Yogyakarta – Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bekerja sama dengan United Stated Center for Disease Control and Prevention (US CDC) dan berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Dinas Kesehatan Provinsi DIY, dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mengadakan “Pelatihan Penyusunan Rancangan Simulasi KLB/Wabah Berpotensi Krisis Kesehatan untuk Tim Klaster Kesehatan”. Rangkaian pelatihan ini akan dilaksanakan selama 4 hari pada 28-31 Juli 2025 bertempat di Hotel Eastparc, Yogyakarta. Peserta pelatihan kali ini adalah 30 orang yang berasal dari dinas kesehatan kabupaten, kota, dan provinsi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelatihan ini bertujuan agar para peserta mampu menyusun rancangan simulasi kejadian luar biasa (KLB)/ wabah yang berpotensi krisis kesehatan.
Blog
Tinjauan Sistematis terhadap Sistem Manajemen Bencana
Manajemen bencana merupakan bidang penting yang membutuhkan metode dan teknik yang efisien untuk mengatasi berbagai tantangan. Kajian komprehensif ini memberikan gambaran mendalam mengenai sistem manajemen bencana, metode, hambatan, dan potensi arah di masa depan. Secara khusus, kajian ini berfokus pada pengendalian banjir, sebuah kategori bencana alam yang signifikan dan sering terjadi. Analisis dimulai dengan mengeksplorasi berbagai jenis bencana alam, termasuk gempa bumi, kebakaran hutan, dan banjir. Kemudian, analisis ini mempelajari berbagai domain yang secara kolektif berkontribusi terhadap manajemen banjir yang efektif. Domain-domain ini mencakup teknologi mutakhir seperti analisis data besar dan komputasi awan, yang menyediakan infrastruktur yang dapat diskalakan dan dapat diandalkan untuk penyimpanan, pemrosesan, dan analisis data. Penelitian ini menyelidiki potensi Internet of Things dan jaringan sensor untuk mengumpulkan data waktu nyata dari daerah rawan banjir, meningkatkan kesadaran situasional dan memungkinkan tindakan yang cepat.
Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Ketahanan Kaum Muda dalam Mitigasi Bencana Gempa Bumi
Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, menghadapi risiko bencana alam yang signifikan karena lokasinya yang berada di “Cincin Api”. Studi ini mengkaji pengetahuan dan peran generasi muda dalam kesiapsiagaan bencana di Pangalengan, dengan fokus pada pemahaman risiko, tindakan saat terjadi gempa bumi, dan penyebaran informasi untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat. Pendidikan kebencanaan tidak hanya mengurangi risiko dan dampak negatif dari bencana, tetapi juga membentuk generasi yang lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan keselamatan bersama.
Strategi Mitigasi Bencana Alam
Dunia sering diguncang oleh dampak bencana alam yang dahsyat, yang memberikan tantangan berat bagi masyarakat dimanapun. Untuk mengatasi tantangan ini dan meminimalkan dampaknya, sangat penting untuk mengambil langkah-langkah proaktif. Tinjauan komprehensif ini menggali beragam strategi yang diterapkan untuk mengurangi kerentanan populasi dan infrastruktur ketika menghadapi kejadian-kejadian berbahaya ini. Dengan mempertimbangkan berbagai literatur, studi kasus, dan pendapat para ahli, tinjauan ini berusaha untuk mensintesis temuan-temuan penting yang menjelaskan pendekatan yang efektif terhadap mitigasi. Kajian ini dimulai dengan mengklasifikasikan bencana alam berdasarkan karakteristik dan penyebaran geografisnya, dengan memberikan perhatian pada sifat-sifatnya masing-masing.
Reportase The 23th World Congress on Disaster and Emergency Medicine
The World Association for Disaster and Emergency Medicine (WADEM) adalah organisasi internasional yang bergerak di bidang kedokteran bencana. Awalnya organisasi ini bernama Club of Mainz, organisasi ini didirikan pada 2 Oktober 1976. Organisasi ini telah menyelenggarakan Kongres Dunia tentang Kedokteran Bencana dan Gawat Darurat setiap dua tahun sejak 1979. Selain itu, organisasi ini menerbitkan jurnal yang telah melalui peninjauan sejawat berjudul Prehospital and Disaster Medicine. PBB menggambarkan WADEM sebagai "asosiasi internasional para ahli kesehatan bencana dan gawat darurat dunia", sementara Impact menyatakan bahwa WADEM berkomitmen "untuk memajukan batas penelitian bencana dan gawat darurat" dengan berfokus pada "investigasi ilmiah tentang...respons gawat darurat." WADEM mendefinisikan bencana medis sebagai "peristiwa lokal di mana korban jiwa melebihi sumber daya medis yang tersedia secara lokal", sebuah definisi yang jauh lebih luas daripada gambaran umum tentang bencana yang melibatkan banyaknya cedera dan kematian.
The World Congress on Disaster and Emergency Medicine diadakan setiap dua tahun, sebaiknya di wilayah dunia yang berbeda setiap kali. Besarnya jumlah tersebut dapat dilihat dari fakta bahwa sekitar 1.600 delegasi menghadiri Kongres ke-17 di Beijing, Tiongkok. Ini juga merupakan konferensi pertama di mana para dokter hewan mempresentasikan berbagai topik. Tujuan kongres adalah agar "para anggota dan peserta yang berminat [untuk] menyajikan laporan ilmiah mengenai penelitian darurat dan resusitasi, respons individu terhadap bencana besar, dan perubahan dalam sistem penyediaan perawatan pra-rumah sakit." Kongres WADEM pertama kali diadakan pada tahun 1979 di Mainz, yang kedua pada tahun 1981 di Pittsburgh, dan terus berlanjut setiap dua tahun sekali hingga tahun 2022 ditiadakan karena COVID-19 dan dilanjutkan di kongres yang ke-22 pada 2023 di Killarney dan yang ke-23 pada 2025 ini di Tokyo.
More Articles ...
- Kompetensi Manajemen Bencana, Keyakinan Kesiapsiagaan Bencana, Dan Hubungan Kesiapsiagaan Bencana
- Reportase Webinar Konsep Manajemen Bencana Kesehatan Dan Implementasi Dalam Sistem Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Indonesia Manajemen Bencana Kesehatan
- Reportase: Kesiapsiagaan Logistik Medis dalam Penanggulangan Bencana di Daerah
- Reportase The 6th Regional Collaboration Drill Thailand 2025 with Scenario Mega-Floods Affected Bangkok-Nonthaburi-Pathum Thailand

