Memasuki periode puncak musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB mengeluarkan pembaruan situasi kekeringan meteorologis per Jumat, 26 Juni. Sebanyak dua kabupaten/kota di NTB telah resmi menetapkan status siaga darurat kekeringan akibat rendahnya curah hujan dasarian yang berada di bawah 50 mm. Berdasarkan hasil monitoring intensif, wilayah terdampak telah meluas ke 24 kecamatan dan 56 desa, yang mencakup setidaknya 13.769 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 41.891 jiwa terancam krisis air bersih. Hari Tanpa Hujan (HTH) terpanjang tercatat di Stasiun Meteorologi M. Salahuddin Bima yang mencapai 35 hari berturut-turut (kategori sangat panjang). Guna mengantisipasi dampak yang lebih parah, BPBD telah mendistribusikan puluhan tangki air bersih portabel ke daerah level siaga tinggi seperti Sekotong, Jonggat, Pringgabaya, Hu'u, dan Palibelo.
sumber: https://bpbd.ntbprov.go.id

