Seperti kita ketahui bersama, peristiwa bencana atau kejadian yang disebabkan oleh bahaya alam atau natural hazard dapat menyebabkan berbagai dampak. Salah satunya adalah menimbulkan bahaya lain dan memperparah dampaknya bagi penduduk setempat. Hazard atau bahaya Natech merupakan salah satu yang harus kita ketahui. Natech merupakan singkatan dari Natural Hazard-triggered Technological Accidents.
Dampak pada instalasi kimia, industri, toko atau transportasi dapat menyebakan perilisan berbagai jenis substansi kmia seperti racun atau radioaktif. Hal ini dapat berdampak atau menghancurkan sistem keamanan yang ada. Selanjutnya dapat berdampak lebih besar terhadap lingkungan, manusia hingga ekonomi yang besar. Responder atau penolong membutuhkan peralatan khusus hingga keahlian yang diperoleh melalui pelatihan sebelumnya. Hal ini dapat dialami walaupun seperti di Indonesia lebih didominasi oleh bahaya alam. Pengkajian risiko Natech berfokus pada industri dan pencegahan serta proteksi masyarakat dari kejadian kimia. Pengkajian dan manajemen bahaya ini membutuhkan pemahaman secara komprehensif tentang interdependensi manusia, sistem alami dan teknologi.


Penyakit virus Zika merupakan penyakit yang tersebar melalui perantara nyamuk. Dampak yang dapat disebabkan oleh penyakit ini adalah kecatatan yang parah pada bayi baru lahir serta komplikasi neurologis pada orang dewasa. OpenWHO menginisiasi kursus khusus terkait hal tersebut dan membuka kesempatan bagi seluruh pembaca untuk mengikuti pembelajaran yang diselenggarakan secara online ini. Tujuan dari kursus ini untuk memberikan dasar-dasar dalam mengkomunikasikan risiko transmisi virus Zika ini kepada masyarakat, terutama kepada pasien dan keluarganya. Terdapat 2 modul selama pembelajaran berlangsung dan setiap kali pembelajaran berdurasi 1 jam.
The Tree Fund mengundang partisipan dari seluruh dunia untuk mengikuti Jack Kimmel International Grant Program. Program ini ditawarkan kepada peneliti yang memiliki fokus pada bidang manajemen akar dan tanah, pengkajian risiko dan keselamatan pekerja, penanaman pohon, perawatan pohon, dan lain-lain. Ekspektasi penyelesaian program yang diharapkan adalah 1 hingga 2 tahun. Partisipan yang memiliki program terkait dengan arbokultural dan kehutanan dapat mengikuti program ini dengan mengirim email yang berisi ringkasan deskripsi tentang program yang akan dilaksanakan di negaranya atau oleh komunitasnya tidak lebih dari 100 kata. Deadline pengiriman email tersebut adalah 1 Oktober 2018.
Dampak bencana dirasakan dalam berbagai bentuk oleh masyarakat. kerugian ekonomi, kerusakan sarana dan prasarana hingga menyebabkan korban jiwa. Berbagai komunitas di dunia mencoba untuk menemukan cara dalam mengurangi dampak yang disebabkan oleh bencana seperti pembuatan bangunan yang tahan bencana, mengembangakan teknologi untuk memberikan peringatan dini, dan merencananan untuk proses penyembuhan yang lebih baik dari bencana. kompetisi ini ditujukan untuk memenuhi tujuan tersebut. Peserta dapat membuat video pendek dengan durasi 3 menit yang bertema pencegahan dan pengurangan kerugian ekonomi dari bencana. hadiahnya mencapai US $500 dan akan diputar pada International Day for Disastter Reduction pada 13 Oktober mendatang. Peserta terbuka untuk seluruh negara di dunia dengan batas pengumpulan pada 31 Agustus 2018.
Memasuki hari kedua pasca gempa yang berkekuatan & SR. Terdapat berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi dampak kejadian. diketahui berdasarkan laporan dari Posko BNPB bahwa terdapat 98 orang meninggal dunia, 236 orang luka-luka, ribuan rumah rusak serta ribuan pengungi yang tersebar di berbagai lokasi. Korabn meninggal terbanyak berasal dari Lombok Utara sebanyak 72 orang, diikuit oleh daerah lainnya. Proses evakuasi terhadap para wisarawan yang berada di Gili terawatan, Air serta Meno juga masih dilakukan. Masyarakat serta wisatawan dihimbau untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaanya.