19th WORLD CONGRESS ON DISASTER AND EMERGENCY MEDICINE
21-24 April 2015, cape town, south africa
Kali ini World Congress On Disaster and Emergency Medicine (WCDEM) yang kesembilan belas diselenggarakan di Cape Town, Afrika Selatan pada 21-24 April 2015. WCDEM ini membahas salah satunya lima isu pesan kunci untuk bidang kesehatan dalam Sendai Framework yaitu: hasil dari pengurangan risiko bencana tidak hanya menyelamatkan jiwa manusia saja, tetapi juga kesehatan, pendekatan seluruh hazard (termasuk epidemi dan pandemi), isu safe hospital sebagai prioritas utama, investasi di sektor kesehatan, dan target dan indikator yang fokus pada kesehatan. Sendai framework ini dirumuskan untuk menggantikan Hyogo framework yang sudah berakhir. Tim dari Pokja Bencana ikut menghadiri kegiatan ini. Simak reportase kami
Pembaca sekalian, menarik sekali membahas kesehatan populasi rentan dalam penanggulangan bencana saat ini. Kesehatan ibu anak dan kesehatan reproduksi salah satunya yang juga menjadi target pencapaian MDGs kita tahun lalu, dan bagaimana peran sektor kesehatan dalam pelindungan kesehatan populasi rentan serta penanggulangan bencana dan krisis kesehatan ke depannya, yang mana kita ketahui bahwa ancaman bencana semakin meningkat dengan adanya pengaruh perubahan iklim yang otomatis juga berdampak pada peningkatan risiko kesehatan masyarakat. Pembaca sekalian, dapat menyimak reportase kegiatan seminar ini mulai esok pada link di bawah ini.
Masih dalam rangkaian seminar ini, kami membagi dalam tiga tahap sebagai berikut: Tahap 1:
Pra Seminar adalah kegiatan melalui diskusi online untuk menggiring kesepahaman mengenai tujuan seminar antara penyelenggara, narasumber, pembahas, moderator, dan peserta yang ingin terlibat. Proses ini sudah berjalan awal maret hingga menjelang seminar
Tahap 2:
Seminar adalah kegiatan seminar yang berlangsung Senin, 16 Maret 2015
Tahap 3:
Pasca seminar adalah kegiatan lanjutan untuk kita bersama-sama merumuskan tujuan seminar dalam bentuk tulisan yang bisa dipublikasi ataupun kegiatan lanjutan yang disepakati bersama
Pembaca sekalian, kami mengundang seluas-luasnya rekan sekalian yang selama ini berkecimpung dalam kebencanaan dan kesehatan untuk terlibat dalam forum diskusi pasca seminar ini. Caranya dengan mengkonfirmasi kesediaan rekan sekalian ke email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. dengan format Nama, Instansi tempat bekerja/mahasiswa/peneliti, nomor HP dengan subjek email Konfirmasi Tahap 3 Seminar Bencana.
14th World Congress on Public Health adalah forum kesehatan masyarakat yang diselenggarakan sekali dalam tiga tahun. Kali ini acara diselenggarakan di Science City, Kolkata, India. Kongres ini diselenggarakan oleh World Federation of Public Health Associations (WFPHA) dan Indian Public Health Association (IPHA) dan acara diselenggarakan pada Rabu-Minggu (11-15/2/2015). Kongres ini menghadirkan ahli kesehatan masyarakat dari berbagai belahan dunia. Pembicara berbagi pengalaman dan perspektif tentang kesehatan masyarakat dari berbagai negara, mulai dari India, Kanada, Brazil, Asia, Afrika, dan lainnya. Konferensi ini dibagi dalam lima acara besar yaitu pre-conference, plenaries & speakers, thematic sessions, concurrent sessions, dan free papers.
Kongres ini bertujuan untuk mendorong promosi "Rakyat Sehat-Lingkungan Sehat" dan akan mempertemukan ribuan peserta dari berbagai disiplin ilmu kesehatan masyarakat dari berbagai negara di seluruh dunia. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM mengirimkan tiga delegasi dari spesifik ilmu yang berbeda untuk melaporkan topik-topik yang menarik dan terkait dengan situasi di Indonesia di web ini. Simak reportase kegiatannya pada link berikut
Pembacawebsite bencana kesehatan, baru kemarin kita berkumpul dan membahas mengenai manajemen bencana sektor kesehatan dalam pertemuan kongres dunia melalui fotumWCDEM kesembilan belas, Namun, bencana memang tidak pernah diduga kedatangannya, seiring kepulangan kami ke Indonesia, kami mendengar kabar bahwa telah terjadi gempa bumi Nepal dengan kekuatan 7,9 SR. Gempa ini telah meratakan banyak bangunan pemukiman, fasilitas umum, hingga bangunan bersejarah di Nepal. Hingga saaat ini pun, kami mendapat kabar bahwa korban telah mencapai angka 3 ribu ebih dan korban luka mencapai angka 6.ribuan. Bantuan terus berdatangan ke negara ini, termasuk dari Indonesia. Presiden Joko Widodo dalam sela pertemuan KTT ASEAN di Kuala Lumpur menyatakan bahwa akan mengirimkan tim medis dan SAR Indonesia ke Nepal. Namun dalam pernyataannya, Presiden Jokowi tetap menghimbau perhatian untuk keselamatan tim yang akan dikirimkan ke sana, termasuk Jokowi memikirkan tentang akses tim ke sana. Jokowi juga menghimbau untuk menganalisis bantuan apa yang tepat untuk diberikan untuk korban Nepal, Selengkapnya . Dilansir oleh BNPB maka Indonesia telah memberikan bantuan 1 juta Dollar Amerikakepada korban Nepal. Bantuan ini berupa logistik makanan dan obat-obatan. Selain itu, BNPB mengirimkan juga tenda keluarga hingga 300 unit, tenda posko, tenda pengungsi, serta makanan tambahan gizi hingga sepuluh ribu paket. Dalam rapat koordinasi bersama kementerian terkait dan LSM, LSM terkait juga memberikan sejumlah bantuan, seperti sepuluh ribu kaleng kornet kambing, dan 50 kantong mayat. Selengkapnya
Pembaca website bencana, semoga selalu dalam keadaan baik. Mei ini kita masih berduka dengan bencana Nepal yang memakan korban hingga 7000 jiwa lebih dan korban luka 13.000 jiwa lebih. Bantuan terus berdatangan ke Nepal dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Saat ini tim kesehatan sudah mendapat izin untuk beroperasi di RS Kanthipur dan RS lapangan di Satunggal distrik yang merupakan daerah terparah terkena gempa, simak selengkapnya dan . Dengan kondisi cuaca saat ini serta kollapsnya fasilitas umum, maka Nepal sangat membutuhkan bantuan dari Internasional, Selengkapnya dan .
Pembaca website bencana, di tanah air sendiri, kita masih berkutat dengan masalah letusan Gunung Sinabung. Sejak 2013 hingga saat ini seakan-akan masalah Sinabung tidak pernah berhenti dan masyarakat yang menjadi korban. Minggu ini dapat kita lihat di media massa mengenai pengusulan Sinabung menjadi bencana nasional sehingga bantuan dapat diberikan dari APBN juga, selengkapnya dan .
Pembaca website bencana, jangan lewatkan reportase kami mengenai World Congress on Disaster and Emergency Medicine April lalu di Cape Town, South Africa. Simak hasil penelitian manajemen bencana dan hal kegawatdaruratan lainnya yang berhubungan yang kami analisis dengan kondisi Indonesia saat ini, selengkapnya klik di sini .