logo2

ugm-logo

BNPB Targetkan Beri Edukasi Mitigasi Bencana ke 250.000 Sekolah

Warga berada di sekitar lokasi bencana tanah longsor di Desa Pattalikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (27/1/2019). Pada pencarian hari kelima, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban tambahan yang tertimbun longsor, sehingga korban yang baru ditemukan masih 12 korban meninggal dunia dan 11 orang lainnya belum ditemukan. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/aww.
Diperkirakan ada 250.000 sekolah berada di lokasi rawan bencana, sehingga penting untuk membekali guru dan siswa soal mitigasi bencana.
tirto.id - Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan mengatakan, telah bekerjasama dengan Kemendikbud dan lembaga terkait untuk memberi edukasi mitigasi bencana ke sekolah rawan bencana.

Menurut dia, saat ini diperkirakan terdapat 250.000 sekolah yang berada di wilayah rawan bencana. Pemberian edukasi mitigasi bencana, kata dia, dengan memperhatikan karakteristik daerah, sehingga tidak semua materi kebencanaan dikenalkan.

"[Kondisi] bencana ini tidak sama, ada yang daerah rawan tsunami, banjir longsor. Penangannya beda-beda," ujar dia ditemui di Kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019).


BNPB, kata dia, juga akan menambahkan materi muatan lokal pendidikan mitigasi bencana pada ekstrakulikuler untuk mendorong siswa agar mengikuti.

Lilik juga menuturkan, BNPN dan Kemendikbud, mengacu 3 konsep edukasi mitigasi bencana. Dimulai dari pemetaan sekolah rawan bencana.

"Itu kemudian kami lihat fasilitasnya sudah cukup belum? Dia [pengurus] harus memperkuat struktur sekolahnya, termasuk kami lihat betul pintunya berapa, menghadap ke mana, sehingga anak-anak kita kalau ada bencana, dia bisa cepat keluar ke tempat yang aman," ucap Lilik.

Lilik juga mengatakan, perlu pengetahuan manajemen penanggulangan bencana di sekolah tersebut agar guru dan murid mengetahui lokasi yang aman di sekolah.

"Mereka harus betul paham baik guru murid pekerja, di mana tempat yang aman di sekolah mereka. Titik kumpul ada di situ, jalur-jalur evakuasi harus dibuat di situ," kata dia.

Program ini, kata dia, bakal menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pendidikan setempat, karena pendidikan mitigasi bencana telah jadi muatan lokal.

"Ini yang harus ditekankan sekarang, kalau di daerah yang betul-betul rawan tsunami misalnya, muatan lokal ini harus ada di situ walaupun tidak [ada] program nasional tapi juga ada di daerah itu yang khusus ada di karakteristik ancaman," kata Lilik

Wapres Kalla: Apabila Ada Bencana, PMI Bertahan sampai Akhir

https://asset.kompas.com/crop/0x0:928x619/750x500/data/photo/2019/02/11/2747307029.jpg

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia ( PMI) mengapresiasi PMI yang selalu bertahan hingga akhir saat membantu korban bencana. Hal itu ia sampaikan saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PMI 2019 di Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta, Senin (11/2/2019).

"Apabila ada bencana, ramai-ramai banyak organisasi dan instansi datang. Kami bersyukur akan hal tersebut. Tapi daya tahan mereka tidak lebih dari satu bulan. Setelah sebulan akan habis itu bendera di mana-mana. Tapi PMI bertahan sampai akhir," ujar Kalla lalu disambut tepuk tangan para peserta Mukernas PMI.

Kalla juga menyampaikan apresiasi atas kinerja PMI dalam membantu korban bencana gempa di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat serta korban tsunami di Lampung dan Banten. Kalla mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah bencana melanda Indonesia, dari gempa, tsunami, hingga banjir. Oleh karena itu, menurut dia, PMI harus meningkatkan kesiapannya membantu korban jika nantinya terjadi bencana.

Meski demikian, ia mengingatkan agar tak perlu mendoakan agar ada bencana sehingga PMI dapat bekerja. "Doa kita itu jangan kita bekerja karena apabila tidak ada bencana berarti kita tidak bekerja. Tapi apabila ada bencana kita siap menyelesaikannya. Selalu doa kita ya Allah, mudah-mudahan negeri kita aman, tidak ada bencana atau sebagainya," kata Kalla.

"Tapi kalau ada bencana, kita siap dengan hal tersebut. Karena itulah, yang penting kesiapan untuk kita semua bekerja sebaik-baiknya dan kita semua akan memberikan fasilitas yang lebih baik," katanya.

sumber: Kompas.com

More Articles ...