logo2

ugm-logo

Kodim Aceh Jaya Gelar Latihan Penanggulangan Bencana Alam

Kodim Aceh Jaya Gelar Latihan Penanggulangan Bencana Alam

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Kodim 0114/Aceh Jaya melaksanakan latihan Posko-I dalam rangka kesiapan penanggulangan bencana alam di wilayah Kabupaten Aceh Jaya, Rabu (22/5/2019).

Latihan yang berlangsung di Makodim setempat ini di buka oleh Komandan Korem (Danrem) 012/TU Kolonel Inf Aswardi SE. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 22 - 24 Mei 2019.

Tema dari latihan ini sendiri adalah Kodim 0114/Aceh Jaya melaksanakan operasi perbantuan kepada pemerintah daerah di wilayah tanggung jawab teritorialnya dalam rangka penanggulangan bencana alam.

Komandan Korem yang bertindak sebagai Komandan Latihan (Danlat) dalam arahannya mengatakan bahwa  dalam latihan ini dirinya menginginkan seluruh staf mengetahui prosedur kerjanya.

Danrem juga pada kesempatan ini menjelaskan tugas dan tanggung jawab masing - masing staf. Selain itu untuk memaksimalkan latihan ini Danrem meminta kepada peserta  agar tidak malu untuk bertanya.

Terkait pelaksanaan latihan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan Danrem meminta seluruh peserta untuk tetap semangat.

"Saya berharap bulan puasa tidak akan mengurangi semangat dalam latihan," tutup Danrem.

Pada latihan ini tiga kecamatan dalam Kabupaten Aceh Jaya yaitu Teunom, Panga dan Krueng Sabee disimulasikan terdampak banjir bandang.(*)

sumber: http://aceh.tribunnews.com

Sumbar Mulai Perkuat Mitigasi Bencana

Padang, Gatra.com - Markanya isu potensi gempabumi berkekuatan 8,9 Skala Richter (SR) di Kabupaten Kepualauan Mentawai, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapinya, mulai dari sosialisasi hingga menyiapkan hal-hal terkait mitigasi.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit menyampaikan, prediksi tersebut merupakan salah satu peringatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana, salah satunya gempa bumi, serta meminimalisir dampak negatif dengan mitigasi bencana.

"Sosialisasi mitigasi bencana terus kita lakukan, terutama di sekolah-sekolah, perkantoran dan masyarakat yang berada di pinggir pantai," ujarnya di Padang.

Dikatakan Nasrul, saat ini Sumbar sudah menanam kurang lebih 10.000 pohon di pinggir pantai sebagai benteng vegetasi untuk meminimalisir gelombang laut. Selain itu, Pemprov Sumbar juga sudah membangun shelter untuk sarana evakuasi serta memanfaatkan shelter-shelter yang sudah ada.

Pohon yang dianjurkan diantaranya cemara udang, itu dinilai cukup efektif menahan efek gelombang tsunami di Phuket Thailand 2004 lalu, dan pohon bakau untuk melindungi bibir pantai dari abrasi. Selain itu, pohon Palaka juga dianjurkan karena tingginya bisa mencapai 40 meter.

"Kita juga memerlukan batu-batu besar untuk pemecah ombak. Batunya harus yang besar-besar, biar tidak mudah digulung tsunami. Kemudian kabupaten/kota yang daerahnya memiliki laut juga sudah menyiapkan perbukitan-perbukitan untuk tempat evakuasi, kalau misalkan terjadi gempa bumi," ungkapnya.

Menurut Nasrul, pelatihan dan sosialisasi kepada anak-anak sekolah sangat penting sebagai upaya bagi mereka untuk menyelamatkan diri saat terjadi bencana. Anak sekolah juga perlu diedukasi agar tidak panik.

"Para ahli juga sudah menyebutkan, seandainya terjadi gempa selama 3 detik tanpa henti dan berpotensi tsunami, masyarakat diminta untuk segera menyelamatkan diri," jelasnya.

More Articles ...