logo2

ugm-logo

PPP Minta Pemerintah Antisipasi Potensi Bencana di Semua Daerah

Jakarta - Ketua Lembaga Lingkungan dan Siaga Bencana (Ligana) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Iip Miftahul Choiri mengimbau pemerintah mengantisipasi potensi bencana di berbagai daerah di Nusantara seiring meningkatnya intensitas hujan. Antisipasi ini dilakukan agar bencana dapat dimitigasi dan mencegah jatuhnya korban.

"Pemerintah harus siap dan segera mewaspadai peningkatan curah hujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti longsor maupun banjir," ujar Iip dalam keterangan tertulis, Rabu (16/3/2022).

Anggota Komisi VIII DPR RI menekankan pemerintah pusat dan daerah harus benar-benar melakukan mitigasi bencana dan melindungi masyarakat. Terlebih, dalam Undang-undang (UU) Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dengan tegas mengamanahkan bahwa rakyat harus dilindungi dan diselamatkan.

"Untuk itu, kami meminta Pemda melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masing-masing bertindak secara proaktif, maksimal, dan antisipatif terhadap potensi bencana alam," ujarnya.

Iip menyebut semua pihak memiliki posisi strategis terhadap mitigasi bencana. Misalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bisa memberikan informasi terkait prakiraan cuaca di satu wilayah untuk kemudian ditindaklanjuti oleh instansi terkait.

Karena itu, semua pihak harus bisa bekerja sama dan menjadi tim yang kuat. Iip pun meminta pemerintah meningkatkan koordinasi pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu dan menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan kewaspadaan, menentukan langkah mitigasi dan penanganan.

Sehingga semua pihak harus bisa bekerja sama dan menjadi tim yang kuat. Iip juga meminta pemerintah meningkatkan pengoordinasian pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, dan menyeluruh. Hal ini untuk mengoptimalkan kewaspadaan, menentukan langkah mitigasi, dan penanganan

"Kordinasi ini kunci utama dalam menentukan suksesnya mitigasi bencana alam. Upaya ini tidak bisa dilakukan mendadak, harus kerja keras dengan pola manajemen darurat serta sudah melakukan pemetaan, mengerahkan seluruh potensi dengan melibatkan semua unsur di dalamnya," ujarnya.

Lebih lanjut Iip meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia mewaspadai terjadinya bencana alam khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana.Sehingga, masyarakat dapat mengevakuasi diri jika akan terjadinya bencana alam.

sumber: detik.com

495 Rumah Terendam Banjir di Sumatera Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, BATURAJA -- Sebanyak 495 rumah warga di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan terdampak banjir akibat intensitas curah hujan tinggi yang terjadi pada Ahad (13/3/2022) malam. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Komering Ulu (OKU), Amzar Kristopa didampingi Manager Pusdalpos, Gunalfi di Baturaja, Senin (14/3/2022) mengatakan, akibat hujan deras dan berlangsung lama tadi malam merendam ratusan rumah penduduk di dua kecamatan meliputi Baturaja Barat dan Baturaja Timur.

"Rinciannya 88 rumah tersebar di Kecamatan Baturaja Barat dan 407 di Kecamatan Baturaja Timur," katanya.

Beruntung, dalam musibah bencana alam tersebut tidak menimbulkan korban jiwa karena sebelum banjir datang sebagian besar warga sudah mengungsi ke tempat dataran tinggi. Hanya saja, kata dia, banjir ada yang dengan ketinggian air mencapai 178 sentimeter itu sempat mengganggu aktivitas masyarakat karena sebagian jalan utama terendam.

"Sebelum air surut para pengendara sempat kesulitan melintas khususnya di seputaran Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Baturaja Timur karena dikhawatirkan terjebak banjir," katanya.

Terkait hal itu, pihaknya telah melakukan kaji cepat dan bersiap untuk melakukan evakuasi terhadap warga apabila kondisi debit air semakin meningkat atau terjadi banjir susulan. BPBD OKU mengerahkan personel dibantu relawan untuk melakukan patroli memantau lokasi banjir agar bencana alam dapat dicegah sedini mungkin supaya tidak menimbulkan korban jiwa. Termasuk menyiapkan peralatan penanggulangan bencana mulai dari perahu karet, pelampung hingga mesin penyedot di setiap posko agar bencana alam dapat ditanggulangi sedini mungkin.

"Untuk masyarakat kami minta tetap meningkatkan kewaspadaan karena banjir susulan dapat terjadi kapan saja. Apalagi curah hujan tinggi diprediksi masih terjadi selama beberapa hari ke depan," ujar dia.

More Articles ...