logo2

ugm-logo

Pemkab Pemalang Tambah Alat Deteksi Bencana Tanah Longsor

PEMALANG, suaramerdeka.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang menambah kembali alat sistem deteksi dini bencana alam tanah longsor atau early warning system (EWS).

Sebelumnya alat EWS tersebut sudah terpasang di 15 lokasi.

Kepala Bappeda Kabupaten Pemalang Sujarwo mengatakan tambahan EWS ini dipasang di Dusun Kalibengang, Desa Cikadu dan Dusun Tundagan, Desa Tundagan Kecamatan Watukumpul.

"Prioritas pemilihan titik lokasi EWS adalah daerah dengan jumlah potensi warga dan fasilitas umum yang terdampak bencana terbanyak," kata Sujarwo.

Menurutnya EWS yang sudah terpasang di 15 titik terdapat di sembilan desa di wilayah Kecamatan Watukumpul. Antara lain Desa Tundagan, Cikadu, Bongas, Pagelaran, Majalangu. Lalu di Desa Majakerta, Tlagasana, Cawet dan Bodas.

Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, Sugiyanto menilai jumlah EWS yang ada saat ini dianggap masih kurang.

“Masih dibutuhkan (lagi) sebanyak 17 titik lokasi EWS tanah longsor dan tiga titik EWS banjir/rob,” kata Sugiyanto.

Waspada! Cuaca Besok dan Lusa Diprediksi Ekstrem, Potensi Bencana Tinggi

jpnn.com, KUPANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca ekstrim di wilayah Nusa Tenggara Timur selama dua hari ke depan, Senin (21/2).

Pasalnya, saat ini wilayah NTT berada pada periode hujan dengan suhu muka laut yang cukup hangat disertai adanya gelombang equatorial Rossby serta sirkulasi siklonik di Laut Arafuru. 

Kepala Stasiun Meteorologi Klas II El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi mengatakan kondisi cuaca tersebut menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, banjir rob di wilayah pesisir, tanah longsor, pohon tumbang, jalan licin, dan sambaran petir.

Menurutnya, hujan ringan hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang, pada 21 hingga 23 Februari 2022 akan terjadi di wilayah NTT.

"Kondisi ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan," kata Agung.

BMKG membeberkan wilayah yang berpotensi hujan ringan hingga lebat per 21 Februari 2022 terjadi di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Rote, Sabu, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.

Kemudian, pada 22 Februari 2022, hujan ringan hingga lebat terjadi di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, Malaka, TTU, TTS, Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Rote, Sabu Raijua, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya.

"Wilayah yang berpotensi angin kencang Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu dan Malaka," tutur Agung.

More Articles ...