logo2

ugm-logo

Bencana Tidak Berdampak Sama: Perempuan dan Kelompok Rentan Memerlukan Perlindungan yang Lebih Inklusif

Bencana Tidak Berdampak Sama: Perempuan dan Kelompok Rentan Memerlukan Perlindungan yang Lebih Inklusif

Bencana tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga dapat memicu krisis kesehatan yang berdampak lebih besar pada perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Oleh karena itu, manajemen bencana kesehatan memerlukan data yang mampu mengidentifikasi siapa yang paling berisiko agar layanan kesehatan, evakuasi, logistik medis, dan pemulihan dapat direncanakan secara tepat sasaran. Sejalan dengan hal tersebut, BNPB tengah memfinalisasi studi penduduk terpapar bencana dengan mengintegrasikan data berdasarkan jenis kelamin, usia, dan status disabilitas (Sex, Age, and Disability Disaggregated Data/SADDD) sebagai dasar penyusunan kebijakan penanggulangan bencana yang lebih inklusif dan berbasis bukti. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat pengambilan keputusan dalam setiap fase manajemen bencana kesehatan, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa pemanfaatan data terpilah mampu meningkatkan efektivitas respons kesehatan, mengurangi kesenjangan akses layanan, serta memperkuat ketahanan sistem kesehatan dalam menghadapi bencana di masa mendatang.

Jurnal: https://doi.org/10.3390/disabilities3040042