logo2

ugm-logo

Bireuen Diterjang Banjir, 2 Warga Hilang Terseret Arus

Aceh: Hujan deras yang mengguyur Kabupaten BireuenAceh, beberapa hari terakhir menyebabkan banjir luapan di empat kecamatan, yakni Juli, Peudada, Makmur, dan Pandrah. Akibatnya, dua warga dilaporkan hilang terseret arus banjir.

 "Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bireuen mengakibatkan aliran sungai meluap ke pemukiman warga di beberapa kecamatan," kata Staf Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (Pusdatin-BPBA), Haslinda Juwita, Minggu, 9 Maret 2025.
 Dia mengungkap bahwa di Kecamatan Juli, banjir merendam Desa Alue Rambong dan Suka Tani dengan ketinggian air mencapai 40 cm. Kemudian di desa Suka Tani, dua warga dilaporkan terseret arus banjir saat berkendara.
"Keduanya adalah Rina Fitri (11 tahun) yang ditemukan meninggal dunia, dan Mardiana (17 tahun) yang masih dalam pencarian," ujarnya.

Sementara itu, di Kecamatan Peudada, banjir merendam 70 unit rumah di Desa Meunasah Pulo, Meunasah Baroh, dan Hagu. Sebanyak 60 jiwa dari 35 kepala keluarga (KK) di Desa Meunasah Pulo dan 10 jiwa dari 4 KK di Desa Meunasah Baroh terdampak banjir.

Selanjutnya di Kecamatan Makmur, air menggenangi badan jalan dengan ketinggian 20 cm di Desa Blang Khutang. Sedangkan di Kecamatan Pandrah, banjir merendam Desa Pandrah Janeng.

"BPBD Kabupaten Bireuen telah melakukan upaya penanganan darurat, termasuk pencarian korban hilang, pendataan dampak banjir, dan pelaporan situasi. Kondisi terkini, air dilaporkan telah surut," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Bireuen, Mukhlis, turut berduka atas musibah longsor dan banjir di KM 25 Bireuen Takengon. "Hujan deras menyebabkan dua remaja terseret arus, satu di antaranya telah ditemukan dalam kondisi meninggal . Pencarian korban lainnya masih berlangsung. Semoga keluarga diberi ketabahan dan semua yang terlibat diberi kelancaran," kata Mukhlis.

Banjir Bandung, Petugas Utamakan Evakuasi Ibu Hamil dan Lansia

Petugas gabungan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, melakukan evakuasi terhadap ibu hamil dan lansia yang terjebak banjir setinggi sekitar 3 meter. Proses evakuasi berlangsung dramatis, lantaran para korban banjir berada tepat di ketinggian air 3 meter. 

Petugas gabungan dari TNI-Polri, BPBD dan pihak desa, terpaksa harus brenang untuk melakukan evakuasi terhadap ibu hamil dan sejumlah lansia, yang terjebak banjir setinggi 3 meter di Desa Dayeuhkolot pada Minggu siang, 9 Maret 2025. 


Proses evakuasi berlangsung dramatis, karena sulitnya akses menuju ke beberapa rumah dari ibu hamil, lansia dan warga yang sakit. Petugas juga harus berenang menuju lokasi, karena kedalaman banjir mencapai 2-3 meter. 

Lansia dan juga ibu hamil ini kemudian dibawa ke tempat pengungsian, untuk diberikan perawatan dan juga kebutuhan lainnya. Petugas memastikan warga, terutama lansia yang masih berada di lantai dua rumah mereka akan mendapatkan bantuan makanan, sebab dikhawatirkan bantuan hanya terkonsentrasi di lokasi pengungsian. 

More Articles ...