logo2

ugm-logo

Gunung Lokon Meletus, Warga Panik

indosiar.com - Setelah sempat meletus pada 26 Juni lalu, gunung berapi Lokon di kota Tomohon, Sulawesi Utara, Kamis hingga Jumat dini hari lalu, kembali meletus dengan skala dan  volume letusan yang lebih besar. Besarnya letusan, membuat semburan lava pijar dan debu vulkanik, bisa disaksikan dari kota Manado, yang berjarak belasan kilometer. Melihat karakter gunung Lokon yang berulangkali meletus dengan kekuatan besar dalam beberapa Minggu,  mungkinkah letusan yang lebih besar masih akan kembali terjadi?. Berikut laporan selengkapnya.

Inilah letusan besar gunung berapi Lokon yang berada di kota Tomohon, Sulawesi Utara. Letusan dahsyat ini terjadi pada Kamis tengah malam 14 Juli lalu, sekitar pukul setengah 12 malam, waktu Indonesia Bagian Timur. Letusan ini diperkirakan jauh lebih besar dari letusan gunung Lokon yang terjadi 26 Juni lalu.

Letusan dahsyat gunung Lokon ditandai semburan lava pijar dan abu vulkanik, dengan ketinggian mencapai 1.500 hingga 2.000 meter dari mulut kawah. Begitu besarnya letusan gunung Lokon kali ini, membuat semburan lava pijar dan abu vulkanik, bisa terlihat dari kota Manado, yang berjarak sekitar 17 kilometer.

Menurut Jemmy Runtuwene, petugas pos pengamat gunung Lokon, rekaman seismograf mencatat  getaran amplitudo maksimum sebesar 48 milimeter. Letusan serupa terulang pada Jumat dini hari. Namun karena saat itu tidak ada hembusan angin yang kuat, abu vulkanik diperkirakan jatuh di sekitar kawah dan lereng gunung. Namun lontaran batu diperkirakan mencapai ratusan meter.

Pandangan serupa juga diungkapkan pakar gunung api yang juga kepala Badan Vulkanologi, Mitigasi, Bencana Kegunung-apian atau BVMBG Pusat, Surono, yang melihat adanya kobaran api di sekitar kawah gunung Lokon, akibat semburan lava pijar dan awan panas.

Yang pasti, letusan dahsyat gunung Lokon di Tomohon yang terjadi Kamis malam hingga Jumat dini hari ini membuat panik warga. Mereka berhamburan keluar rumah, untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Sebagian warga berusaha menyelamatkan diri dengan mengendarai kendaraan menjauh dari semburan gunung. Sebagian lainnya berkumpul di halaman bekas kantor walikota Tomohon di Desa Kakaskasen, untuk dievakuasi ke tempat pengungsian.

Bahkan para turis manacenagara yang bermukim di sejumlah hotel, juga tidak luput dari sasaran evakuasi tim SAR, untuk diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Setelah sempat reda, sejak letusan besar pada Kamis malam dan Jumat dini hari, gunung Lokon kembali meletus pada Minggu pagi. Meski tidak disertai lelehan lava pijar dan awan panas, letusan tetap ditandai oleh semburan debu vulkanik setinggi 2 ribu meter, selama15 menit. 

Letusan kali ini  tidak membuat warga panik. Aktivitas warga terlihat berjalan normal dan tidak terganggu. Bahkan gereja-gereja tetap menggelar kebaktian, dan memanjatkan doa agar seluruh  kota terhindar dari marabahaya.

Meski letusan pada hari Minggu ini tidak disertai lelehan lava pijar dan awan panas, Surono menyarankan warga tetap waspada. Mengingat debu vulkanik berpotensi mengganggu kesehatan manusia dan merusak lahan pertanian.

Status gunung berapi Lokon yang hingga saat ini masih berada di level awas, membuat ribuan  warga masih harus  bertahan di  lokasi pengungsian. Lebih 5 ribu warga berada di sejumlah lokasi pengungsian, yang tersebar di enam lokasi yang sebagian besar menempati gedung-gedung sekolah. Rencananya, lokasi pengungsian akan dipindahkan ke sejumlah gedung  pemerintah, menyusul sudah mulainya kegiatan belajar mengajar, pada hari Senin ini. Para pengungsi ini sebagian besar berasal dari Desa Kinilow, Kinilow Satu dan Desa Kakaskasen, yang merupakan desa terdekat dari pusat letusan.

Setelah sepekan berada di pengungsian, sejumlah warga kini mulai merasa tidak betah. Warga yang menempati lokasi pengungsian berharap bisa diijinkan kembali ke rumah. Selain alasan rindu, mereka juga mengaku kekurangan pasokan makanan, menyusul kian banyaknya warga di pengungsian. Warga bahkan berharap bisa kembali mengurus rumah dan ternak mereka.

Untuk itu, setiap hari  warga menggelar doa, agar gunung Lokon kembali normal, dan mereka bisa segera kembali ke rumah. Sementara menunggu normalnya situasi, sejumlah  warga mengisi waktu dengan  bernyanyi dan menghibur diri.

Sampai kapan warga bisa kembali  ke rumah dan melakukan aktivitas secara normal?. Benarkah gunung Lokon masih akan menyemburkan material  vulkanik dan lava pijar dengan skala yang lebih besar?. Menurut Surono, kemungkinan tersebut  bisa saja terjadi. Yang pasti, hingga saat aktivitas vulkanik gunung Lokon masih sangat tinggi, dan masih dalam status awas.

Gunung Lokon setinggi 1.600 meter di atas permukaan laut ini terakhir mengeluarkan letusan dahsyat pada tahun 2003 silam dengan semburan awan panas setinggi 2.500 meter dan lontaran batu vulkanik sejauh 300 meter dari mulut kawahnya yang dikenal dengan nama, kawah Tompaluan.  letusan  dahsyat lainnya terjadi  pada tahun 1991