logo2

ugm-logo

Reportase Ekspedisi Destana Tsunami Pantai Selatan Jawa

Klaster DIY

Gunung Kidul. 24 - 27 Juli 2019

Ekspedisi desa tangguh bencana (Destana) Tsunami bertujuan untuk meningkatkan ketangguhan desa dalam kesiapsiagaan bencana, utamanya tsunami. Ekspedisi ini dilaksanakan sejak 12 Juli 2019 hingga 14 Agustus 2019. Sedangkan chapter DIY sendiri dilakukan pada 24 Juli 2019 hingga 29 Juli 2019. Ekspedisi dilakukan di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak dari pusat dan daerah. Pihak pusat diwakili oleh BNPB, BMKG, dan BSN. Sedangkan pihak daerah diwakili oleh BPBD, akademisi dan relawan.

Titik awal ekspedisi Destana DIY dimulai dari Kabupaten Gunungkidul, tepatnya di Desa Sadeng. Tim terdiri dari 75 orang dari provinsi, tim dari kabupaten/kota DIY sebanyak 45 orang dan tim dari pusat 80 orang. Kami dari FK - KMK UGM bergabung dengan tim 75 sebagai anggota yang berasal dari akademisi.

Hari 1


Pemberangkatan tim 75 dilakukan dari BPBD DIY pada Rabu, 24 Juli 2019 jam 10.00 WIB bersama menuju Desa Sadeng. Peserta Ekspedisi dari FK - KMK UGM adalah :

  1. Sutono, SKp., M.Sc., M.Kep
  2. Bayu Fandhi Achmad, S.Kep., Ns., M.Kep
  3. Hersinta Retno Martani, S.Kep., Ns
  4. Yasni La Harsani, S.Kep., Ns

Sesampainya di Pantai Sadeng, dilakukan pembekalan oleh panitia pusat (BNPB). Pembekalan tersebut terdiri dari pemberian inspirasi oleh pihak BNPB yang diwakili Lilik Kurniawan, ST., MSi, selaku Direktur program Ekspedisi Destana. Lilik mengingatkan tim mengenai tujuan awal pelaksanaan Destana, yaitu memberikan suntikan semangat dan motivasi untuk terjun hadir di masyarakat khususnya masyarakat pantai yang punya potensi ancaman Tsunami. Diharapkan dengan adanya Ekspedisi Destana, masyarakat dapat merasa bahwa pihak pemerintah dan relawan hadir untuk membersamai masyarakat. Selanjutnya, pemaparan diberikan oleh Papang selaku PIC dari program Ekspedisi Destana chapter Jogja. Papang memberikan pengalaman positif dari pelaksanaan Destana Provinsi Jawa Timur. Akhirnya pembukaan Ekspedisi Destana dilakukan oleh Ketua Pelaksanaan BPBD DIY.

 

1 ekpedisi destana tsunami2  1 ekpedisi destana tsunami3 

Gambar 2 : Serah terima Pataka dari BPBD Jateng ke BPBD DIY

Gambar 3 : Pembukaan Ekspedisi Destana Tsunami

Briefing mengenai rundown acara diberikan oleh Iis selaku perwakilan BNPB. Acara Destana chapter DIY terdiri dari beberapa acara pokok yaitu sosialisasi mengenai kebencanaan ke aparatur desa, penilaian ketangguhan desa, sosialisasi kebencanaan ke tempat - tempat vital seperti pasar, sekolah dan tempat ibadah, dan malamnya akan ditutup dengan pentas seni rakyat terkait dengan kebencanaan.

Adapun tugas akademisi dalam ekspedisi ini adalah berpartisipasi dalam penilaian ketangguhan desa. Di DIY khususnya di wilayah pantai, tercatat ada 39 desa yang harus dilakukan assessment yang tersebar 18 desa di Gunungkidul, 8 desa di Bantul, dan 13 desa di Kulonprogo. Tim akademisi bertugas untuk menjadi fasilitator dalam pengisian indikator ketangguhan. Briefing awal mengenai modul penilaian ketangguhan diberikan oleh Eko T Paripurna dan tim Fasilitator Nasional (Fasnas) Destana di bawah coordinator yaitu BNPB. Selanjutnya tim akademisi menyamakan persepsi terhadap pengisian indikator penilaian dan pemahaman terhadap modul.

 1 ekpedisi destana tsunami4  1 ekpedisi destana tsunami5
Gambar 4. Briefing FasNas tentang teknis penilaian ketangguhan desa (PKD) Gambar 5. Pembagian area penilaian ketangguhan desa (PKD)

Sasaran dari penilaian indikator desa adalah berbagai lapisan desa yang terdiri dari aparatur desa, tokoh masyarakat, wakil perempuan, masyarakat umum dengan mempertimbangkan keterwakilan seperti disabilitas, gender, dan lain - lain. Tim akademisi selaku fasilitator diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk melakukan self appraisal terhadap ketangguhan desanya dalam menghadapi tsunami. Komponen penilaian ketangguhan sendiri terdiri dari beberapa aspek meliputi:

  1. Kualitas dan akses layanan dasar
  2. Dasar system penanggulangan bencana
  3. Pengelolaan resiko bencana
  4. Kesiapsiagaan darurat
  5. Kesiapsiagaan pemulihan

Fasilitator bertugas untuk memahamkan perwakilan masyarakat mengenai poin - poin pertanyaan yang ada pada setiap komponen. Selain itu, fasilitator memandu masyarakat dalam mengisi kuesioner yang ada dan menjawab setiap pertanyaan yang diberikan. Di akhir sesi, fasilitator memandu masyarakat dalam merumuskan rencana aksi yang akan dilakukan untuk meningkatkan ketangguhan desa. Briefing akhir dilakukan saat malam hari dengan agenda fiksasi acara hari selanjutnya. Hari pertama berfokus untuk memastikan kesiapan setiap elemen dalam pelaksanaan Ekspedisi Destana pada hari - hari selanjutnya.

Acara hari kedua rencananya dilakukan sosialisasi ke aparatur Desa Songbanyu mengenai kerentanan desa dalam menghadapi tsunami. Selanjutnya tim akademisi akan memandu jalannya penilaian ketangguhan desa. Acara ini mengundang perwakilan desa terkait. Tim akademisi juga mendorong masyarakat untuk dapat memeriahkan acara pentas seni dan film kebencanaan pada malam harinya. Adapun agenda sore pada hari kedua adalah pelaksanaan olahraga bersama dengan warga dalam rangka menyemarakkan Ekspedisi Destana. Hari kedua akan ditutup dengan pentas seni dan pemutaran film kebencanaan, serta evaluasi dalam mempersiapkan hari selanjutnya.

Demikian laporan kegiatan ekspedisi Destana Tsunami hari pertama, terimakasih.

Penanggung Jawab Tim

Sutono, S.Kp., M.Sc., M.Kep