Informasi pertama terkait dengan manajemen banjir yang dapat dipelajarisecaraluas. Paper ini menjelaskan tentang manfaat dan efektivitas dari implementasi Catchment Based Management (CBFM)dan Natural Flood Management (NFM) di Inggris. Review tentang bukti ilmiah penting terkait dampak penggunaan kedua cara mengatasi permasalahan banjir seperti cara menjaga dan meningkatkan sistem monitoringlevel tinggi air, peralatan untuk praktisi, peningkatan komunikasi dan kolaborasi antar bagian dalam penanganan banjir. Penjelasan selengkapnya Klik Disini ![]()
Blog
Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrim : Raport Merah 2016, Tahun Terpanas Secara Global
Climate Council of Australia mempublikasikan laporan yang berjudul “Cranking Up the Intensity: Climate Change and Extreme Weather Events”. Tahun 2016 tercatat sebagai tahun terpanas secara global. Laporan ini memberikan informasi kepada pembaca tentang semua kejadian cuaca ekstrim seperti curah hujan ekstrim, kekeringan, cuaca panas dandinginektrim, dan lain-lain. Rangkuman kejadian-kejadian penting terkait iklim yang ekstrim di dunia khususnya di Australia dipaparkan. Melalui informasi yang diberikan, kita dapat menilai potensi kejadian di Indonesia dan solusi terbaik untuk mengatasinya. Laporan ini dapat menjadi pilihan bacaan bagi pembaca untuk menghadapi perubahan cuaca di Indonesia. Penjelasan lengkapnya Klik Disini ![]()
Webinar Series 30 Maret 2017: Pengelolaan Logistik Medis
Rekan pembaca, mengingatkan kembali untuk webinar selanjutnya terkait Logistik Medis Saat Bencana pada akhir bulan ini, tepatnya pada 30 Maret 2017. Bagi pembaca yang ingin lebih memahami tentang pengelolaan logistik medis dan ingin mendiskusikan permasalahan-permasalahan terkait topik ini dapat berpartisipasi aktif melalui webinar tersebut. TOR selengkapnya simak Klik Disini ![]()
Reportase Seminar ASM Penggunaan Logistik Medik pada Bencana

Selamat berjumpa kembali kepada seluruh pembaca setia website bencana kesehatan. Minggu ini kita masih diliputi dengan berita tentang kejadian banjir di nusantara. Peta rawan banjir dan tanah longsor di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar wilayahnya berada di titik rawan banjir dan tanah longsor. Pulau Jawa juga harus berbesar hati karena memiliki daerah dengan titik rawan banjir terbanyak di nusantara. Berdasarkan informasi yang dilaporkan oleh BNPB pada 9 Maret 2017, diketahui bahwa 3 bulan awal di tahun ini mencatat kejadian banjir sebanyak 765 kejadian. Indonesia juga tidak bisa bersantai diri, karena setelah melewati musim penghujan disertai cuaca ekstrim. Mei menjadi awal musim kemarau. Permasalahan baru juga muncul seiring dengan perubahan musim tersebut. Ancaman kebakaran hutan, kekeringan menjadi lembaran baru dalam cerita nusantara kita. Selanjutnya, peran apakah yang dapat kita berikan kepada negeri ini? Itu merupakan pertanyaan yang tepat bagi semua kalangan. Peran masyarakat awam, pemerintah sebagai pemangku kebijakan serta petugas kesehatan sebagai sentral pemberi layanan kesehatan di setiap fase kejadian menjadi harus didiskusikan. Minggu ini kami menghadirkan 4 informasi menarik untuk dibaca dan direnungkan bagi semua kalangan.
Informasi pertama tentang pelaksanaan seminar pengelolaan logistik medis pada 9 Maret 2017 lalu di KPTU UGM. Seminar Annual Scientific Meeting (ASM) ini menghadirkan 5 orang pembicara. Pada sesi pertama, fokus bahasannya terkait kebijakan logistik medis serta pembelajaran dari gempa Nepal. Pada sesi kedua; pembicara memaparkan tentang kasus infeksi serta pencegahan dan pengendalian natural disaster atau bencana alam. Hal menarik yang disampaikan pada sesi ini adalah kurang dari 24 hari pasca gempa, kasus tetanus tercatat sebanyak 50 kasus. Permasalahan dalam pendistribusian bantuan obat juga dipaparkan seperti bantuan obat tiba-tiba yang tidak diimbangi dengan kualitas obat yang tidak selalu bagus. Sedangkan pada gempa Pidie tidak ditemukan korban yang menderita tetanus sebelum maupun pada masa tanggap darurat. Reportase lengkapnya dapat disimak Klik Disini ![]()
Webinar selanjutnya dilaksanakan pada 30 Maret 2017 sebagai tindak lanjut seminar tentang pengelolaan logistik medis pada tanggal 9 Maret 2017 lalu. Diskusi mendalam tentang kebijakan logistik medis serta hal-hal menarik terkait materi ini dibahas pada webinar ini. TOR selengkapnya simak Klik Disini ![]()
Persiapan untuk menghadapi permasalahan-permasalahan saat ini dapat dilakukan dengan berbagai cara dan media. Salah satu media yang dapat digunakan adalah buku. Minggu ini kami mengulas tentang buku yang berjudul “Hospital Safety Index : Guide for Evaluators (2nd Edition)”. Buku ini memaparkan tentang penjelasan langkah-langkah bagaimana penggunaan checklist penilaian keamanan rumah sakit dan bagaimana evaluasi dapat digunakan untuk menilai keamanan struktural dan non struktural kapasitas manajemen bencana dari sebuah rumah sakit. Buku ini digunakan secara luas oleh berbagai lembaga di berbagai negara, sehingga dapat menjadi pilihan bacaan bagi para evaluator. Penjelasan lengkapnya dapat diperoleh melalui Klik Disini ![]()
Rekan pembaca, cara kedua yang dapat digunakan adalah dengan mengikuti kursus Collaborating Centre for Oxford University and CHUK for Disaster and Medical Humanitarian Response (CCOUC) mengadakan kursus di musim panas tentang metodologi penelitian untuk kebencanaan dan respon medis. Kursus dilaksanakan selama 5 hari pada Juli 2017. Materi kursus yang diberikan berupa prinsip desain penelitian, metode penelitian kuantitatif dan kualitatif, perkembangan terbaru metodologi penelitian, topik terkini pada setting kebencanaan dan kemanusiaan serta implementasi dan aplikasi penelitian di setting praktik. Bagi pembaca yang tertarik di bidang kebencanaan dan kemanusiaan dapat mengikuti kegiatan ini. Terdapat beasiswa terbatas bagi peserta terbaik dengan pemberian biaya untuk kursus dan transportasi yang dikeluarkan. Penjelasan lengkap kegiatan tersebut dapat disimak melalui Klik Disini ![]()
Pengantar Web 7 - 12 Maret 2017
![]()
Selamat berjumpa kembali kepada seluruh pembaca website bencana kesehatan. Terlepas dari kejadian banjir di berbagai daerah di nusantara yang belum berakhir, kabar terbaru dari Gunung Kelud juga menjadi salah satu sorotan di awal bulan ini. Banjir lahar dinginnya tidak hanya membawa tumpukan material vulkanik, tetapi juga menyeret truk-truk besar. Keadaan ini semoga membuat pembaca di seluruh nusantara untuk lebih berhati-hati dan selalu memperhatikan orang-orang maupun kondisi di sekitarnya.
Bencana selalu meninggalkan berbagai cerita menarik didalamnya. Penanganan bencana di sektor kesehatan juga memiliki banyak bagian yang harus didiskusikan. Salah satu penunjang penting dalam penanganan bencana adalah logistik medis. Topik ini akan dibahas pada Annual Scientific Meeting (ASM) Fakultas Kedokteran UGM Tahun 2017; tepatnya pada Kamis, 9 Maret 2017 di Gedung Senat KPTU Fakultas Kedokteran UGM. Fokus utama pembahasan pada seminar dalam rangkaian ASM ini adalah pengelolaan logistik medis (study kasus tetanus pada gempa bumi Yogyakarta tahun 2006 untuk pencegahan tetanus pada Gempa Pidhie Jaya. Simak TOR selengkapnya Klik Disini ![]()
Pada hari Kamis, 30 Maret 2017 Pukul 13.00-15.00 WIB, kami juga menyelenggarakan Webinar berjudul “Kesiapsiagaan Logistik Medik Pada Bencana” Refleksi Seminar ASM Pokja Bencana 9 Maret 2017”. Webinar ini merupakan refleksi seminar ASM Pokja Bencana 9 Maret 2017 dan menjadi tindak lanjut terhadap seminar tersebut. Peserta dapat mendiskusikan lebih dalam terkait dengan pelaksanaan distribusi logistik medis pada saat bencana. Simak TOR selengkapnya Klik Disini ![]()
Rekan pembaca, World Association for Disaster and Emergency Medicine (WADEM) menyelenggarakan kongres untuk Bidang Disaster dan Emergency Medicine pada tanggal 25-28 April 2017 di Toronto, Canada. Pada kegiatan ini, Divisi Manajemen Bencana UGM ikut berpartisipasi dengan lolosnya 3 abstrak pada kegiatan tersebut. Rangkaian kegiatannya berupa presentasi oral dan poster; serta aktifitas lainnya seperti workshop, diskusi panel, debat, latihan tabletop, dll. Seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan pada kongres ini akan direportasekan selanjutnya. Penjelasan lengkap terkait kegiatan yang diselenggarakan dapat diperoleh pada Klik Disini ![]()

