logo2

ugm-logo

BPBD Banyuwangi Buka Posko Bantuan Erupsi Gunung Semeru

Merdeka.com - Selain mengirim tim relawan dan bantuan paket sembako ke Lumajang, Pemkab Banyuwangi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi membuka posko bantuan erupsi Gunung Semeru. Penggalangan bantuan dibuka mulai, Selasa (7/12).

Selain di BPBD, posko bantuan juga dibuka di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB).

Sekretaris BPBD Banyuwangi, Mujito mengatakan, donasi ini dibuka untuk membantu warga yang ingin menyalurkan bantuannya kepada warga Lumajang yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Warga bisa langsung menyalurkan bantuannya ke posko yang ada di dia lokasi tersebut.

"Kami tidak menerima bantuan berupa uang. Kalau ada warga yang ingin membantu dengan uang, kami sarankan menyalurkannya melalui Baznas atau institusi yang menggalang dana berupa uang," kata Mujito.

Dijelaskan Mujito, bantuan yang dibutuhkan terdiri dari enam item yakni sembako, makanan tambahan gizi, perlengkapan kebutuhan bayi dan balita, peralatan mandi, pakaian baru, dan selimut.

BPBD telah mengirimkan surat permohonan bantuan kepada seluruh dinas di Banyuwangi dan organisasi masyarakat untuk ikut berdonasi.

"Kami telah bersurat kepada seluruh SKPD dan ormas di Banyuwangi untuk mengumpulkan bantuan, mulai hari ini hingga tanggal 10 Desember mendatang. Selain ASN dan ormas, masyarakat umum juga bisa menyalurkan bantuannya," jelas Mujito.

Mujito berharap, dengan adanya posko bantuan ini, penyaluran bantuan bisa satu pintu agar pelaporannya jelas. "Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan keadaan, meminta sumbangan untuk digunakan sebagai keperluan pribadi," harapnya.

Selain di BPBD posko bantuan juga dibuka di kantor Dinsos PPKB, Jalan HOS Cokroaminoto No 30 Banyuwangi.

Kepala Dinas Sosial PPKB, Henik Setyorini, mengatakan Posko utama untuk erupsi Semeru tetap satu pintu di BPBD.

"Sementara untuk Posko di Dinas Sosial sifatnya membantu. Posko perbantuan di Dinas Sosial ini fungsinya adalah mengakomodir para penyalur bantuan. Nantinya kami yang akan mengantarkan bantuan tersebut ke BPBD. Jadi masyarakat juga bisa menyalurkan lewan Dinas Sosial dan BPBD," jelas Henik. [hrs]

PMI Surakarta Kirim Tim Medis untuk Korban Erupsi Semeru

 REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakartadi Provinsi Jawa Tengah mengirimkan tim medis dan bantuan bagi korban erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Senin (6/12). Pemimpin Eksekutif PMI Kota Surakarta Sumartono Hadinoto mengatakan, tim medis beranggotakan 11 orang, tiga mobil, dan barang-barang bantuan dikirim untuk membantu penanganan dampak letusan Gunung Semerudi Kabupaten Lumajang.

"Kami hari ini bersama Rumah Sakit UNS Surakarta, di mana UNS memberangkatkan satu tim dokter dan perawat serta sopir dengan satu mobil dobel kabin," katanya.

Sumartono mengatakan, setelah tiba di Lumajangtim akan berkoordinasi dengan PMI setempat guna membantu penanganan korban bencana di area-area yang membutuhkan tambahan personel. Tim PMI Kota Surakartamembawa bantuan berupa 1.300 masker medis, 3.400 masker kain, 200 selimut, serta biskuit dan obat-obatan untuk korban erupsi Semeru. 

Tim PMI juga membawa tabung oksigen. PMI Surakarta berencana membantu penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi korban bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajangselama satu minggu dan siap mengirimkan personel lagi jika masih dibutuhkan. 

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit UNS Surakarta Prof Dr dr Hartono mengatakan bahwa universitas memberangkatkan tim medis yang terdiri atas tiga dokter, dua perawat, satu pembantu umum, dan satu sopir. Adapun bantuan yang diberikan berupa obat-obatan, masker, dan bahan pokok ke daerah yang terdampak erupsi Semerudi Lumajang.

Selain menyalurkan bantuan, tim UNSakan melakukan pemetaan dan mendata kebutuhan korban bencana agar selanjutnya bisa mengirimkan bantuan yang tepat. "Timnya untuk pemetaan situasi akan bekerja selama tiga hari, sedangkan tim teknis operasional evakuasi dan lain-lainnya itu akan membantu di lokasi bencana selama tujuh hari. Kami pada Ahad (5/12) malam juga sudah memberangkatkan lima orang dari Tim SAR dan Mapala," katanya.

More Articles ...