Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Jawa Timur mengidentifikasi penyebab banjir di 21 lokasi di kota setempat, Sabtu sore, disebabkan peningkatan debit air di drainase dan sungai secara bersamaan saat hujan deras.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang Prayitno di Kota Malang, menyampaikan beban pada drainase dan sungai pada akhirnya menyebabkan air yang seharusnya tertampung justru meluber ke jalan dan area pemukiman penduduk.
"Intensitas hujan yang deras memicu meningkatnya debit air di drainase dam sungai di beberapa wilayah hingga terjadi luapan ke jalan maupun pemukiman. Kami mendapati (banjir) di 21 titik," kata dia.
Berdasarkan data BPBD Kota Malang, 21 lokasi banjir tersebar merata di lima kecamatan, yakni Blimbing, Sukun, Lowokwaru, Klojen, dan Kedungkandang.
Untuk Kecamatan Blimbing, data BPBD setempat menyebutkan banjir melanda Jalan Letjen Sutoyo, Jalan Letjen S Parman, Jalan Panji Suroso, kawasan Early Warning System (EWS) Blimbing di Jalan Industri Barat, dan Jalan Kedawung.
Kecamatan Sukun banjir muncul di kawasan EWS Candi dam EWS Bukit Barisan, Kecamatan Kedung Kandang kejadian serupa terjadi di Jalan Bungur, EWS Sudimoro, Jalan Bunga Coklat, Jalan Cengger Ayam, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Terusan Kendalsari, Jalan Melati, dan Jalan Mawar.
Banjir menggenangi kawasan EWS Kayutangan, Jalan Galanggung, Jalan Veteran depan Malang Town Square (Matos), sedangkan di Kecamatan Kedungkandang sebaran banjir di Jalan Danau Kerinci, Jalan Danau Toba, Jalan Danau Bratan Raya.
Selain memantau perkembangan lapangan, pihaknya juga berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait untuk melakukan penanganan di lokasi terdampak.
Hujan berintensitas deras melanda wilayah setempat sejak pukul 15.00 WIB dan berangsur reda sekitar pukul 16.20 WIB.
Prayitno menyampaikan selang 10 menit setelah hujan reda, banjir di 21 tempat berangsur surut.
"Terpantau sudah mulai surut pukul 16.30 WIB," ucapnya.
sumber: antara

