logo2

ugm-logo

Tiga Pekan Usai Bencana Desa Urug Masih Butuhkan Uluran Tangan

SUKAJAYA, AYOBOGOR.COM -- Desa Urug menjadi salah satu desa yang terdampak bencana alam terparah di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Di desa ini sebanyak 28 unit rumah hilang dan 194 lainnya rusak ringan hingga sedang akibat banjir bandang.

Kepala Desa Urug Sukarma mengatakan, besarnya dampak bencana itu membuat para korban bencana di desanya masih membutuhkan uluran tangan untuk memulihkan kondisi mereka.

Menurut Sukarma tiga pekan usai bencana melanda bantuan yang datang semakin berkurang.

"Dulu pas awal setiap hari ada bantuan cuma sekarang karena udah lama bantuan berkurang jadi kami sebenarnya masih mengharapkan terutama untuk korban rumahnya yang hilang, ada 28 unit rumah," kata Sukarma usai menerima bantuan dari bank bjb, Rabu (21/1/2020).

Dia mengatakan, mereka yang rumahnya hilang terbawa banjir bandang saat ini masih mengungsi di posko bencana. Adapun bantuan yang paling dibutuhkan korban adalah berupa pangan dan beras.

Sementara itu, Kepala Cabang bank bjb Cibinong Boy Panji Soedrajat usai mendatangi langsung lokasi bencana Desa Urug mengatakan, meskipun sudah tiga pekan usai bencana memang bantuan masih dibutuhkan para korban.

"Kita melihat memang mereka membutuhkan pertolongan, memang curah hujan sudah mulai menurun tapi dampak bencana masih ada, makanya kami hari ini bersama Pimpinan Wilayah II bank bjb, bapak Mohammad Mufti berkunjung dan memberikan bantuan kepada korban bencana," kata Boy Panji.

Dia mengatakan, bantuan yang diberikan telah melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kabupaten Bogor. Adapun bantuan tersebut diantaranya perlengkapan bayi, perlengkapan masak, mandi, susu hingga ikan kering.

"Sebelumnya kita juga sejak awal kejadian bencana sudah menyalurkan bantuan ke Jasingga,  Bojongkulur. Mudah-mudahan ini dapat meringankan dan harapannya bisa membantu paling tidak untuk sementara waktu dan semoga saja kondisi alam bisa stabil kembali sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa," kata Boy.

203 Bencana Alam Terjadi Dalam 20 Hari

74 Tewas, 203 Bencana Alam Terjadi Dalam 20 Hari

Jakarta, CNBC Indonesia- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Ada 203 kejadian bencana hingga 20 Januari 2019 pukul 10.00 WIB.

Bencana puting beling mendominasi pada awal tahun ini, diikuti oleh banjir dan tanah longsor. Setidaknya ada 800.124 jiwa mengungsi, dan tercatat sebanyak 74 jiwa meninggal dunia, sementara 83 jiwa luka-luka. Tercatat pula 8 orang hilang dalam bencana awal tahun ini.

BNPB mencatat bencana yang terjadi antara lain 90 bencana puting beling, 63 bencana banjir, 45 tanah longsor, 3 kejadian karhutla dan 2 kejadian gelombang pasang dan abrasi.

BNPB Catat 203 Bencana Hingga 20 Januari 2020

Foto: Bencana Januari 2020. (Dok: BNPB)

Sejumlah sarana dan prasarana tercatat mengalami kerusakan. Ada 38 kantor rusak dan 93 jembatan rusak akibat bencana tersebut.

Sementara itu, ada 3.175 rumah rusak berat, 2.187 rumah rusak sedang, dan 6.786 rumah rusak ringan. Totalnya ada 12.148 rumah yang rusak karena bencana.

Fasilitas umum juga tercatat mengalami kerusakan antara lain 118 fasilitas pendidikan, 4e fasilitas peribadatan dan 11 fasilitas kesehatan. Sehingga totalnya, ada 171 fasilitas rusak akibat bencana alam yang terjadi sejak 1 Januari hingga 20 Januari 2020.

More Articles ...