logo2

ugm-logo

BPBD Minta Warga Cimahi Siapkan Tas Siaga Bencana

KBRN, Cimahi: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengimbau seluruh warga untuk mempersiapkan tas siaga bencana sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi. Hal ini menyusul posisi geografis Cimahi yang berada di jalur aktif Sesar Lembang salah satu sesar aktif yang kerap menjadi sumber gempa di wilayah Jawa Barat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan masyarakat sangat penting, terutama dalam menghadapi bencana yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga.

"Kota Cimahi termasuk wilayah rawan gempa. Maka, warga harus membiasakan diri untuk selalu siap siaga, salah satunya dengan menyiapkan tas siaga bencana di setiap rumah," ujar Fithriandy, Senin (8/9/2025).

Tas siaga bencana, kata Fithriandy, merupakan perlengkapan darurat yang harus dipersiapkan oleh seluruh anggota keluarga dan dapat langsung dibawa saat proses evakuasi. 

Idealnya, tas ini berbahan dasar tahan air (waterproof) dan cukup kuat untuk menampung berbagai barang penting yang dibutuhkan dalam kondisi darurat.

BPBD menegaskan, tas siaga bencana sebaiknya berisi perlengkapan dasar yang cukup untuk menunjang kebutuhan selama minimal tiga hari di lokasi pengungsian. 

Isinya antara lain: dokumen penting (seperti KTP, ijazah, surat tanah, dan dokumen berharga lainnya), uang tunai, pakaian ganti, perlengkapan mandi, air mineral, makanan ringan yang tahan lama, obat-obatan pribadi dan P3K, serta alat bantu komunikasi seperti ponsel dan powerbank.

Selain itu, perlengkapan lain seperti senter, lilin, korek api, masker, peluit, dan headlamp juga sangat disarankan untuk disiapkan.

"Tujuan utama dari tas ini adalah untuk membantu proses evakuasi agar lebih cepat dan efisien, serta menjamin kebutuhan dasar tetap terpenuhi sampai bantuan datang," ucapnya.

Lebih lanjut, Fithriandy menekankan bahwa tas siaga bencana bukan hanya simbol kesiapan, tetapi juga alat penyelamat nyawa ketika bencana benar-benar terjadi.

"Jangan sampai saat gempa atau bencana datang, kita masih sibuk mencari barang-barang penting. Dengan tas siaga, semua sudah tersedia dan tinggal dibawa keluar," katanya.

BPBD Kota Cimahi juga mengajak warga untuk mulai mengedukasi diri dan keluarga terkait prosedur tanggap darurat bencana, termasuk mengenali titik kumpul evakuasi yang ada di lingkungan masing-masing.

"Kami ingin masyarakat sadar bahwa kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama, mulai dari hal sederhana: siapkan tas siaga bencana di rumah. Karena #SiapUntukSelamat bukan sekadar slogan," katanya mengakhiri.

Sesar Lembang ‘Meledak’, Jutaan Warga Bandung Terancam Gempa Besar

CNBC Indonesia pada 6 September 2025 menyoroti potensi bahaya dari Sesar Lembang, patahan aktif yang membentang di utara Kota Bandung. Meski pergerakannya hanya sekitar 2–3 milimeter per tahun, akumulasi energi bisa memicu gempa besar dengan magnitudo 6,5–7,0.

Para ahli mengingatkan, jika gempa besar benar terjadi, jutaan warga di Bandung Raya bisa terdampak. Penelitian paleoseismologi bahkan menemukan jejak gempa dahsyat di masa lalu, dengan siklus ulang antara 170 hingga 670 tahun. Artinya, secara geologis saat ini Bandung memang sudah masuk periode rawan.

Namun, para peneliti menegaskan tidak ada teknologi yang mampu memprediksi kapan gempa akan datang. Guncangan kecil yang belakangan terasa di Bandung Barat bisa saja hanya “pemanasan”, bisa juga pertanda menuju gempa lebih besar—belum ada kepastian.

Di sisi lain, pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung terus mendorong warga untuk lebih siap menghadapi bencana. Edukasi titik aman, program keluarga tangguh, hingga simulasi evakuasi berbasis komunitas kini digencarkan.

More Articles ...