logo2

ugm-logo

Dua Hari Pencarian, Tim SAR Gabungan Tak Lagi Menemukan Jenazah Korban Banjir Sentani

Jayapura - Dua hari pencarian pada Sabtu dan Minggu, 23 -24 Maret 2019, anjing pelacak Polri dan tim SAR gabungan tak menemukan jenazah korban bandang Sentani.

Walau begitu pencarian oleh tim gabungan tak dihentikan, berbagai cara dilakukan dalam melakukan pencarian korban.
Misalnya saja 15 ekor K-9 atau anjing pelacak tetap menyisir titik-titik yang terdampak banjir, kususnya pada tumpukan kayu dan lumpur yang diperkirakan masih ada korban jiwa yang tertimbun.

Proses pencarian dimulai dengan cara membuat pori-pori yakni dengan membuat lubang kecil dengan menggunakan linggis dan peralatan seadanya seperti kayu dan lainnya, agar mempermudah K-9 mendeteksi bau dari dalam tanah.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menyebutkan setelah membuat pori-pori di area sekitar, anjing pelacak diturunkan untuk menyisir area tersebut. “Beberapa kali K-9 menemukan bangkai binatang yang membusuk, seperti anjing dan babi yang juga terseret arus banjir bandang,” jelas Kamal, Minggu (24/3).

Hingga hari ke-8 pasca banjir bandang, anjing pelacak berhasil menemukan 19 jenazah di sejumlah tumpukan kayu dan timbunan lumpur yang berada di sekitar pemukiman padat penduduk milik warga setempat.

Polisi meminta masyarakat turut membantu dalam pencarian dan pelaporan kepada polisi atau rumah sakit terdekat dan juga di posko induk, jika masih ada keluarganya yang hilang.

Proses pencarian tidak hanya dilakukan di darat, Direktorat Pol Airud Polda Papua dengan menggunakan longboat menyisir sekitaran Danau Sentani. Pencarian dilakukan dengan mengorek sampah dan potongan kayu yang dibawa arus pada saat banjir bandang terjadi.

Sementara itu, Tim SAR gabungan menyisir 4 titik terkena banjir yakni BTN Gajah Mada dan sekitarnya, Kali Kemiri dan sekitarnya, Jembatan Kehiran dan sekitarnya dan Danau Sentani dan sekitarnya.

Juru bicara SAR Jayapura, Yadi menyebutkan tim SAR yang dilibatkan terdiri dari TNI-Polri, Emercergy Rescue Freeport, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, RAPI, Orari dan masyarakat, dengan alat yanng digunakan perahu karet, palsar laut, alat evakuasi dan peralatan medis.

Data yang diperolah dari Posko Induk Sentani, tim gabungan TNI-Polri dan Basarnas telah berhasil menemukan sebanyak 105 jenazah. Sementara itu, sesuai data dari Bid Dokkes Polda Papua, saat ini kantong jenazah yang tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua sebanyak 94 Kantong jenazah dan yang telah teridentifikasi sebanyak 71 kantong jenazah.

sumber: Gatra.com

Jejak Dahsyatnya Banjir Sentani yang Tewaskan 113 Orang

Jejak Dahsyatnya Banjir Sentani yang Tewaskan 113 Orang

Jayapura - Sepekan sudah banjir di Sentani, Jayapura, berlalu. Hingga saat ini tercatat 113 orang tewas, ratusan terluka, dan 94 hilang. Jejak dahsyatnya banjir masih terlihat.

Saat detikcom dan rombongan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, tiba di Sentani, Sabtu (23/3/2019), sebagian jalan masih basah dan berlumpur. Terutama di dekat Markas Yonif RK 751/ Raider dan Mako Lanud Silas Papare Sentani. Kedua markas ini letaknya berdekatan.

Menurut penuturan sejumlah prajurit kepada detikcom, saat banjir menerjang, ketinggian air berkisar 60 sentimer hingga satu meter. Hari ini menyisakan pasir dan lumpur. Berdasarkan laporan, tak ada prajurit yang jadi korban.

"Saya sangat mengapresiasi prajurit Yonif RK 751/Raider yang memperhatikan masyarakat, sementara satuannya sendiri terdampak banjir," kata Marsekal Hadi saat memberikan penghargaan kepada prajurit TNI dan personel Polri yang dinilai berjasa dalam menyelamatkan korban banjir.

Di dekat dua markas Yonif dan Lanud, ada mobil berwarna biru nyungsep di teras. Di titik ini, rombongan Panglima TNI dan Kapolri mendapat penjelasan dari Danlanud Silas Papare Marsekal Pertama Tri Bowo Budi Santoso soal dampak banjir.

Tak diketahui pemilik mobil tersebut. Separuh bodi tertimbun. Kaca depan dan sampingnya pecah.

"Itu mobil terbawa arus, nggak tahu punya siapa. Pas kejadian, mobil itu diparkir di sana," kata seorang prajurit kepada detikcom sambil menunjuk arah ke luar markas.

Banjir dan longsor menerjang Jayapura pada Sabtu, 16 Maret 2019. Kawasan terdampak parah yakni Distrik Sentani, Waibu, dan Sentani Barat. Hingga saat ini tercatat 113 jiwa meninggal, 107 luka berat, dan 108 luka ringan. Selain itu, 94 orang dilaporkan hilang.

More Articles ...