhan yang ditemukan meliputi trauma pascabencana, ISPA, dispepsia, hipertensi, pneumonia ringan, dan PPOK. Tidak terdapat kasus yang memerlukan perawatan bedah/trauma maupun rujukan.

Dok. Tim AHS UGM “Pelayanan Kesehatan di Desa Benteng Tengah dan Desa Nangamese Bawah, wilayah kerja Puskesmas Riung”
Situasi lapangan masih menunjukkan adanya gempa susulan, namun hingga laporan ini disusun tidak terdapat tambahan korban jiwa. Selain itu, tim melakukan koordinasi penugasan relawan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan dan prioritas respons kesehatan di masing-masing wilayah terdampak.
Rencana Tindak Lanjut
- Melanjutkan pendampingan HEOC Dinkes Provinsi NTT dan pemutakhiran data seluruh sub klaster.
- Melanjutkan updating peta respons, SITREP, dan database relawan.
- Menindaklanjuti persiapan kedatangan dan integrasi 2 personel Puskris Kemenkes di HEOC Dinkes Provinsi NTT.
- Melanjutkan pemantauan situasi dan perkembangan kebutuhan kesehatan di wilayah terdampak.
- Tim medis melanjutkan pelayanan kesehatan ke desa terdampak lainnya di wilayah kerja Puskesmas Riung, selanjutnya direncanakan ke Desa Nangamese Tengah.
Reporter : Vina Yulia Anhar, MPH
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Rabu (26/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Asesmen dan Pendampingan HEOC Dinkes Provinsi NTT Batch 1.
Ketua Tim : Happy R Pangaribuan, MPH
Pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT

Dok. Tim AHS UGM “Koordinasi pemutakhiran data SITREP HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT”
Pendampingan HEOC oleh Tim Manajemen AHS-UGM dilaksanakan pada pukul 08.26-19.38 WITA, diawali dengan briefing bersama seluruh sub klaster pada pukul 08.40 WITA untuk pemutakhiran data dan penyusunan SITREP harian. Masing-masing sub klaster menyampaikan perkembangan kegiatan, kondisi lapangan, kebutuhan, kendala, serta rencana tindak lanjut.
Dalam proses pemutakhiran data, masih terdapat keterlambatan laporan dari beberapa kabupaten akibat kendala jaringan/sinyal dan aktivitas tim yang masih berada di lapangan. Tim kemudian melanjutkan konsolidasi dan pemutakhiran SITREP secara bertahap berdasarkan data yang telah diterima. Pada aspek logistik, ditemukan penumpukan logistik di satu titik dengan distribusi yang belum merata ke wilayah yang membutuhkan. Kendala utama berupa keterbatasan sarana transportasi untuk pengambilan dan pendistribusian logistik. Dinkes Provinsi NTT mengusulkan pemanfaatan dukungan relawan yang tersedia untuk membantu proses distribusi logistik.

Dok. Tim AHS UGM “Koordinasi kegiatan HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT dengan Tim Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI”
Dalam pengaturan relawan, terdapat 3 tim yang menghubungi HEOC terkait penempatan dan selanjutnya diarahkan ke Manggarai Barat dan Nagekeo. Pada pukul 17.07 WITA, Tim Puskris Kementerian Kesehatan tiba di NTT untuk mendukung penguatan operasional HEOC Dinkes Provinsi NTT. Selanjutnya akan dilakukan serah terima bertahap dengan Tim AHS-UGM, termasuk koordinasi terkait data, mekanisme kerja, dan pendampingan sub klaster.
Salah satunya pada sinkronisasi data sepuluh penyakit terbanyak yang seharusnya dapat diakses di dashboard Kemenkes, karena satu dan lain hal, Kabupaten Manggarai memiliki sistem sendiri yang tidak terintegrasi dengan sistem SKDR nasional, melalui pak Alfred dan kolega PHEOC Nasional, pak Thoriq, hal ini diharapkan dapat diselesaikan.

Dashboard Pemantauan Penyakit Potensial KLB Gempa Bumi NTT › Prov. NTT (https://datastudio.google.com/u/0/reporting/541be3b0-2553-46d6-ac23-09a504c498cd/page/V756F)
Pelayanan Kesehatan Tim Medis
Tim EMT 1 melaksanakan pelayanan kesehatan di Desa Sambinasi dan Desa Ruki, Kecamatan Riung, dengan pendampingan petugas Puskesmas, yaitu Bidan Sari dan Ns. Aini. Total pelayanan sebanyak 81 pasien, terdiri dari 36 pasien di Pos Kesehatan Sambinasi dan 45 pasien di Pos Kesehatan Ruki. Keluhan/diagnosis yang dominan meliputi trauma pasca bencana, ISPA, dispepsia, hipertensi, pneumonia ringan, dan PPOK. Tidak terdapat kasus yang memerlukan perawatan bedah/trauma maupun rujukan.

Dok. Tim AHS UGM “Pelayanan Kesehatan di Desa Sambinasi dan Desa Ruki, wilayah kerja Puskesmas Riung”
Tim juga melakukan koordinasi terkait obat, alat kesehatan, dan BMHP dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dengan laporan kebutuhan telah disampaikan untuk ditindaklanjuti. Di lapangan masih dilaporkan adanya gempa susulan, namun tidak terdapat tambahan korban jiwa.
Rencana Tindak Lanjut
- Melanjutkan pendampingan operasional HEOC dan proses serah terima dengan Tim Puskris Kemenkes.
- Melanjutkan pemutakhiran data sub klaster, SITREP, dan peta respons.
- Menindaklanjuti kebutuhan dan distribusi logistik bersama Dinkes Provinsi NTT dan relawan.
- Tim medis melanjutkan pelayanan kesehatan ke desa terdampak lainnya di wilayah kerja Puskesmas Riung.
- Menindaklanjuti penyerahan alat-alat medis sesuai kebutuhan lapangan.
Reporter : Vina Yulia Anhar, MPH
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Kamis (27/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Asesmen dan Pendampingan HEOC Dinkes Provinsi NTT Batch 1.
Ketua Tim : Happy R Pangaribuan, MPH
Pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT

Dok. Tim AHS-UGM “Tim HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT melakukan pemutakhiran data SITREP”
Tim Manajemen AHS-UGM melaksanakan pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT pada pukul 08.38-19.02 WITA. Kegiatan meliputi koordinasi kerja sama pendampingan dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam mendukung penguatan dan operasional HEOC, pemutakhiran data setiap subklaster, serta follow-up terhadap subklaster yang masih perlu melengkapi data, khususnya Promkes, Kesehatan Lingkungan, dan Kesehatan Reproduksi.

Dok. Tim AHS-UGM “Koordinasi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT dengan tim tiap subklaster serta tim AHS-UGM dan Pusat Krisis Kemenkes RI untuk kelengkapan data SITREP”
Tim juga melakukan pemutakhiran dan sinkronisasi data relawan, meliputi jumlah, profesi, asal tim/organisasi, serta lokasi dan kebutuhan penempatan. Selain itu, dilakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT untuk memperkuat kelengkapan dan validitas data sebagai bahan penyusunan SITREP, serta pendampingan konsolidasi data dan penyusunan SITREP harian yang mencakup perkembangan respons, kebutuhan, kendala, dan rencana tindak lanjut.
Pukul 13.37 - 16.30 Tim Manajemen bersama dengan Ibu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT Ruth Diana Laiskodat, S.Si, Apt., MM dan dengan tim Puskris berdiskusi mengenai update penanganan gempa Flores hingga pukul 16.30 WITA. Disela-sela diskusi, tim menyampaikan beberapa poin yang harus dilakukan secara bersama menjelang tanggap darurat selesai seperti kelengkapan administrasi untuk kebutuhan pengajuan dana bencana, konsistensi pengiriman sitrep dari kabupaten, ketersediaan relawan dan logistik.
Dukungan Pelayanan Kesehatan dan Koordinasi Kesehatan Jiwa
Tim melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada terkait pemutakhiran data kesehatan jiwa. Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 337 pasien kesehatan jiwa di Kabupaten Ngada dan tidak terdapat penambahan kasus setelah kejadian gempa. Kasus terbanyak tercatat di wilayah Riung, Lengkosambi, Ngara, dan Marunggela, dengan total 62 pasien. Kabupaten Ngada saat ini belum memiliki tenaga psikiater, psikolog, maupun perawat jiwa, sehingga kebutuhan prioritas pascabencana adalah dukungan psikososial, khususnya trauma healing bagi anak-anak.

Dok. Tim AHS-UGM “Tim medis melakukan koordinasi terkait dengan dukungan pelayanan kesehatan dengan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada”
Selain itu, Tim EMT AHS-UGM melaksanakan serah terima BMHP dan alat kesehatan kepada Puskesmas Riung sebagai bagian dari dukungan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.
C. Rencana Tindak Lanjut
- Melanjutkan pendampingan dan penguatan operasional HEOC Dinkes Provinsi NTT.
- Melanjutkan pemutakhiran data subklaster, relawan, peta respons, dan SITREP.
- Menindaklanjuti kebutuhan dukungan kesehatan jiwa, khususnya intervensi psikososial bagi anak.
- Tim medis direncanakan kembali ke Kupang pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Reporter : Vina Yulia Anhar, MPH
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Jumat (28/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Asesmen dan Pendampingan HEOC Dinkes Provinsi NTT Batch 1.
Ketua Tim : Happy R Pangaribuan, MPH
Pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT

Dok. Tim AHS-UGM “Koordinasi HEOC Dinkes Provinsi NTT bersama Tim Pusat Krisis Kemenkes RI (kiri) dan pengarahan terkait updating data subklaster serta penyusunan SITREP (kanan)”
Tim Manajemen AHS-UGM melaksanakan pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT pada pukul 09.00-18.24 WITA. Kegiatan meliputi pemutakhiran data dari setiap subklaster dan pemutakhiran SITREP berdasarkan perkembangan serta laporan terbaru dari masing-masing subklaster.

Dok. Tim AHS-UGM “Serah terima tugas tim AHS-UGM dengan tim Pusat Krisis Kemenkes RI perihal pendampingan HEOC Dinas Kesehatan Provinsi NTT”
Pada hari ini juga telah dilaksanakan serah terima tugas secara resmi dari Tim AHS-UGM kepada Tim Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Serah terima mencakup penyampaian perkembangan kegiatan, data dan dokumen pendukung, serta hal-hal yang masih perlu ditindaklanjuti dalam pelaksanaan pendampingan HEOC Dinkes Provinsi NTT.
Sebagai bagian dari penutupan penugasan, Tim AHS-UGM telah menyusun dan menyerahkan Exit Report sebagai laporan akhir pelaksanaan kegiatan kepada AHS-UGM. Laporan tersebut juga telah disampaikan kepada Dinas Kesehatan Provinsi NTT sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan pendampingan HEOC serta dukungan pelayanan kesehatan selama masa penugasan.
Kepulangan Tim Medis
Tim medis AHS-UGM menyelesaikan penugasan di Riung, Kabupaten Ngada, dan melakukan perjalanan kembali menuju Kupang. Tim berangkat dari Riung menuju Kupang dengan perjalanan udara pada siang hari dan diperkirakan tiba di Kupang pada sore hari.
Rencana Tindak Lanjut
- Tim AHS-UGM telah menyelesaikan proses serah terima pendampingan HEOC dengan Tim Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI.
- Tim Puskris Kemenkes RI melanjutkan pendampingan dan penguatan operasional HEOC Dinkes Provinsi NTT.
- Tim AHS-UGM melanjutkan perjalanan kembali ke Yogyakarta pada 29 Agustus 2026 melalui penerbangan pagi dari Kupang.
- Tim diperkirakan tiba di Yogyakarta pada siang hari tanggal 29 Agustus 2026.
Reporter : Vina Yulia Anhar, MPH
Pokja Bencana FK-KMK UGM, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM
Sabtu (29/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh Tim Asesmen dan Pendampingan HEOC Dinkes Provinsi NTT Batch 1.
Ketua Tim : Happy R Pangaribuan, MPH
Kepulangan Tim AHS-UGM

Dok. Tim AHS-UGM “Tim AHS-UGM telah tiba di Yogyakarta setelah selesai bertugas untuk respon siap siaga bencana di NTT”
Tim AHS-UGM melaksanakan perjalanan kembali ke Yogyakarta setelah menyelesaikan rangkaian penugasan dalam respons gempa Flores, NTT. Tim berangkat dari Bandara El Tari, Kupang, menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada pukul 06.25 WITA dan tiba di Jakarta pada pukul 08.30 WIB. Selanjutnya, tim melanjutkan perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju New Yogyakarta International Airport (YIA) pada pukul 11.20 WIB dan tiba di Yogyakarta pada pukul 12.35 WIB. Seluruh perjalanan kepulangan dilaksanakan melalui jalur udara.
Penutup
Dengan selesainya perjalanan kepulangan dan penyerahan Exit Report, rangkaian penugasan Tim AHS-UGM dalam mendukung respons gempa NTT dinyatakan selesai.
Tim AHS-RS Sardjito
Laporan Harian
Tim EMT Specialist Cell AHS UGM - RS Sardjito Specialist Cell
“Pokja Bencana FK-KMK UGM, RS Sardjito”
Senin (17/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh Tim EMT Specialist Cell AHS UGM - RS Sardjito Specialist Cell
Ketua Tim : Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., K-Spine
Pemberangkatan Tim

Dok. Tim AHS-UGM “Persiapan Keberangkatan Tim RSUP Dr. Sardjito ke Kabupaten Bajawa”
Berdasarkan koordinasi dr. Yudha Mathan Sakti dengan Kementerian Kesehatan, RSUP Dr. Sardjito diinstruksikan segera mengirimkan tim medis untuk mendukung penanganan korban gempa di Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT, khususnya kebutuhan tindakan operatif. Tim direncanakan berangkat pada Senin (17/8/2026) dengan 7 personel, terdiri dari 2 dokter orthopaedi, 1 dokter anestesi, 1 dokter bedah, dan 3 perawat, dengan penempatan di RSUD Bajawa.Tim terdiri atas Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT, Subsp.O.T.B.(K); dr. Sharfan Anzhari, Sp.OT; dr. Nashiruddin, Sp.An-TI; dr. Ratna Sari Kalembu, Sp.B; Lutfi Tomi Ambora, A.Md.Kep; Sigit Prabowo, S.Kep., Ners; dan Nur Ahmad. Tim berangkat dengan rute penerbangan Yogyakarta–Surabaya melalui jalur darat, dilanjutkan Surabaya–Makassar–Labuan Bajo–Bajawa melalui jalur udara, dengan perkiraan tiba di Bajawa pada Selasa (18/82026). Selanjutnya dr. Yudha sebagai bagian dari Pokja Bencana FK-KMK UGM dan dokter orthopedi dari RS Sardjito akan melaporkan kegiatan pelayanan tim.
Rencana Tindak Lanjut :
- Perjalanan menuju Bajawa Kabupaten Ngada
- Melaporkan kedatangan ke HEOC Dinkes Kab. Ngada
- Berkoordinasi dengan Direktur RSUD Bajawa terkait penugasan tim
Selasa (18/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh Tim EMT Specialist Cell AHS UGM - RS Sardjito Specialist Cell
Ketua Tim : Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., K-Spine

Dok. Tim AHS UGM “Tim Tiba di RSUD Bajawa”
Perjalanan Menuju Bajawa
Tim yang berangkat membawa kebutuhan medis dan operasional untuk mendukung pelayanan dan tindakan operasi di RSUD Bajawa. Tim tiba di RSUD Bajawa pukul 18.00 WITA dan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kab. Ngada dan RSUD Bajawa. Selanjutnya, tim melakukan asesmen pasien, serta tindakan operasi sesuai prioritas medis. Hari ini operasi yang dilakukan 1 operasi orthopedi dan 1 operasi obgyn.
Rencana Tindak Lanjut
- Melakukan tindakan operasi di RSUD Bajawa
Rabu (19/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh Tim EMT Specialist Cell AHS UGM - RS Sardjito Specialist Cell
Ketua Tim : Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., K-Spine

Dok. Tim AHS UGM-RS Sardjito “Tindakan Operasi”
Hari ini tim sudah mulai melakukan tindakan operasi orthopedi di RSUD Bajawa. Dr. Yudha melaporkan dilakukan 12 tindakan operasi : 5 tindakan operasi orthopedi, 1 operasi bedah, 6 operasi obgyn.
Rencana Tindak Lanjut
- Melanjutkan tindakan operasi
Kamis (20/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh Tim EMT Specialist Cell AHS UGM - RS Sardjito Specialist Cell
Ketua Tim : Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., K-Spine

Dok. Tim AHS UGM-RS Sardjito “Visit pasien post operasi”
Dr. Yudha melaporkan hari ini tim dr.Anestesi RS Sardjito membantu 1 operasi obgyn. Kemudian kegiatan visite 8 pasien Post Op, semua kondisi pasien stabil baik. Terdapat 1 operasi orthopedi dibatalkan dikarenakan gempa susulan di Ngada sebesar 5.7 SR jam 9.47 WITA, sehingga akan dijadwalkan kembali.
Rencana Tindak Lanjut
- Visit pasien post operasi dan tindakan operasi
Jumat (21/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh Tim EMT Specialist Cell AHS UGM - RS Sardjito Specialist Cell
Ketua Tim : Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., K-Spine

Dok. Tim AHS UGM-RS Sardjito “Pemeriksaan pasien baru IGD”
Dr. Yudha melaporkan hari ini dilakukan 1 tindakan operasi orthopedi, 1 tindakan operasi bedah, 8 tindakan operasi obgyn. Kegiatan visite 7 pasien Post Op, semua kondisi pasien stabil baik.
Rencana tindak lanjut
- Visit pasien post operasi dan tindakan operasi
- 1 operasi ORIF Ankle + 1 Tim mensupport kegiatan di PKM Lopijo
Sabtu (22/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh Tim EMT Specialist Cell AHS UGM - RS Sardjito Specialist Cell
Ketua Tim : Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., K-Spine

Dok. Tim AHS UGM-RS Sardjito “Operasi Close frakture Tibia-Fibula (kiri) dan pertemuan rutin koordinasi Tim AHS UGM”
Dr. Yudha melaporkan hari ini dilakukan 1 tindakan operasi orthopedi, 3 operasi obgyn. Kegiatan visite 8 pasien Post Op, semua kondisi pasien stabil baik. Selanjutnya tim juga ditugaskan ke puskesmas untuk melihat kasus ortopedi dan trauma muskuloskeletal. Dari hasil kunjungan tersebut tidak ada yang berhubungan dengan gempa. Saat ini pasien yang membutuhkan tindakan operasi ortopedi sudah habis, namun tim akan tetap stay sampai tanggal 28 Agustus. Dokter anestesi sangat membantu karena angka SC tinggi. Air, listrik, dan sinyal di RS baik, air bersumber dari PDAM.
Rencana Tindak Lanjut
- Visit pasien post op dan stand by RS Bajawa
Ahad (23/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh Tim EMT Specialist Cell AHS UGM - RS Sardjito Specialist Cell
Ketua Tim : Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., K-Spine

Dok. Tim AHS UGM-RS Sardjito “Operasi Close fraktur Tibia-Fibula (kiri) dan pertemuan rutin koordinasi Tim AHS UGM”
Dr. Yudha melaporkan hari ini dilakukan 1 tindakan operasi orthopedi, 3 operasi obgyn. Kegiatan visite 8 pasien Post Op, semua kondisi pasien stabil baik. Selanjutnya tim juga ditugaskan ke puskesmas untuk melihat kasus ortopedi dan trauma muskuloskeletal. Dari hasil kunjungan tersebut tidak ada yang berhubungan dengan gempa. Saat ini pasien yang membutuhkan tindakan operasi ortopedi sudah habis, namun tim akan tetap stay sampai tanggal 28 Agustus. Dokter anestesi sangat membantu karena angka SC tinggi. Air, listrik, dan sinyal di RS baik, air bersumber dari PDAM.
Rencana Tindak Lanjut
- Visit pasien post op dan stand by RS Bajawa
Senin (24/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh Tim EMT Specialist Cell AHS UGM - RS Sardjito Specialist Cell
Ketua Tim : Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., K-Spine

Dok. Tim AHS UGM-RS Sardjito “Tindakan operasi”
Dr. Yudha melaporkan hari ini tidak ada tindakan operasi. Kegiatan visite 8 pasien Post Op, semua kondisi pasien stabil baik. Tim juga memastikan stock opname dan inventaris implant orthopaedi, anestesi dan set bedah lain tersedia. Selanjutnya tim melakukan koordinasi exit strategy dengan RS Sardjito. Direncanakan tim 2 datang tgl 26 Agustus (1 Sp.OT, 1 Sp.An, 1 Chief Residen OT, 1 perawat OK OT) untuk menggantikan tim 1. Meskipun kasus orthopedi sudah berkurang namun harapannya tetap ada tim selanjutnya untuk stand by di RSUD Bajawa, mengingat gempa susulan masih kerap terjadi di Kab. Ngada.
Rencana Tindak Lanjut :
- visite pasien post op
- 2 operasi orthopaedi (dislokasi elbow + fraktur distal.end radius)
- pengiriman tim EMT 1 mobile bersama IDI Ngada (Dr Ratna dan Mas Sigit)
Selasa (25/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh Tim EMT Specialist Cell AHS UGM - RS Sardjito Specialist Cell
Ketua Tim : Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., K-Spine

Dok. Tim AHS UGM-RS Sardjito “Tindakan operasi”
Dr. Yudha melaporkan hari ini dilakukan 2 tindakan operasi orthopedi. Kegiatan visite pasien Post Op, semua kondisi pasien stabil baik. Hari ini tim juga memastikan stock opname dan inventarisasi alat dan instrumen. Selanjutnya akan ada tim medis dari Sardjito yang akan melanjutkan pelayanan, direncanakan tim 2 datang tgl 26 Agustus (1 Sp.OT, 1 Sp.An, 1 Chief Residen OT, 1 perawat OK OT). Hari ini juga sebagian tim bersama dengan IDI Ngada melakukan pelayanan kesehatan di Puskesmas Lindi.
Rencana Tindak Lanjut :
- visite pasien post op
- 1 operasi orthopaedi (open fraktur metacarpal + susp rupture tendon)
- pelayanan di Poliklinik orthopedi RS Bajawa cabang Late (8.5 Km dari RS Bajawa)
Rabu (26/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh Tim EMT Specialist Cell AHS UGM - RS Sardjito Specialist Cell
Ketua Tim : Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., K-Spine

Dok. Tim AHS UGM-RS Sardjito “Tindakan operasi (kiri) dan visit pasien (kanan)”
Dr. Yudha melaporkan hari ini dilakukan 2 tindakan operasi orthopedi. Kegiatan visite pasien Post Op, semua kondisi pasien stabil baik. Hari ini tim juga memastikan stock opname dan melakukan operan tugas kepada tim RS Sardjito yang baru. Tim dari RS Sardjito juga melakukan pelatihan splinting dan imobilisasi untuk Dokter umum RS Bajawa dan PKM daerah Ngada (20 orang dokter umum). Hari ini juga dilakukan serah terima tugas dan peralatan kepada tim 2 RS Sardjito dan persiapan kepulangan tim.
Kegiatan hari berikutnya (27 Agustus)
- Pulang ke Jogja
Kamis (27/8/2026)
dilaporkan dari lapangan oleh Tim EMT Specialist Cell AHS UGM - RS Sardjito Specialist Cell
Ketua Tim : Dr. dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT., K-Spine
Dr. Yudha melaporkan hari ini tiba pulang kembali ke Jogja dan penugasan selanjutnya dilanjutkan oleh tim 2 RS Sardjito. Tim tiba malam hari di bandara YIA malam hari.

Dok. Tim AHS UGM-RS Sardjito “Foto bersama dengan RSUD Bajawa sebelum kembali ke Jogja (kiri) dan tim tiba di Bandara YIA Yogyakarta (kanan)”
#SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, #SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

