logo2

ugm-logo

Bersiap Hadapi Bencana, BPBD Kalsel Gelar Latihan Kepada Relawan Se-Kalimantan Selatan

BANJARBARU, KOMPAS.TV - Berbagai bencana mulai mengancam Provinsi Kalimantan Selatan, baik bencana banjir, kebakaran lahan dan angin puting beliung.

Menyikapi berbagai bencana yang terjadi, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar pelatihan penanganan kebencanaan yang diikuti seratus lebih relawan yang ada di Kalimantan Selatan.

Para relawan diberikan berbagai materi agar bisa melakukan tugasnya ketika terjadi bencana di Kalimantan Selatan.

"Baik BPBD provinsi dan kabupaten kota perlu ada sinergi yang saat ini perlu ditingkatkan," terang Suparno, Staf Ahli Gubernur Kalimantan Selatan.

Dengan pelatihan ini maka akan memperkuat ketahanan penanganan bencana di Bumi Lambung Mangkurat.

"Kita berharap hasil latihan ini bisa dibawa ke kabupaten kota untuk kesiapan mereka," ucap Surya Fadliansyah, Kalak BPBD Provinsi Kalimantan Selatan.

Tidak hanya diberikan materi ruang, dalam pelatihan yang diikuti oleh seluruh perwakilan relawan se kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan ini juga diberikan praktek lapangan, sehingga peserta bisa menyerap secara langsung.

Ini Bencana Besar yang Landa Eropa 1.000 Tahun Terakhir

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejarah mencatat, Benua Biru sempat dilanda beberapa malapetaka mulai dari pandemi hingga perang.

Setidaknya ada beberapa bencana besar yang membuat Eropa luluh lantak. Bencana-bencana tersebut berkaitan dengan pandemi dan perang yang berujung pada krisis ekonomi.

Salah satu bencana yang paling populer adalah wabah Black Death yang terjadi antara tahun 1347-1352. Wabah tersebut diestimasikan telah merenggut nyawa 20 juta orang Eropa atau setara dengan lebih dari sepertiga populasi Benua Biru.

Wabah tersebut datang dari Asia ke Eropa melalui kapal dagang. Awal mulanya tidak diketahui apa penyebab dari wabah mematikan tersebut.

Namun setelah dilakukan penelitian yang intensif, diketahui wabah tersebut berasal dari bakteri yang dibawa oleh binatang pengerat.

Konsekuensi yang harus dihadapi oleh Eropa akibat berkurangnya sepertiga dari populasinya membuat kinerja ekonomi menurun drastis. Jumlah tenaga kerja menjadi berkurang dan bahkan langka.

Selain Black Death, ada juga wabah lain yang membuat Eropa porak poranda. Pada 1918, dunia dibuat luluh lantak karena adanya pandemi bernama Spanish Flu yang diperkirakan membunuh 50-100 juta orang di muka Bumi.

Saat itu momentumnya juga bertepatan dengan Perang Dunia I yang melanda Eropa. Jadi bisa dibayangkan betapa ngerinya saat itu!

Perang yang meletus selama 4 tahun tersebut disebut-sebut merenggut nyawa 18 juta jiwa. Selain itu pasca perang, kelaparan merajalela, infrastruktur hancur dan pandemi juga mengancam nyawa puluhan juta orang.

Setelah Perang Dunia Pertama usai, sejarah mencatat Perang Dunia Kedua juga bermuara dari daratan Eropa hingga akhirnya negara-negara lain di luar daratan biru turut ambil bagian.

Dimulai dari invasi Jerman ke Polandia, PD II yang jauh lebih mematikan dibandingkan dari PD I menghabiskan waktu 6 tahun dan menewaskan lebih dari 70 juta jiwa.

Apa yang terjadi pada 1918 seolah kembali terjadi sekarang. Meski ada beberapa perbedaan tetapi penyebabnya sama. Ekonomi Eropa sedang dilanda krisis tahun ini.

Semua bermuara dari merebaknya pandemi Covid-19 pada 2020 yang membuat Eropa lockdown besar-besaran. Adanya kebijakan karantina skala besar membuat rantai pasok terganggu.

Harga mulai merangkak naik dan menimbulkan inflasi yang tinggi. Inflasi di Eropa tercatat mencapai 9,1% secara tahunan dan menjadi laju tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.

Inflasi setinggi itu disebabkan karena krisis energi dan juga kenaikan harga pangan. Selain karena belum pulihnya rantai pasok setelah Covid-19, krisis diperparah dengan adanya perang antara Rusia dan Ukraina yang membuat krisis energi terjadi.

Saking mahalnya harga gas di Eropa, negara yang terkenal menjunjung tinggi energi bersih tersebut harus kembali menggunakan bahan bakar kotor seperti batu bara.

Bahkan saking mirisnya kondisi yang terjadi di Eropa, beberapa negara sampai kembali mengumpulkan kayu untuk dijadikan sebagai bahan bakar mereka.

Itulah tadi tiga kejadian besar yang bisa disebut sebagai malapetaka yang membuat ekonomi Eropa luluh lantak, bahkan seolah menghadapi kiamat.

More Articles ...