logo2

ugm-logo

RI Terancam Kena Godzilla El Nino, Awas Harga Pangan Meroket!

‎Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis prediksi cuaca ekstrem berupa El Nino Godzilla berpotensi melanda RI di periode musim kemarau tahun 2026 ini.
Merespon Hal itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan bahwa ini perlu menjadi 'warning' bagi pemerintah karena berpotensi membuat harga pangan naik.
‎Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan secara teori Godzilla El Nino bisa membuat harga-harga melonjak. Pasalnya kemarau panjang dapat membuat produktivitas produksi tanaman pertanian rendah.

‎Sementara di sisi permintaan masyarakat terhadap produk pertanian untuk konsumsi sehari-sehari tetap, sehingga terjadi ketimpangan antara pasokan dan permintaan. Kondisi ini yang akan membuat harga meningkat dan memicu inflasi.

‎"Secara teori kalau misalnya produksi atau produktivitas tanaman yang dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari itu menjadi terkendala, mungkin jumlah produksinya rendah atau misalnya stok yang ada itu sedikit, secara prinsip ekonomi tentunya ketika permintaan itu tidak berubah maka akan ada kecenderungan kenaikan harga. Itu prinsip ekonomi," katanya saat memberikan pemaparan di Gedung BPS Pusat, Jakarta pada Selasa (21/4/2026).

‎Meskipun Saparno mengatakan dampak pastinya baru bisa terlihat saat Godzilla El Nino sudah berjalan, dirinya mengatakan bahwa pemerintah harus tetap waspada akan potensi kenaikan inflasi volatile food.

‎"Tentunya ini sebenarnya menjadi warning bagi pemerintah ketika misalnya ada kondisi semacam ini, El Nino, sehingga produktivitas misalnya kebutuhan pokok terutama biasanya terkait dengan volatile food-nya," imbuhnya.

selengkapnya di sini: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260422082547-4-728737/ri-terancam-kena-godzilla-el-nino-awas-harga-pangan-meroket

Skenario terburuk El Niño 2026: Puncak ‘neraka’ panas yang mengancam

Tahun ini Indonesia diprediksi bakal menghadapi musim kemarau yang tidak biasa. Bukan hanya sekadar panas, musim kemarau juga diperkirakan akan datang lebih cepat, lebih kering, dan masanya lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7% zona musim (Z0M) di Indonesia sudah memasuki musim kemarau.

Jumlah ini akan terus bertambah secara signifikan dengan sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026.

Beberapa wilayah yang telah memasuki musim kemarau adalah sebagian kecil wilayah Sumatera Utara, Aceh, Riau, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, NTB, NTT dan Maluku, serta sebagian kecil di Papua Barat.

Salah satu alasan mengapa kemarau tahun ini terasa lebih menyengat adalah potensi kembalinya fenomena El Nino, suatu kondisi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik memanas dan menguat di pertengahan tahun, yang efeknya membuat pembentukan awan hujan di Indonesia jadi terhambat hingga pasokan air hujan bakal jauh berkurang dibanding biasanya.

selengkapnya https://theconversation.com/skenario-terburuk-el-nino-2026-puncak-neraka-panas-yang-mengancam-281154

More Articles ...