
Sebagai tindak lanjut dari Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua yang didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Pusat Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan FK-KMK UGM, kebali melakukan pendampingan kepada tim penyusun dinkes disaster plan Provinsi Papua untuk menyelesaikan dokumen dinkes disaster plan. Dalam waktu lebih dari satu bulan semenjak workshop yang pertama telah dilakukan pendampingan online via grup WhatsApp sehingga 75% dari dokumen sudah berhasil disusun.


Risk communication (RC) merupakan salah satu fungsi yang diperlukan dalam penanggulangan bencana. Menetapkan proses komunikasi seperti perencanaan, transparansi kebijakan dan pedoman, pelatihan ahli RC, menyediakan infrastruktur komunikasi dan evaluasi dalam waktu sesingkat mungkin mengurangi kebingungan dan ketidakkonsistenan manajemen. Salah satu tantangan yang ada adalah tidak mengetahui secara pasti dimensi komunikasi risiko dan komponennya dalam bencana. Tujuannya untuk mengidentifikasi komponen komunikasi risiko bencana dalam sistem kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan tinjauan sistematis dan pencarian database PubMed, Scopus, Web of Science, ProQuest, Google Scholar dan Science Open 2000–2021 untuk mengidentifikasi komponen komunikasi risiko bencana dalam sistem kesehatan. Artikel ini dipublikasikan pada 2022 di jurnal NCBI
Gempa yang terjadi di Turki dan Suriah pada 6 Februari hingga saat ini telah menewaskan 33 ribu orang. Upaya pencarian korban masih terus berlanjut dan jumlah korban terus bertambah. Konflik Suriah menjadi tantangan besar dalam pengiriman bantuan, khususnya pengiriman bantuan bagi wilayah-wilayah pemberontak. Bantuan kemanusiaan datang dari berbagai negara termasuk Indonesia. Indonesia telah mengirimkan tim BASARNAS, tim SAR, tenaga medis, logistik kesehatan untuk membantu korban gempa. Dilansir dari website Kemenkes, pada 13 Februari 2023 Kemenkes mengirimkan tim medis dan logistik kesehatan untuk membantu penanganan gempa bumi yang terjadi di Turki dan Suriah. Tenaga medis yang dikirim terdiri dari 3 jenis yakni dokter spesialis, tenaga kesehatan dan tenaga pendukung kesehatan. Total tenaga medis yang diberangkatkan sebanyak 104 orang. Pengiriman tim medis (Emergency Medical Tim /EMT) ini menjadi tahap awal, bantuan perkembangan penanganan gempa akan tetap dipantau sehingga pengiriman tim selanjutnya menyesuaikan kebutuhan Turki. Info terkait perkembangan pengiriman tim medis dan bantuan logistik dapat dipantau melalui
PKMK–Papua Barat. Provinsi ketiga dan yang terakhir yang menjadi sasaran tindak lanjut UNICEF yang bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan dan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM dalam menyusun modul Operasionalisasi Klaster Kesehatan pada 2022 adalah Provinsi Papua Barat. PKMK FK-KMK UGM memfasilitasi peningkatan kapasitas untuk tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan dan lintas sektor dalam menyusun dan merevisi rencana penanggulangan bencana dan operasionalisasi HEOC-