Waspada Nipah di Tengah Seruan Kesiapsiagaan Kesehatan Nasional
Indonesia terus memperkuat kewaspadaan terhadap virus Nipah meskipun hingga kini belum dilaporkan kasus pada manusia, melalui penerbitan surat edaran kewaspadaan dan penguatan pemantauan di pintu masuk negara serta surveilans satwa liar. Temuan virus Nipah pada kelelawar buah di beberapa wilayah menunjukkan adanya reservoir lokal yang berpotensi menimbulkan risiko zoonotik. Kementerian Kesehatan mengimbau fasilitas kesehatan, laboratorium, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan deteksi dini dan kesiapsiagaan respons sesuai pedoman teknis yang berlaku. Di tingkat regional, konfirmasi kasus di India mendorong peningkatan pemeriksaan kesehatan di bandara Asia, meski WHO menilai risiko penyebaran lintas negara masih rendah. Kajian ilmiah internasional menegaskan pentingnya pendekatan One Health melalui surveilans hewan dan edukasi masyarakat. Dengan tingkat fatalitas yang tinggi dan belum adanya terapi spesifik, upaya promotif dan preventif menjadi kunci memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional.


Dalam rangka Annual Scientific Meeting (ASM) 2026, PKMK FK-KMK UGM bersama KAGAMADOK menyelenggarakan seminar bertema “Kebutuhan Penyintas Geriatri dalam Situasi Bencana: Tantangan, Strategi, dan Kebijakan Berbasis Evidence.” Kegiatan ini mengangkat isu penting tentang kerentanan kelompok lanjut usia dalam berbagai situasi bencana dan krisis kesehatan. Melalui perspektif kebijakan, klinis, dan manajemen bencana, seminar ini akan membahas bagaimana kebutuhan geriatri dapat dipenuhi secara lebih sistematis dan bermartabat. Para narasumber akan memaparkan pembelajaran lapangan sekaligus pendekatan berbasis bukti untuk memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan. Forum ini diharapkan menjadi ruang refleksi dan penguatan kapasitas lintas profesi dalam melindungi kelompok rentan. Kegiatan diselenggarakan secara hybrid agar dapat menjangkau peserta yang lebih luas.