Tangerang Selatan - Humas BRIN. Di tengah tingginya risiko gempa bumi di Indonesia, kebutuhan akan teknologi bangunan yang adaptif dan tangguh menjadi semakin krusial.
Menjawab tantangan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi peredam (damper) gempa cerdas berbasis shape memory steel. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan struktur sekaligus mempercepat pemulihan pascagempa.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Metalurgi BRIN, Efendi, mengatakan gempa bumi merupakan bencana yang sulit diprediksi dan dapat menimbulkan kerusakan serius pada bangunan serta dampak sosial-ekonomi yang luas.
“Gempa bisa terjadi tanpa peringatan dan berdampak pada kerusakan permanen struktur. Hal ini sering kali membutuhkan biaya perbaikan besar dan waktu pemulihan yang tidak singkat,” katanya, saat diwawancara Tim Humas BRIN, Selasa (28/4).
Selama ini, penggunaan damper gempa konvensional memang telah membantu meredam energi getaran. Namun, teknologi tersebut masih memiliki keterbatasan karena mengandalkan deformasi plastis yang bersifat permanen. Akibatnya, performa damper menurun setelah digunakan dan memerlukan penggantian.
selengkapnya https://brin.go.id/news/127873/inovasi-peredam-gempa-cerdas-brin-percepat-pemulihan-pascabencana

