logo2

ugm-logo

BNPB Sebut 7 Objek Sarana yang Harus Tahan Bencana Alam

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) memaparkan ada tujuh objek sarana yang harus ditata lebih kuat dalam mencegah banyaknya korban dan kerusakan akibat bencana alam. Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB Lilik Kurniawan menyebutkan, tujuh objek itu adalah rumah, sekolah, rumah sakit/puskesmas, pasar, rumah ibadah, gedung perkantoran, dan objek strategis seperti stasiun, terminal, dan bandara. "Ini tujuh objek sarana yang perlu dibangun dengan tata kelola bangunan yang kuat menghadapi bencana. Soalnya, banyak korban bencana alam yang berasal dari tempat-tempat ini," ujar Lilik saat ditemui di Gedung BMKG, Jakarta, Jumat (8/2/2019). Lilik menyatakan, tujuh objek itu sangat melekat dengan kegiatan dan aktivitas masyarakat setiap harinya. Baca juga: 5 Fakta Bencana Alam di Sulsel, Korban Meninggal 69 Orang hingga Cuaca Buruk Menjadi Kendala Tim SAR “Rumah itu harus tangguh bencana. Kalau di rumahnya itu daerah gempa bumi, berarti harus tahan terhadap gempa bumi,” katanya. Tempat pendidikan atau sekolah, lanjut Lilik, juga perlu menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, anak-anak, guru, dan pegawai acap menghabiskan waktu minimal 6 jam di sekolah. “Tidak pernah ada jaminan pada saat mereka berada di lingkungan sekolah ketika ada bencana,” ungkapnya kemudian. Dia menuturkan, rumah ibadah juga semestinya menjadi sarana yang tahan akan bencana alam. Ia mencontohkan, banyak korban bencana gempa yang terjadi Lombok, Nusa Tenggara Barat, terjadi ketika mereka sedang sholat. sumber: KOMPAS.com

Palu, Pantai Selatan Jawa, dan Barat Sumatera Rawan Bencana

Palu, Pantai Selatan Jawa, dan Barat Sumatera Rawan Bencana

Jakarta, CNN Indonesia -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memetakan kawasan rawan bencana geologi. Daerah rawan bencana yang dimaksud meliputi daerah rawan gempa bumi dan gunung berapi di seluruh Indonesia.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Hendra Gunawan mengatakan pihaknya mencatat ada pergeseran daerah rawan bencana.

Jika sebelumnya pada tahun 1990-an hingga 2004 gempa bumi banyak melanda kawasan timur, sejak 2004 hingga kini yang terbanyak justru ke arah barat.

Hasil kajian Badan Geologi untuk wilayah Palu, Sulawesi Tengah tercatat sebagai kawasan gempa dan berpotensi tsunami hingga likuefaksi.

"Beberapa daerah memang kita bisa menghindari. Daerah-daerah rawan tsunami seluruh daerah sudah dipetakan terutama di pantai selatan Jawa dan barat Sumatera memang rawan," imbuh Hendra seperti dilansir Antara.

Sebagian wilayah Jawa Barat juga dikategorikan memiliki risiko tinggi tanah longsor terutama curah hujan tinggi. Ditambah banyak warga yang mendiami area lereng bukit dan pegunungan.


Badan Geologi memonitor 70 dari 127 gunung api aktif berpotensi erupsi dari barat hingga timur Indoneis. Pemetaan kawasan rawan bencana ini dilakukan untuk mengurang jumlah korban dan kerusakan infrastruktur.

"Badan Geologi melakukan hal ini sebagai bagian dari mitigasi bencana geologi seperti gempa bumi, gunung berapi dan tanah longsor," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya bekerja sama dengan BMKG membuat network application berupa peta bencana yang bisa diunduh lewat Google Play Store dan diakses melalui situs https://www.geologi.esdm.go.id/. (Antara/evn)

 

More Articles ...