Publikasi ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan untuk mengetahui secara empiris tentang disabilitas pada gempa Nepal 2015. Penelitian ini mencoba untuk menganalisa dampak bencana pada kelompok sosial yang tidak beruntung dan orang dengan disabilitas atau kecacatan. Orang dengan disabilitas/kecacatan merupakan salah satu kelompok rentan dalam bencana dan terkena dampak yang besar, namun tidak mendapat sorotan yang lebih dari berbagai pihak. Terbatasnya penelitian terkait dengan topik tersebut; penelitian ini juga membuat tematic framework untuk memahami bentuk masalah sosial, ekonomi dan institusional yang spesifik pada kelompok rentan dengan disabilitas di Nepal. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari-Maret 2016 (8 sampai 11 bulan setelah gempa bumi pertama pada April 2015 lalu).
Salah satu bagian yang menarik dari penelitian ini adalah pada bagian 4 yaitu tentang kecacatan dan pengurangan resiko bencana yang dituurunkan atau pengaplikasian dari Sendai framework. Pada bagian ini dipaparkan tentang langkah-langkah yang dapat dilakukan bagi kelompok disabilitas. Pelatihan untuk meningkatkan kesadaran, sharing informasi dan sistem peringatan dini, mengembangkan kapasitas kesiapsiagaan bencana dengan Disabled Persons Organizations (DPOs), perhatian yang dapat diberikan pada kelompok disabilitas dalam fase respon bencana dipaparkan merupakan poin utama yang dijelaskan. Rekomendasi strategi kebijakan yang dapat memberikan keuntungan bagi kelompok disabilitas juga menjadi hal lain yang dapat diperoleh dari penelitian ini. Penjelasan selengkapnya Klik Disini ![]()


Take responsibility to protect your life! Prepare now for a sudden emergency” merupakan kuotasi yang ingin disampaikan oleh penulis buku ini. Makna yang dimaksud adalah kemampuan secara mandiri setiap orang untuk dapat bertanggung jawab terhadap keselamatannya apabila ada suatu kejadian gawat darurat. Langkah-langkah kesiapsiagaan yang dijelaskan dalam buku ini adalah get a kit, make a plan dan be informed.
Buku ini berjudul “Resilience Measurement-Mel Approaches In Practice”. Hal utama yang ingin disampaikan melalui buku ini adalah proses mengkaji, melaporkan, mendiskusikan dan mensintesiskan rangkaian pengalaman dalam penerapan pengukuran resiliansi stakeholders. Proses ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang tantangan dan pelajaran dari pelaksanaan kerangka kerja pengukuran resiliensi MEL. Terdapat 2 bagian penting yaitu pengkajian praktisi yang menggunakan MEL dalam mengukur resiliensi dengan metode sistesis berbasis kasus dan refleksi studi kasus dalam menuntun praktisi dalam pengukuran. Beberapa tema utama tentang tantangan yang diangkat adalah integrasi, kekuatan dan gender, kapasitas untuk merunut perubahan dalam skala besar, indikator level sistem resiliensi, dan lain-lain. Selengkapnya
Buku ini merupakan panduan manual lapangan untuk responder pertama. Publikasi ini berjudul “Management of Dead Bodies after Disaster”, memberikan gambaran kepada responder pertama tentang manajemen yang tepat pada tubuh atau korban meninggal serta menjelaskan cara pengidentifikasiannya. Implementasi langkah-langkah identifikasi awal dapat meningkatkan jumlah korban meninggal yang teridentifikasi. Manajemen korban meninggal yang tepat meliputi pengakuan dan pengarahan untuk keluarga, teman dan komunitas. Panduan ini tidak memberikan kerangka kerja investigasi forensik secara komprehensif, sehingga tidak menggantikan kebutuhan untuk identifikasi yang dilakukan oleh spesialis forensik. Namun apabila rekomendasi dalam panduan ini tidak dilaksanakan, identifikasi korban meninggal tidak diperoleh karena respon forensik tidak selalu dapat memungkinkan dilakukan secara menyeluruh. Setiap bagiannya dibuat jelas dan sesuai langkah yang harus dilakukan. Koordinator lokal dapat dengan mudah untuk menggunakan dan mendistribusikan panduan ini untuk responder. Selengkapnya
Buku ini dipublikasikan pada 2016 oleh International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) dan berjudul “Child Protection in Emergencies”. Melalui buku ini, alasan relevan perlindungan anak dalam kondisi kegawatdaruratan dipaparkan. Mayoritas anak-anak yang terkena dampak kondisi kegawatdaruratan. Terdapat banyak resiko yang dapat terjadi pada anak seperti kekerasan fisik, seksual, psikologi; cedera; ditelantarkan, dan lain-lain. Tindakan yang harus dilakukan serta contoh alat atau tools yang tersedia dijelaskan satu per satu dengan lengkap. Contoh-contoh indikator yang dapat dimasukkan dalam rencana program juga menjadi bagian dalam penjelasannya. Selengkapnya