logo

ugm-logo

corona 19

corona 19

Pengantar Website Bencana

Edisi : 6 April 2020


 

webinar HDP2

Seluruh rumah sakit yang telah terakreditasi sudah pasti memiliki perencanaan penanggulangan bencana untuk rumah sakit atau Hospital Disaster Plan (HDP). Namun, karena nilai untuk HDP hanya 20 persen dan bisa lolos tanpa membuat perencanaan, tidak jarang rumah sakit hanya membuat dokumen dan tidak mensosialisasikannya ke seluruh staf. Lebih lanjut, RS sering tidak menjadikan ancaman bencana sebagai budaya yang harus dikenal dan diantisipasi oleh rumah sakit. Oleh karena itu, jika terjadi bencana internal atau pun kedatangan korban eksternal, atau mengirimkan tim ke daerah bencana atau mengalami bencana alam, rumah sakit mengalami kesulitan dalam aplikasi HDP.

Selengkapnya KLIK DISINI

 

 

Webinar Pengalaman RSPI Sulianti Saroso Melakukan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi COVID-19


Sebagai rumah sakit yang salah satu fungsinya melayani pasien COVID-19, tim pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) COVID-19 RSPI Sulianti Saroso melakukan berbagai upaya untuk tidak terkontaminasi dengan cara meningkatkan daya tahan penjamu, inaktivasi agen penyebab infeksi dan memutus rantai penularan. Triase, melakukan deteksi dini dan source control merupakan salah satu strategi dari pencegahan dan pengendalian infeksi COVID-19. PKMK FK – KMK UGM telah menyelenggarakan diskusi manajemen COVID-19 pada 27 Maret 2020. Kali ini membahas Pencegahan dan Pengendalian Infeksi COVID-19 bersama tim PPI RSPI.

Laporan selengkapnya KLIK DISINI

 

Webinar Surge Capacity dalam Menghadapi Pandemic Covid-19

Jumlah penderita COVID-19 dan jumlah kematian yang diakibatkan COVID-19 terus meningkat setiap harinya di Indonesia. Masyarakat ingin mengetahui bagaimana mendeteksi seseorang terkena COVID-19, apakah laboratorium mampu untuk melakukan uji tes dalam jumlah yang banyak dengan hasil yang cepat. Mempercepat deteksi dini penderita COVID-19 merupakan salah satu strategi untuk mengurangi angka kematian akibat COVID-19. Diskusi ini diselenggarakan oleh PERSI bekerja sama dengan PKMK FK - KMK UGM untuk membahas pertanyaan masyarakat luas mengenai ujung tombak deteksi pasien COVID-19.

Reportase dan Materi silakan KLIK DISINI

 

Panduan Sementara Kesiapan dan Respons Tindakan untuk COVID-19

Pada 30 Januari 2020, WHO mengumumkan bahwa wabah COVID-19 adalah Perhatian Kesehatan Masyarakat Internasional. Pada 4 Maret 2020, kasus COVID-19 miliki telah dilaporkan di 77 negara. Sampai saat ini, sebagian besar kasus dilaporkan dari Tiongkok dengan kasus di beberapa negara lain diantara individu dengan riwayat perjalanan ke Cina. Pada Februari 2020, jumlah kasus di Cina menurun sedangkan jumlah kasus dan negara lain yang melaporkan kasus meningkat. Beberapa negara telah menunjukkan bahwa transmisi COVID-19 dari satu orang ke orang lain dapat diperlambat atau berhenti. Panduan sementara ini untuk mempersiapkan kedatangan COVID-19: ke sistem tanggap darurat; untuk meningkatkan kapasitas dalam mendeteksi dan merawat pasien; untuk memastikan rumah sakit memiliki ruang, persediaan, dan personel yang diperlukan; dan untuk mengembangkan intervensi medis yang menyelamatkan jiwa. Setiap negara harus segera mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memperlambat penyebaran lebih lanjut dan untuk menghindari sistem kesehatan mereka kewalahan karena pasien sakit parah dengan COVID-19. Harapannya dampak epidemi pada sistem kesehatan dapat diminalkan.

Selengkapnya KLIK DISINI

Pedoman untuk Mengelola Kapasitas Lonjakan Rumah Sakit

cover covid preventionDokumen ini memberikan pedoman bagi rumah sakit untuk dipertimbangkan ketika merencanakan untuk mengelola lonjakan pasien. Tujuannya, sebagaimana ditetapkan oleh Panel Pakar Negara, adalah agar rumah sakit memiliki rencana untuk memfasilitasi kemampuan kawasan jika melonjak hingga 120 persen dari kapasitas tempat tidur yang ada. Itu merupakan jumlah bed surge yang dapat dibentuk akan bervariasi untuk setiap rumah sakit. Misalnya, 500 tempat tidur rumah sakit mungkin hanya dapat menambahkan 100 surge bed (120%) untuk meningkatkan kapasitas lonjakan, sedangkan rumah sakit 25 tempat tidur yang lebih kecil mungkin dapat meningkatkan kapasitas lonjakan dengan menambahkan 25 lonjakan tempat tidur (200%).

Perencanaan kesiapsiagaan bencana saat ini untuk perawatan kesehatan berfokus pada keduanya strategi lonjakan-tempat, dimana operasi perawatan kesehatan yang ada memodifikasi operasi untuk mengizinkan perawatan yang akan diberikan kepada peningkatan jumlah pasien secara signifikan, atau pembentukan fasilitas perawatan alternatif (situs lain, selain dari rumah sakit, seperti pusat komunitas, sekolah dan bangunan besar lainnya yang dapat dikonversi untuk digunakan sebagai rumah sakit lonjakan). Itu masalah logistik, klinis, hukum, dan keuangan yang terlibat dengan penerapan alternatif fasilitas perawatan sangat banyak. Sebagian karena masalah ini, pada awal pengembangan Rumah Sakit Darurat Wisconsin Program Kesiapsiagaan (WHEPP), rumah sakit memutuskan untuk melonjak di tempat daripada mengandalkan strategi fasilitas perawatan alternatif.

Selengkapnya KLIK DISINI

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

https://img.beritasatu.com/cache/jakartaglobe/960x620-4/2020/03/1584102008.jpg

Indonesia telah menetapkan status wabah virus corona saat ini menjadi bencana non alam. Kasus positif virus corona telah mencapai angka 117 pada minggu 15 Maret 2020 di Indonesia. Penyebaran virus corona saat ini semakin meluas. Daerah yang terkena wabah corona antara lain Jakarta, Bandung, Tangerang, Solo, Bali, Manado, Yogyakarta hingga Pontianak. Presiden memberikan wewenang kepada kepala daerah untuk menetapkan status kedaruratan di daerah masing - masing. Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat agar melakukan aktivitas di rumah dan melakukan sterilisasi di tempat-tempat umum. Selain Surat Edaran Menkes No HK.02.01/Menkes/199/2020 tentang komunikasi penangan Covid-19 yang berisi lima protokol, pemerintah juga telah menerbitkan Keppres No. 7/2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk menguatkan koordinasi pemerintah dalam menagani Covid-19. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden. Gugus ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan nasional di bidang kesehatan; mempercepat penangan Covid-19; meningkatkan antisipasi perkembangan eskalasi penyebaran Covid-19; meningkatkan sinergi pengambilan kebijakan operasional dan meningkatkan kesiapan mencegah, mendeteksi, dan merespon Covid-19

Selengkapnya KLIK DISINI

Website Manajemen

mrsmpk
mjkmpkk

Pengembangan website-website manajemen dilandasi dengan logika berfikir bahwa kebijakan yang baik dapat gagal dalam pelaksanaannya karena buruknya manajemen organisasi dan program. Selengkapnya

Website Isu Prioritas

bencanakiadeskes
mutupel dokter-ruralm aids2
Website-website isu prioritas dikembangkan agar berbagai tujuan utama sistem pembangunan kesehatan Indonesia dapat dicapai dengan lebih cepat. Selengkapnya

Website Terkait

altwhodepkesaltaltaltidrccawbibkkbn