Pandemi COVID-19 sudah memasuki fase pertengahan, mayoritas negara termasuk Indonesia sudah mengalami puncak gelombang kedua yang jauh lebih tinggi dibandingkan puncak sebelumnya, staetegi pemerintah baik pusat maupun daerah dalam mengatasi pandemi ini menunjukkan kelemahan sistem kesehatan yang sudah terbangun. Walaupun sudah banyak juga upaya dan sumber daya yang dikerahkan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah untuk menjaga ketahanan kesehatan karena pandemi ini. Berbagai kebijakan terkait protokol kesehatan sudah diterbitkan dan disosialisasikan kepada masyarakat. Ketahanan kesehatan ini akan terwujud jika setiap komunitas peduli dan konsisten menerapkan kebijakan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran pandemi COVID-19.
Blog
Pengambilan Keputusan Darurat untuk Bencana Alam
Dengan meningkatnya tren pemanasan global, seringnya terjadi bencana alam telah membawa tantangan serius bagi pembangunan berkelanjutan masyarakat. Oleh karena itu, pengambilan keputusan darurat (Emergency Decision Making/ EDM) untuk bencana alam memainkan peran yang semakin signifikan dalam meningkatkan kemampuan tanggap bencana. Dalam artikel ini, pertama - tama peneliti menguraikan konsep dan karakteristik EDM untuk bencana alam dan menjelaskan secara singkat isi keputusan darurat dalam berbagai tahap bencana alam. Kemudian, diberikan gambaran tentang teori EDM dan metode bencana alam dari perspektif metodologis. Setelah itu, peneliti memberikan gambaran rinci tentang pembangunan sistem pendukung keputusan darurat. Akhirnya, penulis merangkum kesimpulan utama dari makalah ini dan menunjukkan prospek penelitian masa depan. Artikel ini dipublikasikan pada 2018 di International Journal Disaster Risk Reduction
Partisipasi Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana Banjir Berorientasi Kesiapsiagaan
Tujuan dari penulisan ini untuk mengkaji partisipasi masyarakat dalam penanggulangan banjir kesiapan. Metode yang digunakan berupa meta-analisis dari studi literatur berbagai artikel jurnal pada 2011-2019 dengan topik mitigasi bencana banjir di Indonesia meliputi Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, diambil dari jurnal internasional Disaster Risk Reduction, Jurnal Kebencanaan Sumatera, jurnal geografi dan pendidikan geografi Jamba: Jurnal studi risiko bencana, ilmu alam, dan dari seminar internasional. Kurangnya artikel di Indonesia yang membahas tentang partisipasi masyarakat dalam bencana banjir dalam bahasa Inggris seperti artikel dari negara lain, menyebabkan penelitian ini belum pernah dilakukan. Hasil review - nya menunjukkan bahwa dari 9 pasal yang digunakan, ternyata partisipasi masyarakat dalam menangani banjir di beberapa daerah di Indonesia termasuk dalam kategori aktif. Bentuk partisipasi meliputi partisipasi dalam bentuk uang, iuran tenaga kerja, pendidikan antar masyarakat, pengawasan pembangunan infrastruktur dan penambahan ruang terbuka hijau. Artikel ini dipublikasikan pada 2020 oleh LPPM Unila. Selengkapnya
Penelitian Awal Tentang Konsep Kota Spons untuk Pengurangan Banjir Perkotaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan pada masing - masing proyek percontohan untuk memahami bentuk desain utama dan konsep proyek sponge city concept (SCC) di China. Ini juga bertujuan untuk memeriksa sepuluh proyek percontohan di Shanghai untuk memperkirakan karakteristik utama mereka dan proses yang diperlukan untuk mengimplementasikan proyek SCC secara efektif. Enam jenis utama proyek SCC di antara 30 kota percontohan diklasifikasikan dalam penelitian ini untuk menemukan perbedaan dan persamaan di antara kota - kota percontohan. Empat metode desain spons diklasifikasikan ke dalam sepuluh proyek percontohan. Setelah membandingkan setiap ukuran proyek dengan menggunakan ukuran geografis yang sama, tiga tipe geometris dikategorikan ke dalam wilayah kota lama dan kota baru. Karakteristik proyek SCC dapat diidentifikasi dengan menggabungkan empat metode dan tiga tipe geometris dan program SCC dengan membandingkan perubahan penggunaan lahan dan lingkungan sekitar di sepuluh proyek percontohan. Artikel ini dipublikasikan pada 2020 di jurnal Emerald Insight, selengkapnya Selengkapnya
Media Sosial dan Kesiapsiagaan Darurat Saat Pandemi
Virus corona baru adalah penyebab pandemi global baru yang mengancam jutaan nyawa. Saat ini, banyak metode berbagi informasi telah dimasukkan oleh platform media sosial raksasa yang memiliki kecepatan, jangkauan, dan penetrasi yang luar biasa. Lebih dari 2,9 miliar orang menggunakan media sosial secara teratur, dan banyak untuk jangka waktu yang lama. Pemahaman saat ini tentang bagaimana platform ini dapat dimanfaatkan untuk secara optimal mendukung tanggap darurat, ketahanan, dan kesiapsiagaan tidak dipahami dengan baik. Dalam artikel ini, penulis menguraikan kerangka kerja untuk mengintegrasikan media sosial sebagai alat penting dalam mengelola pandemi yang berkembang saat ini serta mengubah aspek kesiapsiagaan dan respons untuk masa depan. Artikel ini dipublikasikan pada 2020 di JAMA Network
More Articles ...
- Keterlibatan Warga dari Bawah ke Atas untuk Keadaan Darurat Kesehatan dan Manajemen Risiko Bencana
- Kesiapan Dunia Pasca-COVID-19: Kasus Respons Bencana Pandemi dan Upaya Pemulihan Bersamaan di Kesehatan Masyarakat
- Tantangan dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Bahaya Tsunami di Pulau - Pulau Kecil yang Rawan Tsunami di Sumatera
- Kesiapsiagaan Bencana dan Kompetensi Profesional Diantara Penyedia Layanan Kesehatan

