Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai Koordinator Bidang Pengelolaan Data Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyampaikan data calon penerima bantuan rumah rusak bencana Sumatera. Hingga saat ini, BPS telah merampungkan pemadanan data di 46 dari 52 kabupaten/kota terdampak di tiga provinsi, sementara 6 kabupaten/kota lainnya tidak mengusulkan data. Dari proses pemadanan tersebut, sebanyak 27.173 keluarga dinyatakan telah valid dan terverifikasi sebagai keluarga yang dapat diutamakan untuk menerima bantuan stimulan rumah terdampak bencana.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti pada Press Conference Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Wilayah Sumatera di Jakarta (11/2) menjelaskan bahwa pembangunan Data Tunggal Bencana Sumatera merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana melalui data yang akurat, terintegrasi dan terpadu.
Berdasarkan hasil penunggalan di 25 kabupaten/kota yang ditandatangani oleh 3 pihak (kepala daerah, kajari, dan kapolres), diperoleh 28.259 jumlah keluarga unik atau 94.642 penduduk. Dari jumlah tersebut, terdapat 27.173 keluarga dengan kondisi rumah rusak, atau 96,16% dari total jumlah keluarga yang terekam per 10 Februari 2026.

