logo

ugm-logo

Mapping climate change-caused health risk for integrated city resilience modeling

https://www.worldatlas.com/r/w525-h306-c525x306/upload/b2/b3/5f/shutterstock-402992659.jpg

Selamat bertemu kembali pembaca website bencana kesehatan. Pengantar website minggu ini akan membahas sedikit tentang peta respon. Peta respon level daerah umumnya bisa kita temukan di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). BPBD menyusun peta respon daerah-daerah yang rawan bencana. Peta respon merupakan gambaran bahaya, kapasitas dan kerentanan yang dituangkan dalam sebuah media, sebagai acuan bagi pelayan kesehatan ketika tanggap darurat untuk menjalankan klaster kesehatan. Selama ini pada peta respon yang sudah digambarkan oleh BPBD umumnya belum meliputi kerentanan dan kapasitas yang dimiliki daerah. Peta respon masih sekedar menggambarkan tingkat bahaya atau potensi bencana di beberapa titik desa di kabupaten. Pembuatan peta respon dalam sektor kesehatan membutuhkan koordinasi antara dinas kesehatan dengan BPBD. Peta respon yang disusun oleh BPBD bisa menjadi acuan bagi Dinas Kesehatan untuk menyusun peta respon yang lebih lengkap. Dalam peta respon respon tersebut akan dimasukkan kapasitas tenaga kesehatan yang dimiliki oleh puskesmas, rumah sakit, NGO/LSM dan dinas kesehatan. Selanjutnya memetakan kelompok-kelompok yang rentan terhadap bencana. Penyusunan peta respon yang akurat dapat mempermudah perencanaan dalam kondisi darurat tanggap bencana.

Artikel berikut membahas tentang kondisi perubahan iklim bersamaan dengan pertumbuhan populasi penduduk  yang menuntut perkembangan perencanaan bencana dan penyusunan kebijakan pengurangan risiko bencana dengan prioritas kegiatan mitigasi. Pengembangan model simulasi penanggulangan bencana dalam kegiatan mitigasi dilakukan untuk menilai daerah-daerah yang dapat bertahan bencana yang mungkin terjadi akibat perubahan iklim. Model ketahanan dirancang berupa peta untuk mengintegrasikan kapasitas yang ada di daerah dari segi fisik, ekonomi, kesehatan dan dampak sosial dari perubahan iklim. Artikel ini menyajikan metodologi untuk menyediakan informasi spasial dan temporal tentang dampak kesehatan perubahan iklim untuk digunakan dalam simulator ketahanan bencana. Data populasi dasar, beban penyakit dan kondisi fisik terintegrasi dalam pengembangan peta respon. Selanjutnya melalui peta tersebut akan memberikan pandangan yang lebih terintegrasi tentang kesehatan dalam pengurangan risiko bencana di daerah.

Selengkapnya Klik Disini

Introduction to disaster prevention: doing it differently by rethinking the nature of knowledge and learning

http://en.people.cn/mediafile/201305/10/F201305101810391064712884.jpg

Artikel ini menyerukan untuk memikirkan kembali sumber pengetahuan dan pembelajaran untuk pencegahan bencana. Ini berfokus pada praktisi yang terlibat dalam pengurangan risiko bencana di tingkat lokal, menyajikan program penelitian tindakan yang didedikasikan untuk memperkuat pengetahuan dan belajar dari praktik.

Ini adalah sifat dari “industri” pencegahan bencana dan industri pengembangan yang lebih luas dimana ia bersandar bahwa banyak pembelajaran bersifat “top down”, berdasarkan pada studi dan kerangka kerja formal dan kelembagaan seperti kerangka kerja Sendai untuk tindakan pada pengurangan risiko bencana (UNISDR, 2015a). Ini cenderung berfokus pada acara intensif berskala besar; namun, pencegahan bencana berkaitan dengan spektrum bahaya yang luas dan bukti menunjukkan bahwa banyak bencana yang berdampak pada kehidupan dan mata pencaharian adalah “bencana harian” berskala kecil dan berulang. Program “Garis Depan” GNDR (2017) mengumpulkan bukti dari lebih dari 14.000 responden tingkat lokal yang menunjukkan prevalensi beragam, “ancaman” skala kecil dan konsekuensinya, diperiksa di Gibson dan Wisner (2016). GAR UNISDR 2013 dan 2015 juga menyoroti dampak substansial dari “bencana luas” yang atrisi pada kehidupan dan mata pencaharian (UNISDR, 2013, 2015b).

Selengkapnya Klik Disini

More Articles ...