logo

ugm-logo

ucapan lebaran 2018 bencana1

Agenda Mendatang

  • agenda2018
  • agenda bencana hdp

Pengantar Website Bencana

http://indowarta.com/wp-content/uploads/2018/06/Ilustrasi-Arus-Mudik-696x392.jpg

Selamat berjumpa kembali kepada seluruh pembaca di nusantara. Memasuki minggu akhir Ramadhan, terdapat tradisi yang telah berjalan di Indonesia sejak dulu yaitu mudik lebaran. Tradisi mudik menjadi salah satu yang dinantikan oleh setiap orang yang merantau. Kepadatan pada saat arus mudik merupakan hal yang biasa dijumpai. Kejadian breksit atau Brebes Exit merupakan salah satu yang menimbulkan korban. Hal tersebut membuat pemerintah membuat berbagai skenario dalam mengatasi kepadatan arus mudik tersebut serta menghindari adanya kejadian serupa. Arus mudik merupakan salah satu jenis mass gathering yang dapat menimbulkan kejadian kegawatdaruratan. Minggu ini kami menginformasikan terkait dengan mass gathering sebagai salah satu risiko dalam menimbulkan kejadian kegawatdaruratan yaitu:

Rapat Koordinasi Penyiapan Skenario dan Rencana Penanganan Erupsi Merapi saat Libur Lebaran 2018

rakor persiapan bencana 2018 merapi 01

Yogyakarta memiliki potensi terjadi bencana yang bermacam-macam dan salah satu yang kerap terjadi yaitu Gunung Merapi, dengan siklus 4 tahun sekali. Dari bulan Mei sampai dengan Juni sudah terjadi 3 kali letusan freatik dan status Gunung Merapi sudah meningkat dari Normal menjadi Waspada. Letusan freatik pertama terjadi pada 11 Mei 2018 kemudian terjadi kembali pada 21 Mei 2018. Update terakhir letusan freatik terjadi pada 1 Juni 2018 pukul 08.20 WIB dengan ketinggian kolom 6000 meter kearah barat laut dengan durasi 2 menit dan amplitudo 77mm. Fenomena ini tidak terlalu berbahaya, tetapi kita tetap perlu selalu siap dalam menghadapinya. Persiapan yang dilakukan sudah harus dimulai sejak sebelum terjadinya bencana. Sebentar lagi umat muslim di Indonesia akan merayakan libur Lebaran dan seluruh pegawai baik negeri maupun swasta akan mendapatkan libur nasional mulai dari 12 Juni 2018 sampai 20 Juni 2018. Oleh karena itu, sangat diperlukan rapat koordinasi untuk mempersiapkan skenario dan rencana penanganan bencana Erupsi Merapi saat libur Lebaran untuk mengantisipasi jika terjadi Erupsi Merapi pada saat jangka waktu.

SELENGKAPNYA

Mengenal Mass Gathering Sebagai Salah Satu Risiko Terjadinya Kejadian Kegawatdaruratan

https://cdn.sindonews.net/dyn/940/photos/2015/07/19/13533/49593_highres.jpgMenurut WHO mass gathering merupakan kegiatan yang telah terorganisir maupun tidak dimana jumlah orang yang berkumpul banyak dan cukup untuk membebani sumber daya komunitas atau pemerintah dalam merencanakan maupun memberikan respon dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Contoh mass gathering yang sering kita jumpai yaitu kegiatan olahraga, festival musik, demonstrasi politik dan kegiatan keagaamaan. Arus mudik dan balik setiap tahunnya merupakan contoh yang kita jumpai di Indonesia.

Risiko kesehatan yang dapat dialami oleh seseorang yang berada pada mass gathering disebabkan oleh tingginya kepadatan orang, terbatasnya kontrol yang dapat dilakukan terhadap kerumunan orang, tidak adekuatnya perawatan medis di tempat kejadian, serta kurangnya persiapan terhadap kemungkinan perubahan iklim yang ekstrim. Keluhan yang sering dialami ada kejadian seperti cedera, penyakit terkait dengan temperatur, intoksikasi, penyakit gastrointestinal, serta gangguan respirasi. Perawatan medis di tempat biasanya dapat memberikan perawatan untuk cidera ringan. Penanganan yang lebih besar membutuhkan kerja sama multi sektor.

SELENGKAPNYA

Analisis Situasi Pada Mass Gathering dalam Sejarah

Murray & Soomarco pada 2012 lalu melakukan review terhadap kejadian mass gathering yang terlapor. Berdasarkan laporan diketahui terdapat 156 kejadian mass gathering sejak 1971-2011. Studi ini berfokus pada kepadatan orang pada saat terjadinya mass gathering. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada kejadian sebelumnya, kebijakan terkait dengan perencanaan penanganan kejadian, prosedur evakuasi dan pelayanan kegawatdaruratan dibutuhkan untuk menyukseskan suatu mass gathering. Perencanaan kesehatan harus meliputi pelatihan staf terkait kegiatan khususnya staf keamanan dalam kendali masa, sistem tiket yang memadai dan membatasi kepadatan (pada kejadian dengan membutuhkan tiket), perencanaan evakuasi termasuk keamanan kebakaran harus tersedia, rute keluar yang jelas dan bebas dari hambatan. Setiap jenis mass gathering memiliki kemungkinan untuk terjadinya kejadian mayor. Hal ini harus menjadi bagian dari perencanaan dalam penanganan kejadian yang mungkin terjadi.

SELENGKAPNYA

Paket Pelatihan dan seminar/workshop

Berikut pelatihan dan pendampingan yang kami selenggarakan sepanjang tahun:

  1. Sosialisasi Penyusunan Perencanaan Penanggulangan Bencana Di Rumah Sakit (HDP)
    Dalam pelatihan ini akan dibahas overview penyusunan perencanaan penanggulangan bencana di rumah sakit secara umum. Selengkapnya Klik Disini
  2. Workshop Penyusunan Perencanaan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit.
    Kegiatan workshop penanggulangan bencana di rumah sakit akan dilaksanakan selama 2 hari tatap muka dengan pemberian materi penyusunan penanggulangan bencana di Rumah Sakit (HDP) serta pelatihan tentang pembuatan draft awal dokumen HDP rumah sakit. Selengkapnya Klik Disini
  3. In House Training (IHT) Penyusunan Perencanaan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (HDP)
    Paket In House Training Penyusunan Perencanaan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit akan dilaksanakan sebisa mungkin dalam kurun waktu maksimal 3 bulan. Selengkapnya Klik Disini
  4. Simulasi Penanggulangan Bencana Di Rumah Sakit
    Simulasi penanggulangan bencana bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi bencana sekaligus untuk menguji dokumen perencanaan penanggulangan bencana (HDP) yang sudah disusun rumah sakit. Selengkapnya Klik Disini
  5. Sosialisasi HDP oleh Dinas Kesehatan
    Sesuai dengan Permenkes 64 Tahun 2013 maka salah satu tugas Dinas Kesehatan dalam fase pra bencana adalah menyelenggarakan sosialisasi kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya dalam menghadapi bencana, dalam hal ini bentuknya bisa berupa HDP untuk Rumah Sakit atau PHCDP untuk Puskesmas. Selengkapnya Klik Disini
  6. Pelatihan Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana di Puskesmas (Primary Health Care Disaster Plan (PHCDP))
    Tidak hanya rumah sakit, puskesmas sebagai ujung tombak layanan kesehatan di daerah juga harus disiapkan dalam menghadapi bencana. Termasuk juga dalam akreditasi puskesmas saat ini. Selengkapnya Klik Disini
  7. Pengembangan Kurikulum Manajemen Bencana Kesehatan di Perguruan Tinggi Kesehatan
    Mahasiswa kesehatan (calon tenaga kesehatan) harus disiapkan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan. Bagaimana kurikulum untuk manajemen bencana kesehatan dikembangkan dan diajarkan? SelengkapnyaKlik Disini
  8. Blended Learning Bagian Operasional dalam Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit
    Bagian operasional di rumah sakit untuk penanggulangan bencana merupakan bagian yang paling padat SDM dan tugasnya. Bagaimana perencanaan dalam HDP dan mekanisme pelaksanaannya dibahas dalam paket pelatihan ini. Selengkapnya Klik Disini
  9. Seminar dan Workshop
    Kami juga kerap melaksanakan workshop dan seminar. Daftar seminar 2016 dan 2017, Klik Disini

Website Manajemen

mrsmpk
mjkmpkk

Pengembangan website-website manajemen dilandasi dengan logika berfikir bahwa kebijakan yang baik dapat gagal dalam pelaksanaannya karena buruknya manajemen organisasi dan program. Selengkapnya

Website Isu Prioritas

bencanakiadeskes
mutupel dokter-ruralm aids2
Website-website isu prioritas dikembangkan agar berbagai tujuan utama sistem pembangunan kesehatan Indonesia dapat dicapai dengan lebih cepat. Selengkapnya

Website Terkait

altwhodepkesaltaltaltidrccawbibkkbn